BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Siapa Dia?


__ADS_3

Happy reading ya ๐Ÿค“


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


๐ŸŒบ ALUR MASA LALU ๐ŸŒบ


รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท


"Abi berangkat Mira" tulis Yudha singkat sebelum dirinya masuk ke pesawat yang membawanya meninggalkan Hongkong.


Dengan perasaan lega karena hasratnya telah tertuntaskan Yudha pulang menemui Mira. Di pesawat dirinya pun menyandarkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya.


Aktifitasnya bersama Rania tadi cukup menguras tenaganya. Kini saatnya untuk tidur dan mengumpulkan stamina baru untuk istrinya. Akan sangat mencurigakan jika nanti dirinya tak bisa menunaikan kewajibannya pada Mira.


Mira yang baru selesai sholat magrib dan berbuka puasa kecewa saat kembali menyadari bahwa pesannya sudah tidak terkirim pada Yudha.


"Abi tentu sudah di pesawat." batinnya.


Empat jam lagi Yudha akan sampai di bandara yang terletak di kota itu. Itu berarti masih ada waktu untuk Mira menyiapkan dirinya. Rumah dan semuanya sudah rapi dan bersih.


Bu Gina dan Icha yang sempat menemaninya tadi pun sudah pulang karena mereka tak ingin mengganggu Mira dan Yudha yang tentu saling merindukan.


Dua jam sebelum kedatangan Yudha,,, Mira sudah selesai dan tinggal menunggu taksi online pesanannya. Begitu taksi datang,,, Mira pun menuju bandara.


Perasaan gelisah yang sama,,,


Debaran yang sama,,,


Masih dirasakannya saat setahun lalunya dirinya berdiri di tempat itu menunggu Yudha.


Yang berbeda hanya status mereka kali ini yang sudah sah,,,


Untuk itu saat Yudha telah berada di depan matanya,, Mira pun tak lagi melarang ketika imamnya itu telah memeluknya erat bahkan menciumi pipi dan keningnya.


"Assalamualaikum bidadari abi,,, abi kangen sekali sama Mira" ucap Yudha.


"Waalaikumsalam abi,,, alhamdulillah,, Mira juga kangen sama abi." ucap Mira sembari mencium punggung dan telapak tangan Yudha yang dipercayanya telah menjadi suami dan imam yang baik itu.


Yudha pun mengusap kepala istri solehanya itu dengan tangan yang telah digunakannya mengusap tubuh Rania. Yudha mengusap kepala Mira tanpa ada rasa bersalah sedikit pun di hatinya.


"Mira tidak tau." begitu pikirnya.


Bahkan saat telah tiba di rumah,,, Yudha masih bisa berlagak bahwa tak pernah terjadi apa apa dan tak pernah ada wanita lain dalam rumah tangga mereka.

__ADS_1


"Abi mau mandi dulu atau mau langsung Mira buatkan Kopi??" tanya Mira begitu mereka sudah masuk.


"Abi mandi saja dulu,,, gerah juga habis perjalanan jauh." ucap Yudha.


"Mira siapkan air hangat dulu kalau begitu." ucap Mira.


Yudha pun mengangguk. Sambil menunggu Mira selesai,,, dirinya pun mengelilingi dan melihat lihat ruangan rumah itu. Yudha puas melihat rumah hasil jerih payahnya itu.


Sentuhan tangan Mira yang menata dekorasi dan tata ruang yang sedemikian apik membuat Yudha senang. Selama ini dia tau bahwa mulai dari konsep rumah sampai ke detailnya,,, semua adalah buah pikiran Mira.


Yudha terima bayar dan beres.


"Airnya sudah siap abi,," seru Mira lembut.


Yudha menoleh lalu menghampiri Mira. Dipeluknya lagi tubuh kurus Mira. Yudha bisa merasakan wanita itu banyak kehilangan berat badannya. Tidak kurus sekali namun cukup terasa perbedaannya dengan setahun lalu.


Diciumnya kening istrinya itu,,,, Mira pun hanya membiarkan dirinya dalam pelukan suami yang dicintainya itu. Di tempelkannya pipinya ke dada Yudha agar bisa mendengar detak jantung imamnya itu dengan lebih jelas.


Mira pun merasakan sesuatu di bawah sana bergerak gerak,,,


"Mandi dulu abi,,, airnya keburu dingin,,," ucapnya sambil tersenyum mengetahui Yudha sudah mulai on.


"Hihihihi,,, Mira mau kabur yaaa,,," goda Yudha.


"Tidak siap untuk apa hayoooo,,,," goda Yudha.


"Tidak siap kehilangan kegadisan Mira yang sudah Mira jaga selama setahun ini,,,," Mira pun ternyata pandai bergurau.


"Hmm,,, kan bukan Mira saja yang gadis selama setahun,,, abi juga perjaka lhooo,,," kata Yudha.


"Setidaknya sampai empat jam lalu,,," hati Yudha berbisik melanjutkan.


Mira tertawa dibuatnya. Mira sangat percaya apa yang dikatakan Yudha adalah benar.


"Abi mau makan sekarang apa nanti?? Mira sudah masak makanan kesukaan abi. Ibu yang mengajari Mira." kaya Mira selepas Yudha mandi.


"Waahh,, enak ini. Iya deh Mira,,, abi makan dulu. Abi sudah lapar." ucap Yudha yang duduk di meja makan.


Dengan senyum manisnya Mira mengambilkan nasi lengkap dengan lauk pauknya. Tak lupa juga dia menyiapkan segelas jus jeruk dingin kesukaan Yudha.


"Terima kasih bidadariku,,," ucap Yudha dengan senyum manisnya saat Mira sudah meletakkan piring dan gelas itu di depannya.


"Sama sama abi" kata Mira.

__ADS_1


Mira mengambil nasi untuk dirinya juga dan menemani Yudha makan. Setelah itu mereka pun duduk menonton tv di sofa ruang keluarga.


Rasa kenyang rupanya tak menyurutkan keinginan Yudha untuk segera menjamah istrinya. Walau dirinya sudah mendapatkan kepuasan dari Rania tadi,,,


Namun pesona kecantikan Mira menggoda hasratnya. Mira yang paham akan kewajibannya pun menyerahkan kembali jiwa raganya untuk Yudha.


Membiarkan Yudha menyiramkan ribuan benih cintanya dalam rahimnya. Bahkan Mira tak menolak walau Yudha hanya melakukannya di sofa. Mira hanya ingin menunaikan kewajibannya sebagai istri yang mengobati rasa dahaga suaminya yang sudah pasti haus dengan sentuhannya.


"Kita pindah ke kamar ya Mira,,," ucap Yudha.


Mira pun hanya menurut dan sekali lagi sama sekali tak menolak keinginan Yudha untuk mengulang lagi kegiatan mereka. Hingga akhirnya mereka pun kelelahan dan tertidur.


Mira terbangun saat matahari sudah tersenyum pada alam semesta.


"Astagfirullah,,, aku malah kesiangan. Hmm,,, jadi terlewat deh sahurnya. Terpaksa tidak puasa hari ini." ada rasa sesal dalam hatinya.


Namun melihat wajah Yudha yang masih tampak tertidur pulas itu,,, Mira tersenyum.


"Ampuni hamba ya Rabb,,, demi menyenangkan suami hamba,,, hamba malah melewatkan kewajiban hamba." batin Mira.


Diraihnya ponsel yang berada di atas bantalnya. Mira pun seperti biasa membuka buka dulu sosmednya sebelum beranjak. Dia terbiasa mengecek apa ada notifikasi penting di ponselnya.


Setiap pagi dirinya selalu membaca ulang chatnya dengan Yudha. Kebiasaannya selama dua tahun terakhir ini tidak lantas hilang begitu saja walau Yudha sudah ada bersamanya.


Mira membuka aplikasi pesan online yang biasa dipakainya chating dengan Yudha.


Matanya sedikit membulat karena merasa aneh dengan nama nama pengirim pesan itu.


"Kenapa aku tidak mengenal mereka semua?? Siapa sih ini?? " batin Mira terus membuka satu persatu isi pesan itu.


Sstelah beberapa pesan terbuka,,, Mira pun baru menyadari bahwa dirinya salah mengambil ponsel. Ponsel yang di tangannya itu adalah ponsel Yudha. Ponselnya sendiri berada di sisi bantalnya sendiri.


"Pantas saja aku tak mengenal mereka,,, rupanya ini ponsel abi." gumam Mira yang hendak meletakkan kembali ponsel itu karena tak ingin bertindak tidak sopan pada barang milik Yudha tanpa ijin.


Namun Rabb nya berkehendak lain,,,


Tanpa sengaja jemarinya menyentuh salah satu pesan di ponsel Yudha hingga pesan itu terbuka. Mira yang sudah hendak meletakkan ponsel itu mengurungkan niatnya saat matanya menangkap emoji hati dan cium dalam chat itu.


"Rania,,, siapa dia??" batin Mira yang membaca nama pengirimnya.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih ๐Ÿ’ž


__ADS_2