BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Episode 63


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Seperginya Yudha,,, baik tuan Prasetya dan nyonya Azumi melepaskan pegangannya pada lengan Dave.


"Ayah menahanmu karena ayah tidak ingin kamu terkesan mendominasi atau mengintimidasi Mira saat mantan suaminya hadir. Ayah dan mommy ingin dengar dan lihat sendiri Mira lebih memilihmu. Dan kali ini ayah dan mommy makin yakin melepasmu bahagia bersama Mira. Wanita pilihanmu ini benar benar istimewa dan ayah serta mommy minta agar kamu tak pernah sekali pun menyakiti atau pun mengecewakan bidadari ini." ucap tuan Prasetya.


"Iya ayah,,, Dave pasti akan sebisa mungkin membawakan kebahagiaan untuk Mira." jawab Dave tegas.


Nyonya Azumi merapikan sedikit kemeja Dave yang aga tertarik tadi saat mereka menghelanya. Dengan senyum dan tangis bahagianya beliau kemudian memeluk Dave.


"Anak mommy benar benar sudah dewasa dan akan menikah sekarang. Mommy cuma ingin berpesan padamu Dave,,, Hati wanita itu kuat namun juga lemah. Wanita bisa menghadapi segala beban maupun kerasnya dunia tapi dia tidak akan pernah sanggup menerima suara keras dari suaminya." ucap nyonya Azumi.


Dave mendengarkan.


"Suara keras suaminya akan meremukkan seluruh hati dan kekuatannya. Sekalinya dia bersedih maka hanya akan ada kesuraman di rumahmu nantinya. Senyum istrimu adalah sumber kebahagiaan rumah tangga. Maka dari itu,,, jangan pernah bersuara apalagi bersikap keras pada istrimu. Jadikan dia bidadari yang paling bahagia,,, Bukan bidadari yang tersakiti. Kamu paham Dave??" tanya nyonya Azumi.


"Dave paham mommy. Jadi itu kenapa selama ini ayah sama sekali tidak pernah Dave lihat bersikap kasar pada mommy. Ayah selalu bersikap lembut bahkan bicaranya juga tidak pernah tinggi pada mommy. Sekarang Dave baru mengerti." ucap Dave sambil melihat tuan Prasetya.


Tuan Prasetya mengangguk mengiyakan.


"Ayo sana,,, Mira sudah menunggu." ucap tuan Prasetya menunjuk pada Mira dan bu Gina yang masih berdiri saling berpegangan tangan dan ikut mendengarkan.


"Mira kamu beruntung sekali mendapatkan calon mertua seperti nyonya Azumi dan tuan Prasetya. Mereka sungguh mengajarkan pada putranya untuk memperlakukanmu kelak sebaik mungkin. Ibu juga ingin berpesan padamu,,, Kelak jika sudah menikah,, Jangan pernah bedakan perlakuan dan sikapmu antara pada ibu maupun pada mereka. Anggap mereka itu orang tuamu sendiri. Jadi seperti apa kamu memperlakukan ibu,,, Begitu juga kamu pada mereka." ucap bu Gina.


"Iya bu,,, Mira akan selalu ingat dan jalankan pesan ibu."sahut Mira lembut.

__ADS_1


Bu Gina mengelus wajah bercadar itu lalu mencium keningnya.


"Sana bicarakan semua yang perlu kalian persiapkan ke depannya." ucap bu Gina kemudian.


Mira mengangguk dan membalikkan badannya menghadap Dave yang sudah berdiri dan tersenyum manis kepadanya.


Keduanya lantas duduk berdua di teras rumah bu Gina untuk membicarakan beberapa hal yang perlu mereka lakukan. Sementara tuan Prasetya dan nyonya Azumi tetap berada di ruang tamu untuk berdiskusi masalah undangan dan catering serta gedung yang akan disewa saat acara pernikahan nantinya.


Sebelumnya baik Mira dan Dave memang sudah memasrahkan semua urusan itu pada mereka. Dave dan Mira hanya akan menentukan tanggal serta hari pernikahan mereka berdua karena mereka harus menyesuaikan dengan jadwal kerja mereka. Belum lagi jadwal Dave mengikrarkan dua kalimat syahadat.


"Ayah,,mommy,,,dan ibu,,, Dave sama Mira sudah sepakat memilih hari jumat besok sebagai hari pernikahan kami. Ini masih hari senin kan,,, Jadi masih ada waktu tiga hari lagi untuk mempersiapkan semuanya. Apa kira kira kalian bisa??" tanya Dave.


Ketiga orang tua itu pun saling berpandangan untuk mencari jawaban yang tepat. Sebenarnya tiga hari adalah waktu yang sangat singkat tapi mereka paham bahwa Dave tak bisa lama lama menunggu lagi.


"Baiklah kalau memang kalian sudah memutuskan hari pernikahan kalian,,, maka kami hanya akan menurut saja. Itu kan hari bahagia kalian jadi kami tidak ingin jadi penghalang." ucap tuan Prasetya mewakili.


"Terima kasih ayah." sahut Dave senang.


Hingga akhirnya mereka mencapai kesepakatan bahwa pernikahan Mira dan Dave akan diselenggarakan hari jumat di masjid terdekat dengan rumah tempat tinggal Mira.


Di hari yang sama itu juga Dave akan melafalkan dua kalimat syahadatnya setelah itu langsung diteruskan dengan akad nikah mereka.


Karena waktu yang tidak banyak maka kedua belah pihak keluarga sepakat untuk tidak banyak mengundang dulu di hari itu apalagi acara juga dilaksanakan di masjid.


"Cukup kerabat dekat saja dulu. Nanti untuk resepsinya kita selenggarakan di hari lain saja saat Dave dan Mira punya waktu luang lagi." ucap nyonya Azumi.


"Lalu bagaimana dengan relasi bisnis pak Prasetya dan bu Azumi sendiri??" tanya bu Gina.


"Tidak masalah bu,,, kebetulan kebanyakan dari mereka juga tinggal di Jepang jadi nanti kami akan membuat resepsi juga di Jepang untuk mereka." jawab tuan Prasetya meminta agar bu Gina tidak kepikiran.


"Jadi nanti ada dua kali resepsi ya ayah??" tanya Dave.

__ADS_1


"Iya Dave,,, Di sini saat kalian sudah ada waktu luang dan di Jepang setelah kamu menyelesaikan semua hal di sini dan membawa Mira ke Jepang." jawab tuan Prasetya.


"Baik ayah." sahut Dave senang.


"Mira jangan diam saja sayang. Mira keberatan tidak?? Atau mungkin Mira punya ide lain??" tanya nyonya Azumi.


"Tidak tante,,, Mira sama sekali tidak keberatan. Mira setuju dengan semua yang sudah direncanakan." sahut Mira.


"Jangan panggil tante dong sayang,,, Panggil mommy saja. Sama seperti Dave memanggilku. Mommy dan ayah." ucap nyonya Azumi.


"Baik mommy,,," sahut Mira lembut.


"Nak Dave,,, Kamu belum pernah lihat wajah Mira bukan??" tanya bu Gina kemudian.


"Belum sama sekali bu,,," jawab Dave yang memang sama sekali belum pernah melihat. Terakhir kali saat kejadian di lobby hotel saat cadar Mira dirobek oleh Vera,,, Dave juga sama sekali tak ingin mencuri pandang wajah Mira.


"Lalu apa kamu tak ingin melihatnya dulu sebelum kamu menikahinya??" tanya bu Gina.


"Meski sudah dibolehkan karena Dave sudah melamarnya,,, Tapi Dave tetap ingin Mira menjaga auratnya hingga nanti saat Dave benar benar sudah halal baginya bu. Lagipula,,, Seperti apa pun rupa Mira,,, Itu tidak akan mengurangi atau pun merubah perasaan Dave karena Dave mencintai hatinya." jawab Dave mantap.


"Terima kasih Dave." ucap Mira.


Bu Gina hanya mengangguk angguk meski dalam hatinya penasaran sebenarnya Dave ini terbuat dari apa. Ke apa begitu berbeda dengan kebanyakan pria lainnya. Tapi bu Gina tetap sangat bersyukur Mira mendapatkan calon suami seperti Dave.


Begitu juga dengan tuan Prasetya dan nyonya Azumi yang sangat bangga mendengar kalimat yang diucapkan oleh putra tunggalnya itu.


Setelah cukup dan selesai membahas semuanya,,, semuanya pun berpamitan dan meninggalkan rumah bu Gina. Mira diantar oleh Dave pulang ke rumahnya seperti biasa sementara tuan Prasetya dan nyonya Azumi dijemput oleh sopir yang sudah disiapkan Dave dan diantar pulang ke rumah Dave.


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌸

__ADS_1


__ADS_2