BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 49


__ADS_3

Selamat membaca ❤️


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻❤️


Vera berdandan secantik mungkin dengan memadukan gaunnya yang berpotongan lebar di bagian dadanya. Perhiasan yang cukup mewah menghiasi leher dan tangannya. Perhiasan yang dibelinya dengan gaji Yudha itu sangat menunjang penampilannya.


Yudha yang sedari tadi sudah siap dengan setelan jasnya hanya melirik saja melalui cermin yang memantul pada dirinya. Diliriknya Vera yang sedang menurun nurunkan gaunnya agar bagian dadanya lebih terekspos.


"Apa harus pakai baju seperti itu untuk acara formal begini?? Bukannya terlihat sopan tapi kamu pamer bagian tubuhmu Ver,,," tegur Yudha.


"Jangan mulai ribut deh mas."sahut Vera tanpa menoleh dan tetap sibuk dengan perhiasan yang masih dipilih pilihnya.


"Aku hanya mengingatkan. Sebagai suami aku berhak kan memintamu untuk tampil lebih tertutup. Syukur syukur kalau kamu bisa berhijab juga." jelas Yudha.


"Mas,,, Kamu kangen sama Zamira mu yang kampungan itu?? Yang sok beragama tapi nyatanya terus saja menggodamu sampai kamu ingin rujuk dengannya??" Vera emosi dan tak suka mendengar bicara Yudha.


"Kamu itu,,, Kenapa sih selalu bawa bawa dia. Lagipula jangan suka fitnah bilang Zamira yang menggodaku. Kalau kamu begini terus,, jangan salahkan kalau aku tak kunjung bisa melupakan dia." jawab Yudha mulai kesal.


"Eh kok enak sekali kamu ngomong gitu mas!!!" protes Vera menutup kotak perhiasannya dan berbalik menatap Yudha.


"Kamu yang terus membuatku tak bisa lepas dari dia. Kamu terus membandingkan segala sesuatunya padahal aku tak bermaksud begitu. Kamu yang selalu,,,"


"Iyaaa,,, aku saja terus yang selalu disalahkan. Zamira saja yang paling benar. Kalau memang dia itu benar selalu,,,Kenapa kamu ceraikan dia dulu??? Kenapa tidak kamu pertahankan saja dulu pernikahanmu itu?? Dia yang paling baik kan buatmu???" cecar Vera.


Yudha diam karena dia tak bisa menceritakan awal mula perceraiannya. Bagi Yudha,,, Vera tak perlu tau.


"Menyebalkan sekali kamu mas. Sempat sempatnya sudah mau ke acara masih buat aku badmood." Vera menggerutu melihat Yudha terdiam.


Disambarnya tas pestanya dan berjalan keluar kamar. Yudha menyusulnya setengah berlarian dan berusaha menarik tangannya sebelum masuk ke mobil.


"Apalagi sih???" tepis Vera.


"Ajak Reno ya,,, Gak apa apa kan bawa anak??" tanya Yudha berusaha tidak memperpanjang lagi pembahasan tentang Zamira lagi.

__ADS_1


"Ngapain?? Yang ada nanti Reno nangis malah bikin aku repot di sana. Bikin berisik juga. Ini acara formal mas,, Ngerti gak sih??!!!" ketus Vera.


"Ya sudah kalau gitu. Aku kan hanya tanya. Ya sudah kita berangkat saja sekarang ya. Jangan marah marah dan manyun begitu. Masak kita mau hadir ke acara dengan wajahmu begitu." kata Yudha.


"Yang buat begini juga kamu. Sudah buruan jalankan mobilnya. Telat nanti kita."titah Vera setelah masuk ke dalam mobil.


Yudha hanya mengangguk dan mulai menghidupkan mobil mewah fasilitas dari kantornya itu. Meski gajinya yang besar sudah bisa dipakai beli mobil sendiri tapi Yudha masih belum mampu membeli yang semewah ini.


Ballroom hotel tempat pesta diadakan sudah tampak ramai dengan kehadiran karyawan beserta pasangan masing masing. Yudha mencari tempat untuk parkir mobilnya.


Vera turun dari mobil bertepatan dengan mobil mewah Reno parkir di sebelah mobil Yudha.


"Sial. Kok pas gini sih." batin Vera mulai kikuk.


Ada rasa canggung di hati Vera saat menyadari Reno datang bersama Naina yang parasnya rupanya lebih cantik dari dirinya. Bahkan saking cantiknya,, dandanan dan riasan minimnya mampu menunjukkan kecantikan alaminya. Gaun polosnya juga sudah cukup membuat dirinya terlihat anggun.


Berbeda dengan Vera yang merasa kikuk,,, Reno cenderung bisa lebih tenang dalam membawa diri. Seperti layaknya pria romantis yang hanya mencintai istrinya,,, Reno membukakan pintu untuk Sofia.


"Thanks honey." ucap Naina.


Vera melihat semuanya dan dalam hatinya merasa kesal namun merasa menang juga. Kesal karena Reno seakan mengacuhkan kehadiran dan perasaannya melihat semua itu namun merasa menang karena seperti apa pun perlakuan Reno pada Naina,,, Naina tetaplah istri yang diselingkuhi Reno.


"Pak Reno,,, Selamat malam. Senang bertemu dengan bapak di sini. Apa bapak juga terlibat di acara malam in?" tiba tiba Yudha menghampiri dan menyapa Reno.


Vera makin kikuk melihatnya.


"Ini acara kantorku jadi sudah sepantasnya aku di sini bukan. Kenalkan ini Sofia. Istriku." Reno mencoba bersikap sangat tenang meski dia tau Vera cemburu begitu Naina mengalungkan tangannya di lengan Reno.


"Oh,,, selamat malam bu Naina." jawab Yudha sopan dibalas dengan anggukan sopan dari Naina.


"Mas,,,Pak Reno Ini bosku." kata Vera.


Vera mengimbangi dan mulai membaur sambil melakukan hal yang sama pada lengan Yudha.


"Benarkah?? Kenapa tidak pernah cerita?? Wah kebetulan sekali ya." sahut Yudha tak menaruh curiga.


Reno hanya tersenyum dengan gaya berkelasnya.

__ADS_1


"Sudah jangan ganggu pak Reno dan istri. Ayo kita masuk. Aku ingin kenalkan kamu dengan sahabatku satu satunya di kantor tempatku bekerja." kata Vera menarik tangan Yudha agar segera meninggalkan Reno.


Mendengar kalimat itu Reno terbatuk. Tiba tiba dia membayangkan sesuatu yang buruk akan terjadi. Vera yang mendengar batuk Reno tidak mengambil pusing karena dia tak paham apa yang membuat Reno terbatuk.


"What??? Mira?? Yudha?? Vera??? Gawat!!!" batin Reno.


"Permisi pak Reno. Saya dan istri masuk duluan." pamit Yudha meski tak enak pada Reno yang masih terbatuk.


Reno hanya mengangguk angguk dan dengan isyarat tangannya mengijinkan Yudha pergi.


"Are you alright honey??" tanya Naina mengelus elus dada Reno.


"I am ok. Kita juga masuk saja ya." ajak Reno.


Naina mengangguk dan membenarkan posisi jas Reno agar lebih terlihat rapi lagi. Dikalungkannya kembali tangannya di lengan Reno yang sudah merenggang untuknya. Keduanya lantas masuk ke ballroom dengan langkah ala bos bos berkelas.


Tak lagi melihat di mana Vera dan Yudha,,, Reno makin biz menguasai diri dan mulai duduk di tempat VIP yang sudah disediakan sambil menunggu semua staffnya hadir. Acara tahunan ini memang selalu diselenggarakan oleh Dave dalam rangka bentuk terima kasih pada semua staffnya untuk semua dedikasi mereka bagi perusahaan.


Yudha yang baru menyadari dan melihat tulisan besar berlambangkan logo perusahaan Kawai Enterprise sedikit terheran bagaimana bisa Vera bekerja di perusahaan besar ini dan masuk segampang itu.


Setau Yudha,,, Kawai Enterprise sangat memilih milih karyawan. Yudha juga heran jika memang ini acara Kawai Enterprise,,,Kenapa dirinya tak mendapatkan undangan langsung??


Namun kemudian Yudha bisa mulai berpikir jernih kembali saat mengingat ini adalah acara khusus staff namun memperbolehkan masing masing staff membawa pasangannya.


"Pantas saja aku tidak diundang." Yudha membatin dan menertawakan dirinya sendiri.


"Mas tunggu sini dulu ya. Aku mau cari dimana sahabatku dan aku kenalkan sama kamu."ucap Vera.


Yudha mengangguk saja dan duduk di kursi yang sudah disediakan. andangan Yudha pun mulai berkeliling seisi ruangan yang sudah makin sesak oleh para karyawan Kawai Enterprise.


Hingga akhirnya matanya tertumbuk pada sosok yang sangat dikenalnya dan dicintainya. Yudha tak sanggup menahan bahagia hatinya melihat sosok itu. Yudha langsung berdiri dan menghampiri sosok yang baru tiba itu.


"Assalamu'alaikum Mira." ucapnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas semua vote, like dan komennya yaa ❤️

__ADS_1


__ADS_2