BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Tujuh Jam


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌺ALUR MASA LALU🌺


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


"Abi gak sabar ingin segera ketemu sama Mira." ucap Yudha saat mereka sedang chating.


"Mira juga abi,,, Abi sudah pesan tiket belum?" tanya Mira.


"Sudah Mira,, tapi abi sengaja tidak ambil penerbangan langsung karena biayanya lumayan mahal. Abi ambil yang estafet saja." tukas Yudha.


"Iya abi,,, berhemat itu memang tidak ada salahnya. Jadi abi transit dimana???" tanya Mira lagi.


"Hongkong Mira,,, nanti abi kirimkan jadwal penerbangan abi ya biar Mira bisa mengatur waktu penjemputan abi." kata Yudha.


"Baik abi,,," jawab Mira.


Sebelas bulan telah berlalu dan sebulan lagi mereka akan bertemu dan melepas rindunya. Mira yang sangat ingin tampil cantik sempurna untuk suaminya pun lebih rajin merawat diri.


Setiap sore dilulurinya kulit tubuhnya agar lebih bersih dan licin. Mira juga mulai mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung vitamin E dan asam folat.


Semua itu untuk mempersiapkan kehamilan. Tujuh hari bersama Yudha belum membuahkan hasil. Tuhan belum mempercayakan pada mereka rejeki berupa anak. Untuk itulah Mira sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar waktu cuti Yudha berikutnya,,, dirinya bisa hamil.


Mira juga sudah belajar masak berbagai makanan kesukaan Yudha baik itu resep dari bu Gina maupun bu Ambar.


"Jadi ini makanan kesukaan mas Yudha ya bu??" tanya Mira pada bu Ambar saat dirinya menginap di sana.


"Iya,, dan suamimu itu sangat suka kalau ibu suapi pas makan. Apalagi kalau lauknya seperti ini,,, dia pasti nambah nambah,,," ucap bu Ambar.


Mira hanya tersenyum dan terus memperhatikan dan mengingat baik baik apa saja bumbu yang diperlukan. Bu Ambar semenjak kepergian Yudha menjadi jauh lebih sabar dan ramah. Beliau pun tak segan bercerita dengan Mira tentang banyak hal.


Dan Mira bersyukur untuk itu,,, Meski bu Ambar tetap tidak mau jika diajak menginap di rumah Mira. Mira pun tetap bersabar menanti sampai Yudha pulang dan mengajak beliau menginap disana.


Berkat usaha dan kerja kerasnya belajar memasak dari dua ibu itu,, Mira pun sudah pandai memasak. Dirinya yakin suaminya akan sangat senang dengan perubahan dan kemajuannya dalam segala hal termasuk kemampuan membaca Quran dan menghapal doa doa.


Dan jika Mira begitu bersemangat mempersiapkan penyambutan untuk Yudha,,, maka Yudha pun tak kalah semangat menyiapkan dirinya.

__ADS_1


Dirinya rajin melakukan olahraga fitness agar tubuhnya makin terbentuk. Yudha juga sudah mulai membeli beberapa barang untuk oleh oleh.


Sayangnya itu semua dilakukannya bukan hanya untuk Mira,,,


🌺🌺🌺


Sebelumnya,,,


" Rania mau mas Yudha transit dulu di Hongkong. Kan Rania juga ingin ketemu kamu mas" rajuk Rania beberapa hari sebelum Yudha memesan tiketnya.


"Iya Rania,, apa sih yang gak buatmu??" kata Yudha.


"Terima kasih ya mas. Oh ya mas,, jadi kamu akan menikahi wanita yang memanggilmu abi itu??" tanya Rania.


"Kalau kamu melarangnya ya mas gak akan menikahinya." sahut Yudha yang masih tidak jujur akan siapa sebenarnya Mira pada Rania.


"Aku cemburu mas,,, dia cantik" sungut Rania sambil kesal saat mengetik tulisan itu.


"Cantik dari mananya sih?? Cantikan juga kamu sayang,, Kamu yang paling cantik buat mas." balas Yudha melancarkan jurus buayanya.


"Kamu tidak sedang berbohong kan mas?? Ingat ini lagi puasa loh,,!!" seru Rania.


"Iya mas,,, jangan lupa oleh oleh pesanan Rania juga ya mas. Awas saja kalau kamu membelikan oleh oleh yang sama untuk wanita itu,,,," ancam Rania.


"Dia tidak akan pernah meminta barang seperti yang kamu inginkan sayang. Dia itu cupu,,, tidak suka pakai baju seksi sepertimu. Apalagi lingerie,,, tidak akan pernah. Dia lebih sibuk menutupi semua tubuhnya dan tidak menyenangkan mataku sepertimu." kata Yudha.


"Cupu cupu gitu juga kamu mau saja sama dia,,," jawab Rania.


"Kan aku terpaksa,,, Kalaupun nanti aku jadi menikahinya itu hanya untuk status saja. Aku akan terus tinggal disini karena aku memang tak ingin menemaninya." kata Yudha.


"Iya iyaaa,,, yang penting jangan lupa pilihkan aku lingerie terbagus ya mas,,," Rania mengingatkan pesanannya.


"Siaapp sayang." jawab Yudha.


Yudha yang semakin hari makin terjerat pesona janda muda itu sudah sangat lupa bahwa apa yang dilakukannya itu sangatlah tidak benar.


Tidak jarang dirinya dan Rania saling mempertontonkan tubuh polos mereka saat sedang melakukan video call di sela waktu Yudha. Dirinya bisa menghabiskan waktu berjam jam menikmati liak liuk tubuh Rania yang menari nari di depan kameranya.


Namun Yudha tak pernah mau menambah durasi waktu chatingnya dengan Mira. Mira tetap hanya mendapat waktu sejam saja dari waktunya. Mira yang percaya padanya pun tidak pernah mengeluh dan malah semakin bersabar.

__ADS_1


Mira menganggap ini sebagai bagian dari cobaan tuhan untuk rumah tangganya.


Selain video call hampir berjam jam,, aplikasi pesan online di ponsel Yudha pun penuh dengan obrolan mesra dan kotor dirinya dan Rania.


Yudha memutuskan menuruti keinginan Rania untuk menemuinya di Hongkong. Disamping rindu pada kemolekan janda itu,,, Yudha juga bisa menghemat banyak uang karena harga tiket pesawat langsung memang jauh lebih mahal.


Begitu tiket sudah di tangannya,,, Yudha pun mengabari janda moleknya itu.


"Rania,,, mas transit di Hongkong selama tujuh jam yaaa,, sebaiknya kamu ambil libur saja hari itu biar bisa lebih lama menemaniku. Tapi mas tidak bisa keluar jauh jauh dari bandara. Karena mas kan cuma transit saja." tulis Yudha.


"Tujuh jam sudah lebih dari cukup buatku mas,, banyak yang bisa kita lakukan selama itu mas sayang,," tulis Rania menggoda.


Hasrat Yudha pun memberontak membacanya.


"Ingat,,, tampillah semenarik mungkin untuk mas ya,," pesan Yudha.


"Bisa diatur itu mas,,," jawab Rania menyertakan foto dirinya yang tak mengenakan atasan apa pun.


Foto syur itu pun sekali lagi membuat jiwa Yudha semakin lupa akan Mira yang setia menunggunya dan menyiapkan penyambutan terbaik untuk dirinya.


Puas memandangi foto itu,,, Yudha mengabari Mira jadwal penerbangannya.


"Kok lama sekali ya transitnya abi,,, apa tidak ada pesawat lain atau jadwal lain lagi??" tanya Mira yang agak terganggu dengan waktu tujuh jam itu.


Mira sendiri sebenarnya tak paham kenapa hatinya merasakan tak bahagia membaca pesan dari Yudha itu. Mungkin itu yang disebut dengan naluri hati istri. Hanya saja Mira tidak peka.


"Sabar Mira,,, tujuh jam itu tidak lama kok. Mira sebaiknya doakan saja agar abi selamat sampai tujuan ya,,," kata Yudha.


"Iya abi,,, Mira selalu berdoa agar abi senantiasa diberikan kemudahan dalam pekerjaan,,, agar abi sehat,,, agar abi dijauhkan dari segala macam godaan setan,,, Aamiin" Mira berdoa.


"Aamiin,,, terima kasih ya Mira. Abi senang bisa mendapat bidadari seperti Mira. Ingat selalu jaga mata,, jaga hati,,, jaga semua yang Mira miliki hanya untuk abi ya sayang" pesan Yudha.


"Inshaallah abi,,, Mira berusaha sebaik baiknya menjaga amanah abi." jawab Mira.


Buaya itu pandai menasehati istrinya namun tak pandai menjaga dirinya sendiri,,,


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaaa

__ADS_1


Terima kasih 💞


__ADS_2