BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 44


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹


"Selamat bergabung dengan kantor kami Vera,,, Ini ruanganmu. Untuk selanjutnya semua pekerjaanmu akan terkoneksi padaku." ucap Mira ramah pada Vera yang hari ini bekerja di Kawai Enterprise.


"Iya bu Mira,,, Saya akan bekerja sebaik baiknya." jawab Vera.


"Mira saja. Aku bukan atasanmu di sini Ver,,, Kita ini rekan kerja saja. Jadi jangan terlalu formal padaku." kata Mira.


"Begitu ya,, Baiklah Mira. Senang bisa bermitra kerja denganmu." sahut Vera senang.


Vera yang sudah mengetahui bahwa Mira adalah sekretaris kesayangan owner perusahaan ini merasa senang karena ternyata Mira terlihat polos baginya.


"Dengan mendekati dia terus maka aku pasti lama lama bisa tau apa sih rahasianya sampai bisa jadi sekretaris kesayangan si bos. Dengan akrab padanya mungkin aku juga bisa amankan posisiku di kantor megah ini. Selain aku masih ingin tetap bekerja,, Aku juga tidak mau Mira yang sudah tau ada hubungan special antara aku dan Reno malah membongkar semuanya." batin Vera licik.


Reno memang sudah mewanti wanti Vera untuk tidak macam macam di kantor. Reno meminta Vera ingat apa tujuan awalnya meminta pekerjaan. Hanya agar bisa setiap hari bertemu dengannya namun bukan untuk bermesraan.


Meski untuk bisa makan siang bersama pun,,,Tidak bisa langsung instan agar karyawan lain tidak curiga atau bergunjing di belakang.


"Selamat bekerja ya Ver,,, Kalau ada masalah kamu bisa hubungi aku di line ini." ucap Mira sambil mengajari Vera cara menghubungi dirinya.


"Baik Mira,,," sahut Vera manis.


Mira pun bergegas kembali ke mejanya. Vera memandanginya terus hingga Mira hilang di belokan ruangan sebelah.


"Dandanan gak jelas gitu bisa bisanya menarik hati si bos. Atau mungkin bos nya juga gak jelas mungkin penampilannya?? Hmmm,,, Masih ok Reno kemana mana pastinya." gumam Vera.


Dreeett,,,


Ponsel Vera bergetar. Diliriknya ponselnya yang menampilkan nama Yudha di layarnya.


"Huh ngapain sih nih laki??" sungut Vera.


"Hmm,, Ada apa??" ketusnya mengangkat telpon Yudha.


"Kamu di mana sih Ver,,, Aku telpon ke rumah kok ada perempuan yang mengaku pengasuh anak kita dan kamu tidak ada di rumah." kata Yudha.


"Aku kerja." sahut Vera singkat.


"Kerja?? Di mana?? Sejak kapan?? Kenapa kamu tidak membahasnya denganku dulu??Dan soal pengasuh itu,,," Yudha belum selesai bicara.


"Sudah ya mas,,, Ini hari pertamaku kerja jadi jangan bebani aku dengan masalah masalah gak penting seperti ini." potong Vera.

__ADS_1


"Gak penting gimana?? Ini menyangkut Reno anak kita. Kamu jangan seenaknya meninggalkannya dengan pengasuh begitu dong Ver,,," protes Yudha.


"Terus harus sama siapa?? Sama ibumu yang sensi padaku itu?? Atau sama ibuku yang sudah sibuk mengurus ayahku yang sakit?? Sudah mas sudah,,, Nanti saja dibahas di rumah. Aku mau kerja dulu!!!" Vera menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Yudha.


Yudha menghela napasnya berat.


"Kamu benar benar tidak pernah menghargai aku Ver. Padahal aku sudah bekerja lebih dan posisi jabatanku sudah bagus sekarang tapi kamu masih saja memandangku sebelah mata. Beda sekali kamu dengan Mira,,," keluh Yudha sembari meletakkan ponselnya di mejanya.


Menyebut nama Mira membuat hati Yudha menghangat. Kelembutan Mira dan sikap hormatnya pada suami membuat Yudha sangat merindukan wanita itu.


"Menyesal sekali abi telah begitu bodoh melepas bidadari secantik dirimu Mira,,,"gumamnya.


Yudha meraih kembali ponselnya dan mulai mengetik pesan yang dikirimkannya pada Mira.


"Assalamualaikum Mira,,, Apa kabarmu??" tulisnya.


Cukup lama menunggu namun tak kunjung ada balasan Yudha pun kembali menghela napasnya. Dengan gelisah dia melanjutkan pekerjaannya yang hanya sedikit karena memang hanya mengurus Kawai Enterprise yang jarang sekali bermasalah.


Ingin membantu pekerjaan yang lain tapi pak Yohannes sudah memperingatkannya dan melarangnya. Yudha sebenarnya heran kenapa posisi jabatan yang dipegangnya ini terkesan aneh.


Gaji besar dan pekerjaan mudah,,,


Pak Yohannes yang terkesan sangat baik dan mengistimewakannya,,,


Segala perlakuan khusus yang didapatkannya,,,


Yang jelas Yudha merasa beruntung.


🌹🌹


"Semua baik baik saja kan??" tanya Dave pada Reno dalam sambungan video call nya siang itu.


"Pasti baik lah kalau gue yang kelola,,," Reno menyombongkan diri.


"Iyaaa iyaa gue percaya." sungut Dave.


Reno tertawa melihat sahabatnya manyun begitu. Sejurus kemudian mereka mulai terlibat pembicaraan tentang pekerjaan dan perusahaan.


Tengah asyik membicarakan proyek barunya,,, ada yang mengetuk pintu ruangannya. Reno memandang wajah Dave di layar ponsel. Keduanya bisa memastikan pasti Mira yang mengetuk pintu.


"Masuk,,," titah Reno.


"Maaf pak Reno. Saya perlu tanda tangan bapak di berkas ini." ucap Mira yang tidak tau bahwa Reno tengah video call dengan Dave.


Reno kembali melirik layar ponselnya saat Dave memberinya isyarat untuk diam dan tak memberitahu Mira bahwa dirinya tengah menelpon.


"Baiklah Mira,,, Sini aku tanda tangani." ucap Reno kemudian.

__ADS_1


Mira menyodorkan berkas itu lalu berdiri menunggu.


"Duduk saja Mira." titah Reno.


"Saya berdiri saja pak tidak apa apa." tolak Mira halus.


"Oh ya bagaimana dengan karyawan baru itu? Apa ada masalah dengan cara kerjanya??" tanya Reno.


"Sejauh ini semua baik baik saja pak. Vera pandai dan cepat mengerti." puji Mira.


"Baguslah kalau begitu. Terus pantau dia dan bantu ajari kalau ada masalah dengan pekerjaannya ya." ucap Reno sambil menyerahkan berkas yang sudah selesai ditandatanganinya.


"Baik pak. Terima kasih. Saya keluar dulu." ucap Mira kemudian.


"Tunggu Mira,,," cegah Reno.


Dave memelototkan matanya melihat aksi temannya yang malah menghentikan Mira.


"Ada apa ya pak Reno??" tanya Mira.


"Hhhmm,,, Tidak jadi Mira. Aku sudah ingat. Maunya aku menanyakan jadwal meetingku setelah ini tapi aku sudah ingat. Kamu boleh keluar." kata Reno.


"Baik pak." Mira melangkah keluar.


Reno yang berusaha sebisa mungkin menahan tawa melihat ekspresi kesal Dave saat dirinya menghentikan Mira tadi kali ini tak bisa lagi menahan tawanya.


"Lu apaan sih ah,,, Bikin gue sesak napas aja." sungut Dave yang rupanya sedari tadi ingin batuk namun ditahannya karena tak ingin Mira mendengar suaranya.


"Gue kan cuma berusaha buat lu dengar suara Mira lebih lama. Lu pasti kangen doi kan?? Ngaku saja lu,,," kata Reno.


"Bohong kalau gue bilang gue gak kangen dia. Semua ini gue lakukan juga karena dan demi dia. Lu tau itu,,," sungut Dave.


"Seharusnya lu berterima kasih dong kalau gitu sama gue. Bukan manyun begituuuu,,,," protes Reno.


"Iyaaa,, Iyaaa,,, Thanks a lot my bro. Puas lu???" sungut Dave lagi.


Dave senyum sendiri setelahnya. Mendengar suara Mira yang sangat dirindukannya itu membuat hatinya melunak dan kembali bermekaran putik cintanya.


Reno kembali tak tahan untuk tertawa. Baru kali ini dia menyaksikan sendiri betapa sahabatnya itu merana karena cintanya.


Cinta tapi terhalang agama.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌹

__ADS_1


__ADS_2