BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 58


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


Braaakk,,, Braakkk,,, Brakkk,,,


"Buka pintunya Vera!!!" Yudha menggedor gedor pintu rumah Vera.


"Heh,,, Apaan sih pagi pagi sudah buat ribut di rumahku?? Lagipula ngapain kamu kesini?? Kenapa gak ke rumah selingkuhanmu sana saja??? Atau jangan jangan Mira benar benar sudah tak menolakmu ya,,,,??!!!" Vera membuka pintunya.


"Diam kamu!! Sudah berkali kali aku bilang jangan bilang Mira selingkuhanku,,, Aku tidak pernah berselingkuh darimu,,, Kamu yang selingkuh di belakangku!!!" ketus Yudha.


"Alah gak usah sok suci deh kamu mas,,, Kamu sama aku gak ada bedanya,,,!!! Sama sama kotornya dan sama sama dicampakkan oleh orang yang kita kejar." sahut Vera.


"Diam,,,!!! Aku kesini bukan untuk membahas persamaan kita tapi aku kesini karena aku mau membawamu ke kantor polisi biar kamu pertanggungjawabkan perselingkuhanmu dengan Reno." ujar Yudha.


"Enak saja,,, Memangnya kamu punya bukti apa?? Reno?? Tau sendiri kan kalau Reno saja mengelak dariku. Belum lagi dia orang beruang,,, Kamu bisa melawan orang beruang??? Yakin???" cibir Vera.


Yudha terdiam sejenak dan memikirkan segala ucapan Vera yang menurutnya memang ada benarnya itu. Reno dengan uangnya tentu saja bisa dengan gampang mengatur dan membayar orang dalam agar dirinya tidak diberatkan dalam kasus ini.


Oooeeeee,,,,Oooeeee,,,


Tangisan baby Reno terdengar.


Dengan cepat Vera masuk ke dalam dan menuju ke kamarnya untuk menenangkan bayinya.


"Bayi itu,,, Ya,,, bayi itulah yang akan ku gunakan sebagai bukti perselingkuhan mereka. Aku akan tetap melaporkan kasus ini ke polisi. Polisi pasti akan melakukan tes DNA pada bayi itu dan Vera maupun Reno tidak akan bisa mengelak dari kebenaran itu. Tidak apa apa meski mungkin Reno masih bisa mengelak dari hukumannya dengan uangnya,,, Tapi aku yakin Vera tidak bisa berkutik. Setidaknya kamu masuk penjara Ver,,,, Bagaimana pun urusanku hanya denganmu!!" batin Yudha licik.


Tanpa pamit lagi Yudha langsung pergi meninggalkan rumah yang dulu jadi saksi bisu pernikahannya dengan Vera itu. Yudha menuju ke kantor polisi untuk melaporkan perselingkuhan itu.


"Tolong pak,,, Lakukan apa saja agar istri saya itu mempertanggungjawabkan perbuatannya.


"Baik pak. Anda harus sabar dan bekerjasama dengan proses hukum yang berlaku. Jangan bertindak sendiri." jawab polisi itu.


"Baik pak." sahut Yudha puas.


"Sebentar lagi kalian akan hancur,,," seulas senyum licik mengembang di wajah Yudha.


🌹🌹🌹

__ADS_1


"Kemana dia,,, Datang gak sopan, Pergi pun main ngilang saja." sungut Vera yang baru keluar lagi dan tak menemukan Yudha lagi.


Diluaskannya pandangannya ke sekeliling rumah dan halaman namun tetap tak melihat keberadaan Yudha.


"Bodo amat dah,,, Mungkin dia sudah pergi karena niatnya melaporkan aku gagal. Lagian,,, Dasar gak tau diri. Sudah tau lawannya itu banyak uang masih saja ngeyel." Vera menutup pintu.


Vera lantas disibukkan dengan urusan dan pekerjaan rumahnya yang terbengkalai. Vera memutuskan untuk tidak lagi memakai jasa pembantu sejak hari ini karena dia pikir dia harus berhemat dulu.


"Tau gini kan aku terima saja uang Naina itu. Eh tapi apa sebaiknya aku datang saja kepadanya lagi dan bilang kalau aku sudah berubah pikiran?? Yaah itung itung aku buat drama kalau aku menyesal telah mengganggu tumah tangganya dan meminta maaf,,," pikir Vera sambil mengucek cuciannya.


"Iya benar sekali,,, Itu ide paling bagus agar aku bisa bertahan hidup. Beban bayi ini masak harus ku tanggung sendiri sih?? Gak adil banget kan,,, Sudah bagus aku sebagai ibunya tidak stress lalu membunuh bayi itu. Aku masih waras dan masih mau merawatnya. Tapi aku butuh biaya dan hanya Naina yang bisa memberikannya." Vera mantap menyusun rencana.


Tengah asyik mencuci sambil berpikir apa saja hal yang dilakukannya,,, Vera mendengar suara ketukan di pintunya.


"Siapa lagi sih yang datang,,," sungutnya.


Vera keluar dari kamar mandi itu lalu melihat siapa yang datang dari balik tirainya.


"Polisi??? Mau apa mereka?? Jangan jangan benar Yudha sialan itu nekad melapor?? Gawat!!! Aku harus bagaimana ini,,, Harus bagaimanaaaa??? Mikir Veraaa mikiiirrrr,,,," Vera mondar mandir dan memegangi kepalanya.


Tok tok tok,,,


Suara ketukan makin membuatnya panik.


Tangisan baby Reno makin membuat Vera tak bis berpikir jernih.


"Bu Vera tolong buka pintunya. Kami tau ibu ada di dalam." Ucap salah satu polisi yang datang setelah mendengar tangisan bayi.


"Tolong Kerjasamanya bu. Jangan paksa kami untuk mendobrak pintu." ucap polisi satunya.


Vera melihat ke arah pintu dan kamar baby Reno.


"Kabur saja,,, Ya,,, sebaiknya aku kabur saja." Vera memutuskan kabur dari pintu belakang dan menunggu sampai polisi mendobrak pintunya lalu masuk. Saat itu akan dipergunakan Vera untuk lari keluar halamannya karena pagar di depan adalah satu satunya akses bagi dirinya meninggalkan rumah ini.


Brraaakkk,,,


Pintu rumah didobrak dan terbuka. Kedua polisi langsung masuk dan Vera tak menyianyiakan kesempatan itu. Dia lari keluar meninggalkan baby Reno di kamarnya.


Namun sayangnya salah satu polisi melihat pergerakannya dan mengejarnya. Vera yang tau dirinya dikejar makin lari tak tentu arah sambil sesekali melihat ke belakang. Vera pun tak menyadari adanya mobil yang melintas dengan kecepatan lumayan tinggi.


Bruuuaaakkkk,,,


Tubuh Vera terpental cukup jauh dan kepalanya membentur aspal dengan sangat keras. Aliran darah segar dari kepala belakangnya pun segera membasahi aspal itu. Melihat itu dan kondisi jalanan yang sepi dan belum melihat adanya polisi yang mengejar Vera,,, Pengendara mobil yang takut langsung tancap gas dan kabur.

__ADS_1


Polisi yang menemukan Vera sudah tergeletak di jalanan bersimbah darah langsung meminta bantuan lewat HT nya.


🌹🌹🌹


Dreeettt,,,,


Ponsel Yudha bergetar dan sempat membuat Yudha terbangun dari tidurnya di sofa rumah almarhumah ibunya.


"Astaghfirullah aku ketiduran rupanya." gumam Yudha.


Peristiwa di ballroom hotel,,, kematian bu Ambar,,,Dan harus melaporkan perselingkuhan Vera memang membuat energinya lumayan banyak terkuras hingga dia sangat kelelahan dan ketiduran di sofa.


Ponselnya kembali bergetar.


"Siapa yang telpon??" gumam Yudha karena tak mengenali nomer yang menelponnya.


"Halo,,," ucapnya saat menjawab telpon itu.


"Selamat siang pak Yudha. Kami dari kepolisian ingin meminta bapak datang ke kantor sekarang juga. Ini mengenai ibu Vera pak." ucap polisi yang tak menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


"Baik pak,,, Saya segera kesana." jawab Yudha yang juga tak bertanya.


Yudha segera mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar dan tak menyisakan kantuknya.


"Lumayan cepat juga polisi menangkapnya. Kapok kamu Ver,,," sinis Yudha dalam perjalanannya ke kantor polisi.


Setibanya di kantor polisi Yudha hanya terduduk diam dan terhenyak mendengar penjelasan dari polisi bahwa Vera telah terlibat kecelakaan dan mengakibatkannya kehilangan nyawanya. Gegar otaknya terlalu fatal.


"Lalu bayinya,,,??" tanya Yudha.


"Sudah kami amankan pak,,, Apa bapak ingin merawat sendiri bayi itu??" tanya polisi.


"Tidak!!! Lakukan saja tes DNA dulu dan serahkan pada ayah biologisnya saja. Saya tidak sudi merawatnya." ucap Yudha.


"Lalu jenazahnya??" tanya polisi lagi.


"Ini nomer keluarganya. Hubungi saja mereka." Yudha tanpa peduli lagi menolak mengurus semua itu.


Polisi pun hanya geleng kepala dibuatnya.


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa ❤️

__ADS_1


__ADS_2