BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Pesona Janda Muda


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌺ALUR MASA LALU🌺


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


Hari yang sangat tidak mereka inginkan pun tiba.


Sebenarnya Yudha tak begitu merasa keberatan meninggalkan Mira asalkan dia tidak berlama lama tinggal di rumah bu Ambar. Untuk itulah Yudha harus kerja ekstra keras lagi agar bisa segera membeli rumah sendiri.


Miira mengantar Yudha ke bandara siang itu.


"Mira jaga diri baik baik,,,, Ingat minum susu. Siapa tau ada yang segera hadir disini." ucap Yudha sembari menyentuh perut ratanya.


"Iya abi." jawabnya lembut dan kurang bersemangat.


Yudha tau Mira tentu sedang terombang ambing dengan perasaannya. Antara rela dan tidak rela melepaskan kepergiannya.


Dikecupnya kening Mira dan dibelainya kepalanya. Tak ada airmata sesuai permintaan Yudha yang egois memaksanya tidak menangis karena Yudha tak ingin melihatnya menangis.


"Selamat tinggal Mira. Inshaallah kita akan bertemu lagi tahun depan ya sayang." ucapnya sambil mendekap erat tubuh kurus Mira.


Mira melambaikan tangannya pada Yudha dengan seulas senyum lebar yang pasti sangat dipaksakan. Mira memandang punggung Yudha yang makin lama makin menjauh dari pandangannya.


Air matanya menetes. Separuh jiwanya ikut terbawa pergi Yudha dan hanya menyisakan ruang hampa di hatinya. Dengan langkah gontai Mira meninggalkan bandara dan pulang ke rumah bu Gina.


"Yudha sudah berangkat?" tanya bu Gina.


"Sudah bu." jawabnya lirih.


"Sabar Mira,,, Doakan saja supaya suamimu lancar pekerjaan dan rejekinya." kata bu Gina sambil mengelus punggung putrinya.


Mira mengangguk dan berusaha menghalau airmata yang hendak jatuh membasahi pipinya. Dirinya lalu pamit pada ibunya untuk ke kamar.


Sampai di kamar dipandanginya ranjang yang menjadi saksi bisu bulan madu singkat mereka. Memandang ke segala sudut yang mengingatkan pada kenangan singkatnya bersama Yudha.


"Mira rindu abi,,," Lirihnya.


Tangisnya pun pecah di balik bantal yang dipeluknya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Hampir tujuh bulan meninggalkan Mira dirumah bersama bu Ambar,,


Akhirnya Yudha memenuhi janjinya pada Mira untuk membelikan sebuah rumah yang cukup luas di kawasan perumahan yang berada di kota yang berbeda dengan kota tempat tinggal kedua ibu.


Mereka sepakat memilih tinggal di antara keduanya agar tak menimbulkan rasa iri pada salah satunya.

__ADS_1


"Kenapa harus beli rumah sih??? Kan ibu sudah siapkan tanah disini. Kamu tinggal membangun di atasnya." sungut bu Ambar.


"Tidak apa apa bu,,, Kan juga kalau beli perumahan itu kami tidak perlu repot mencari dan mengurus tukang bangunannya. Di perumahan semua terima beres. Rumah sudah jadi dan siap di huni." jawab Yudha.


"Terus atas nama siapa rumah itu? Jangan bilang atas nama Mira ya." ucap bu Ambar.


Bu Ambar yang sangat takut semua uang Yudha diatur oleh Mira itu sengaja meminta agar kiriman uang untuknya dibedakan selama ini. Bu Ambar bahkan berpesan agar Yudha tidak pernah mengatakan berapa nominalnya pada Mira.


Dab sekarang masalah rumah baru,,,, Sesuai dengan apa yang Yudha pikirkan sebelumnya. Ibunya pasti akan menanyakan hal tersebut. Sangat penting bagi beliau untuk tau.


"Atas nama Yudha lah bu,,, Kan Yudha kepala keluarganya." sahut Yudha berbohong.


"Baiklah kalau begitu,,,, Walau ibu tidak suka kamu menempatkan istrimu di rumah itu tapi ya sudahlah. Ibu tidak bisa apa apa lagi lagipula rumah itu sudah kau beli." ucap bu Ambar kecewa.


"Terima kasih bu." ucap Yudha mengakhiri telponnya.


🌺🌺🌺


"Ingat ya Mira,,, Kalau ditanya ibu,,,, bilang rumah itu atas nama abi." pesan Yudha.


"Iya abi." sahut Mira.


Yudha hanya tak ingin membuat bu Ambar salah paham pada Mira. Dirinya tak ingin bu Ambar berpikir Mira menghabiskan semua uangnya atau menguasai semua hartanya.


Bu Ambar tidak tau saja selama ini Yudha membayar rumah itu dengan cara menyicil tiga kali sesuai dengan aturan dari pihak developer yang meminta tanda jadi sebelumnya.


Dalam tiga bulan itu,,, Yudha telah mengorbankan istrinya. Yudha mengurangi banyak jatah bulanannya hingga hanya tersisa ratusan ribu saja. Sementara Yudha sama sekali tak mengurangi jatah ibu dan mas Yudhi yang berjumlah jutaan rupiah.


Begitulah ucapan Mira saat Yudha memberitahunya bahwa dirinya tak mampu menambahi uang nafkah bulanannya. Istri kedua Yudha itu dengan lapang dada menerimanya. Baginya semua itu hanya sementara saja. Nantinya juga akan kembali normal.


Mira tak terlalu memusingkan nafkah bulanan karena dirinya yang introvert hampir tidak pernah keluar rumah bahkan saat sudah berada di rumah baru. Dirinya lebih senang menghabiskan waktu membaca Quran dan lembaran lembaran tebal buku hadist yang dibelinya di toko buku.


Untuk makan,,,, dirinya lebih sering melakukan puasa sunnah. Hampir semua waktu Mira itu belajar dan mempertebal imannya.


Lalu Yudha,,,??


Yudha juga berusaha mengimbangi. Dirinya mulai tak pernah ketinggalan sholat lima waktu walau belum bisa untuk berpuasa sunnah seperti Mira. Meski pekerjaannya melibatkan alkohol,,, dirinya berusaha sebisa mungkin menghindarinya.


Walau tetap saja sebagai bartender,,, Yudha harus mencicipi minuman yang diraciknya sebelum disuguhkan pada pengunjung bar di hotel tempatnya bekerja.


"Semoga tuhan mengampuni abi ya Mira,,,." ucap Yudha saat chating.


"Inshaallah diampuni abi,,, Mira juga tidak putus berdoa untuk abi." jawabnya.


"Terima kasih banyak Mira. Abi beruntung punya bidadari seperti Mira." tukas Yudha senang.


Tak ada yang berubah. Kami masih tiap hari chating walau hanya sejam setiap harinya. Sama sama saling penasaran akan keadaan dan perubahan apa saja yang terjadi pada wajah kami.


Makin menggemukkah???

__ADS_1


Makin kuruskah???


Bu Gina sesekali menemani Mira di rumah baru. Beliau sangat bahagia melihat mereka mampu membeli sebuah rumah yang terbilang bagus dan di perkotaan. Beliau bahkan sering mengajak Icha untuk menginap di sana.


Tapi bu Ambar selalu menolak jika diajak menginap di sana seakan beliau sangat membenci rumah itu.


"Nanti saja kalau abi pulang,,, kita ajak ibu menginap di sana ya Mira." ucap Yudha.


"Iya abi." jawaban andalan dari Mira.


Entah dirinya benar benar setuju atau punya pendapat lain,,, yang jelas dia hanya menunjukkan dan berusaha patuh pada setiap perkataan Yudha selama itu mengandung kebenaran.


Mendapat istri yang sedemikian patuh tak lantas membuat Yudha puas. Yudha masih saja tergoda akan rayuan wanita di luar sana. Apalagi canggihnya teknologi dan internet yang membuat semua terasa mudah.


Termasuk menghubungkan dengan semua orang dari bagian masa lalu Yudha.


"Apa kabarmu mas?? Lama tidak pernah berbincang denganmu." ucap Rania.


Wanita yang jauh lebih dulu Yudha kenal sebelum mengenal Mira. Pesona Janda muda itu membuat iman Yudha luntur dan mengesampingkan Mira.


Rania sempat dipacarinya dulu sebelum wanita itu memutuskan untuk pindah kerja ke Hongkong.


"Aku baik Ran,,, Bagaimana denganmu?" tanya Yudha.


"Aku masih sama seperti dulu saja mas. Tidak ada yang berubah." jawabnya.


"Termasuk perasaanmu padaku gak?" Yudha mencandainya.


Kebiasaan buruk yang belum juga bisa dihilangkan,,, Yudha masih sering membuat wanita baper dengan ucapannya.


"Iya mas,,, Tapi aku ragu dengan perasaanku saat melihat foto kalian. Kamu sudah menikah rupanya. Jadi itu istrimu mas?" tanya Rania.


Yudha memutar otak berpikir foto apa yang dimaksud. Setelah beberapa selang waktu berpikir,,, Yudha baru ingat bahwa Mira pernah mengunggah foto mereka berdua dan membaginya di sosmed Yudha.


Rania melihatnya.


"Oh itu,,,,bukan!! Dia bukan istriku. Aku belum menikah Ran. Aku masih belum bisa melupakanmu." ucap Yudha.


"Kenapa dia menyebutmu abi?" tanya Rania lagi.


"Cuma panggilan saja,,, Tidak ada istimewanya bagiku." Jawab Yudha.


Iman Yudha sudah runtuh. Dia pikir Mira juga tidak akan tau apa yang dilakukannya saat tak bersamanya.


Yudha lupa,,,


Mira tak melihatnya namun Rabbnya tidak pernah tidur. Tak ada yang bisa disembunyikan dariNYA dan suatu saat jika DIA berkehendak tentunya aibnya akan terbongkar.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 💞


__ADS_2