BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Complicated


__ADS_3

Selamat membaca 🌼


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"Sini Dave,," panggil ayah seusai menikmati santap malam mereka.


Ayah memberi kesempatan pada mommy untuk membereskan meja makan terlebih dulu.


Dave yang dipanggil pun menurut saja dan duduk tepat di samping ayahnya. Ayah menepuk nepuk bahu dan lengan kekar itu.


"Kapan kamu akan mengenalkan Mira pada kami?" tanya ayah langsung tanpa basa basi.


"Entahlah ayah,,,"lirih Dave.


Mendengar jawaban Dave itu ayah hanya mengerutkan alisnya. Ayah tidak mengerti.


"Kok entahlah?" tanya ayah kemudian.


"Its complicated ayah,,, Dave bahkan,," Dave tak menyelesaikan bicaranya.


"Bahkan???" tanya ayah mengulang kata itu.


"Bahkan tidak mengerti seperti apa hubungan kami." lirih Dave.


"Kamu mencintainya??" tanya ayah.


"Sangat ayah." jawab Dave.


"Meski belum melihat wajahnya?? Tadi kamu bilang begitu kan??" tanya ayah lagi.


"Cinta Dave bukan karena rupa ayah. Cinta ini tumbuh karena hati Dave yang memilih Mira dan bukan wanita lainnya." sahut Dave yakin.


"Dia tidak mencintaimu??" tanya ayah lagi.


Dave menghela napasnya. Ayah sabar menunggu jawaban putra semata wayangnya itu dan terus memperhatikan raut wajahnya.


"Dave tidak tau,,, Sikap dan perhatiannya memang tertuju pada Dave selama ini. Kalau boleh sombong Dave bahkan bisa bilang dia juga mencintai Dave." jawabnya.


"Lalu apa masalahnya?? Kalian yakin saling mencintai kan,," ayah makin tidak mengerti.

__ADS_1


Sekali lagi Dave menghela napasnya.


"Mantan suaminya hadir kembali ayah. Suami yang sudah menceraikan dia tujuh tahun lalu. Suami yang termakan fitnah dari ibunya sendiri sehingga dia menuduh Mira berselingkuh padahal tidak." jawab Dave yang langsung disambut tawa ayah.


"Apa yang lucu ayah??" tanya Dave ganti keheranan.


"Jadi anak ayah ini lagi galau karena bersaing dengan mantan suami Mira,,?? Kenapa Dave,,, Kamu kalah tampan?? Kalah kaya?? Kalah cinta?? Kalah perhatian?? Atau bahkan kamu kalah dan kurang sering menyakiti Mira juga??? Apa kekuranganmu sampai sampai kamu merasa Mira akan lebih memilihnya daripada kamu,,,??" cecar ayah.


"Kalah agama." sahut Dave singkat.


Ayah yang semula masih tertawa kemudian menghentikan tawanya. Dipandanginya Dave dengan tatapan dalam.


"Mira dan Dave beda agama ayah. Mira mencintai tuhannya lebih dari segalanya,,, Begitu juga Dave. Dave sudah merasa buntu dengan masalah keyakinan kami dan sekarang ditambah dengan kehadiran mantan suami Mira yang dulu adalah pria yang membawanya menjadi mualaf dan sangat mencintai tuhannya hingga kini." lanjut Dave.


"Dave merasa tidak mampu melawan apa yang dimiliki mantan suaminya itu. Hati dan iman yang sama meski sekarang mantan suaminya itu bahkan sudah memiliki istri yang baru saja melahirkan." Dave menyelesaikan uneg unegnya.


"Mira tau kalau mantan suaminya sudah punya istri lagi?" tanya ayah.


"Tau ayah,,, Dan itulah yang buat Dave cemas. Dave takut Mira yang dulu sangat berbakti pada suaminya masih memiliki perasaan yang sama dan rela dipoligami demi menunjukkan baktinya. Dave gak rela ayah,,, Dave gak rela kalau Mira harus menderita lagi gara gara pria itu lagi. Dave gak masalah kalau Mira mencintai pria lain tapi tidak pria yang salah.!!!" Dave menaikkan suaranya karena kesal mengingat nama Yudha.


"Ayah bangga sama kamu Dave,," kata ayah.


Dave menoleh pada ayah dengan pandangan heran kenapa ayah malah bangga melihat dirinya yang sedang menahan kesal itu.


"Ayah paham dengan perasaan yang Dave miliki??" tanya Dave.


"Paham,,, Karena begitulah cinta ayah pada mommy. Ayah tidak pernah menuntut lebih dari mommy,,, Ayah hanya mencintai mommy. Thats it." jawab mommy yang tiba tiba nimbrung dan memeluk ayah dari belakang lalu mencium pipi ayah.


"Dan ayah beruntung karena mommy punya perasaan yang sama karenanya ayah yakin untuk mengalah dan mengikuti keyakinan mommy. Bukan karena ayah tidak mencintai tuhan ayah saat itu namun ayah hanya tidak ingin mahkluk cantik yang juga ciptaan tuhan ini menangis dan menderita karena cinta ayah." kata ayah.


Ayah mengelus pipi mommy yang masih memeluknya. Mommy menempelkan pipinya ke pipi ayah. Keduanya tampak begitu saling menyayangi dan mencintai.


"Tidak ada agama yang buruk Dave,,, Tidak ada agama yang mengajarkan keburukan. Semua sama sama mengajarkan bagaimana cara kita mendekat kepada tuhan. Meski caranya berbeda beda tapi pada hakikatnya tujuannya adalah sama. Yang membuat buruk itu justru penganutnya sendiri yang dengan berbekal sedikit pengetahuan lalu menjelek jelekkan agama lain. Jika mereka memang mengerti,,, Mereka hanya akan diam dan memberi orang lain hak sepenuhnya menganut dan melaksanakan perintah tuhannya masing masing." kata ayah lagi.


Dave mengangguk.


"Ayo ayah,,, Jangan ganggu Dave lagi. Beri dia waktu istirahat dulu. Putra kita ini masih perlu istirahat panjang sebelum beraktifitas di sini." kata mommy.


Ayah mengangguk lalu bangkit dari duduknya begitu mommy melepaskan pelukannya. Mommy berjalan lebih dulu menuju ke kamarnya.


"Agama itu kata hati Dave. Tidak bisa dipaksakan. Lalu kenapa ayah memilih mengikuti keyakinan mommy,,?? Karena hati ayah menginginkannya. Sekarang kamu tanyakan dan dengarkan hatimu sendiri,,, Jangan terburu buru. Yakinkan dulu hatimu." pesan ayah sebelum menyusul mommy.


"Thanks ayah,,,Untuk semua pembelajaran yang Dave terima hari ini." sahut Dave.

__ADS_1


"Semoga kamu menemukan jawaban atas semua kegundahanmu ini." kata ayah sembari menepuk kembali bahu Dave.


Ayah lantas meninggalkan Dave yang masih terduduk dan mulai memandangi foto Mira di ponselnya.


"I miss you Mira,,, Semoga kamu tau apa yang kulakukan ini bukan untuk menyakitimu tapi untuk membuat kita sama sama yakin dengan perasaan kita." gumam Dave.


Dielusnya foto Mira sambil tersenyum lalu diletakkannya ponsel itu di dadanya seolah tengah memeluk Mira.


"Aku memberimu waktu untuk meyakinkan diri dan hatimu akan siapa yang kamu cintai sebenarnya. Aku atau Yudha mantan suamimu,,, Pilihlah salah satu dari kami dengan segala kenangan yang kami berdua berikan padamu. Semoga siapa pun yang kamu pilih akan mampu melimpahkan kebahagiaan untukmu Mira,," doa Dave.


Dan untuk hatiku sendiri,,,


Be strong,,


Kuatlah dengan kenyataan jika suatu saat Mira memang lebih memilih Yudha.


Dave kembali tersenyum. Dirinya bangkit dan menuju ke kamarnya sendiri. Merebahkan tubuhnya dan mengajak jiwanya mengarungi lautan mimpi yang diharapkannya bisa berlabuh ke dermaga mimpi yang sama dengan Mira.


Mira,,,


Meski dalam mimpi pun rasanya aku tak ingin berada jauh darimu sayang,,,


Aku ingin terus bersamamu,,,


Terus mencintaimu,,,


🌸🌸🌸🌸


Dave,,,


Aku rindu,,,


Di mana pun kamu saat ini,,,


Aku tau kamu pasti punya alasan.


Mira memejamkan matanya yang sudah sembab karena banyak menangis hari ini. Hatinya sungguh merasa kehilangan.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2