
Selamat membaca 🌻
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
"Bu,,, Ibu belum menjawab pertanyaan Yudha." Yudha mengingatkan lagi.
Bu Gina yang masih diam mengangkat wajahnya yang tadinya sempat menunduk karena bingung bagaimana menjawabnya.
Satu sisi bu Gina paham Yudha sejak dulu memang mencintai Mira meski nyatanya dalam kisah LDR mereka masih dibumbui dengan drama perselingkuhan namun bu Gina juga tau,,, Semua keburukan yang dilakukan Yudha pada Mira juga tak luput dari dukungan ibunya semasa hidupnya dulu.
Yudha hanya anak laki laki yang tak bisa menempatkan dirinya diantara posisi suami dan anak laki laki. Namun urusan cinta pada Mira,,, Yudha masih mampu menampakkan betapa dirinya masih sangat mencintai Mira.
Yudha menunjukkan kesungguhannya dan penyesalannya serta keinginannya menebus semua kesalahan masa lalunya pada Mira.
Namun di sisi lain bu Gina sama sekali tak melihat cinta yang sama untuk Yudha di mata Mira. Mata Mira hanya berbinar di depan Dave.
"Bu,,, Hanya ibu yang bisa membantu Yudha meyakinkan Mira untuk kembali saja pada Yudha yang sudah jelas jelas seagama bu. Meski nantinya pria itu mau menjadi mualaf tapi Yudha yakin ilmu agamanya tak sebanyak Yudha kan bu,,," ucap Yudha menyombong.
Mendengar itu bu Gina tersenyum. Ucapan Yudha barusan memberi bu Gina jawaban atas kegalauan hatinya menentukan apakah Yudha lebih layak dari Dave menjadi suami Mira atau tidak.
__ADS_1
"Nak Yudha,,, Awalnya ibu merasa susah memilih di antara kalian siapa yang memang terbaik untuk menjadi pendamping Mira. Sejujurnya,,, nak Dave baru saja datang melamar Mira dan ibu sudah menerima lamarannya. Namun saat melihat cinta di matamu untuk Mira,,, Ibu sempat ragu." ucap bu Gina.
"Lalu bagaimana bu??" Yudha penasaran.
"Tapi mendengar sendiri nak Yudha mengatakan bahwa ilmu agama nak Yudha tentunya lebih tinggi dari nak Dave,,, Ibu jadi yakin bahwa nak Yudha tidak layak lagi menjadi pendamping Mira. Seorang yang beriman dan bertaqwa tidak akan pernah merasa puas akan ilmu agama yang sudah dimilikinya. Dia akan terus merasa ilmunya masih jauh dibanding orang lain nak. Dan dia hanya akan fokus dalam diamnya menimba ilmu. Bukan menyombongkan apa yang dimilikinya dan cenderung merendahkan orang lain nak Yudha." Bu Gina menyindir Yudha.
Yudha terdiam tak mampu menjawab menyadari bicaranya tadi malah jadi boomerang bagi dirinya sendiri.
"Ibu tau kamu mencintai Mira,,, Tapi sikapmu menunjukkan dan meyakinkan ibu bahwa cinta yang kamu miliki itu bukan lagi murni cinta karena tuhan,,, Namun hanya sebatas ambisimu menyingkirkan nak Dave saja nak." lanjut bu Gina.
"Oleh karena itu,,,Ibu minta maaf kalau ibu tidak akan bisa merelakan Mira untuk jatuh dalam ambisimu nak Yudha. Itu tidak akan memberi kebahagiaan pada Mira,,, Hanya akan ada luka lagi dan lagi. Ambisimu itu akan mengekang Mira dan bahkan juga bisa jadi nantinya itu akan jadi pemicu keretakan rumah tangga yang kalian jalani lagi nantinya. Kamu hanya akan merasakan takut dan tak percaya pada Mira karena ambisimu untuk mempertahankan Mira akan membutakan mata hatimu." tutup Bu Gina.
Yudha makin diam menunduk. Tak ada lagi celah harapan baginya bisa mendapatkan hati mantan mertuanya ini. Meski tak sepenuhnya bisa menerima semua ucapan bu Gina itu,, namun Yudha tak menunjukkan sikap itu.Yudha masih bisa menahan diri dan berusaha Tersenyum.
"Jadi ibu lebih merelakan Mira bersama pria tak seagama itu ya bu." lirihnya.
Sakit hati yang makin membekas pun Yudha rasakan mendengar kalimat itu.
"Bahkan ibu terang terangan memujinya di depanku bu,,," lirih Yudha.
"Ibu minta maaf kalau itu mungkin menyakiti perasaanmu nak Yudha,,, Ibu tidak memuji namun ibu menyuarakan kebenaran. Sebagai pria sejati,,, sudah semestinya bukan kamu bisa menerima hal seperti ini??? Itu jika kamu ingin memperbaiki diri,,," ucap bu Gina.
"Besar harapan Yudha mendapat restu ibu kembali,, tapi rupanya Yudha sudah sangat terlambat bu. Tidak ada lagi sisa dalam ruang hati ibu untuk Yudha." suara Yudha makin terdengar memelas.
__ADS_1
"Kamu tetap anak ibu,,,Tidak pernah ibu menganggapmu mantan menantu karena dari awal bagi ibu kamu itu anak ibu sendiri. Tidak pernah ada istilah menantu bagi ibu. Kamu selalu punya tempat tersendiri di hati ibu nak Yudha,,,tapi ibu tidak bisa memberikan tempat yang akan diambil oleh nak Dave padamu." ucap bu Gina.
"Ibu mohon,, Biarkan Mira bahagia bersama Dave jika memang kamu mencintainya nak. Sudah cukup Mira merasakan kehancuran setelah kamu menceraikannya sepihak dulu. Anak ibu berhak bahagia kan nak Yudha?? Meski mungkin bukan bersamamu,,," tanya bu Gina.
Pertanyaan itu terasa menusuk hati Yudha.
"Ibu benar,,,Ibu membuka hati Yudha. Yudha baru sadar bahwa Yudha tak bisa memaksakan kebahagiaan Mira hanya bersama Yudha. Yudha memang harus mampu menerima semua kekalahan ini dan merelakan Mira bahagia bersama Dave. Yudha akan menganggapnya sebagai bukti cinta Yudha pada mira bu." ucap Yudha dengan berat hati namun dia tulus.
"Terima kasih nak,,,Ibu tau ini berat. Tapi inilah yang harus kamu lakukan. Bukankah selama ini Mira sudah banyak mengalah demi kesenangan dan kebahagiaanmu?? Bukankah sudah saatnya sekarang kamu yang ganti berbuat demikian untuk Mira??" Bu Gina terus menyadarkan Yudha.
"Iya bu,,,Perkataan ibu benar sekali. Sudah saatnya Yudha mengalah demi Mira. Yudha janji tidak akan melakukan hal buruk pada Mira bu,,, Yudha ingin Mira tetap menyimpan sisi baik Yudha dan tak lagi menambahkan sisi buruk Yudha ke dalam catatan hatinya. Sudah cukup banyak tinta merah yang Yudha ciptakan disana." Airmata Yudha mulai menitik.
Airmata penyesalan yang datangnya terlampau lambat hingga dirinya kehilangan semuanya.
Airmata sesak namun tulus mengalah demi kebahagiaam bidadari yang selama ini telah banyak disakitinya demi kesenangannya sendiri dan ibunya semasa hidupnya.
"Abi minta maaf Mira jika abi begitu terlambat menyadari semuanya. Sekarang abi akan berusaha mengalah dan melepaskanmu bahagia bersamanya. Meski berat namun abi harus bisa." tekad Yudha dalam hati.
Yudha pun menghapus airmatanya. Bu Gina yang senantiasa menemani dan menguatkannya pun merasakan kesedihan yang sama namun tetap tak lantas mengijinkan pria itu masuk dalam kehidupan putrinya lagi.
"Yudha pamit ya bu,,, Kabari Yudha kalau Mira menikah nanti. Yudha ingin tetap hadir memberikan doa tulus pada mereka." ucap Yudha.
"Tanpa kamu minta pun ibu yakin mereka akan mengundangmu nak. Bagi Mira kamu tetap saudaranya,,, tetap keluarganya,,, tetap sahabatnya dan Dave tak keberatan akan hal itu selama kamu pun bisa bersikap layaknya keluarga dan sahabat bagi Mira." jawab bu Gina.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹