
Selamat membaca 🌻
🌻🌻🌻
"Waalaikumsalam abi,,, Mira baik baik saja. Bagaimana dengan abi dan istri??"
Yudha berbinar mendapat balasan dari Mira. Setelah sekian lama mengirim pesan dan kini sudah jam pulang kerja Mira baru membalas pesannya.
"Abi sehat. Istri juga sehat alhamdulillah sudah sembuh dari sakitnya. Mira kok lama sekali balas pesan abi??" protes Yudha.
"Maaf abi,, Mira masih kerja. Kalau begitu Mira pulang dulu ya. Assalamualaikum." Mira menutup obrolan itu.
Mira merasa tidak perlu terlalu banyak bicara dengan Yudha yang kini sudah punya istri. Terlepas dari himpitan rasa yang membawa kenangan masa lalunya kembali terkuak,,, Mira hanya tak ingin istri Yudha terusik.
"Abi jemput ya,,,"
Tuut,,,Tuuut,,Tuuuuttt
Mira sudah menutup telponnya dan Yudha kecewa. Dengan cepat disambarnya tas dan kunci mobil yang sudah disediakan perusahaan untuknya. Dipacunya roda empat itu menuju ke kediaman Mira.
Di tengah jalan Yudha tak lupa membeli buket bunga dan sate kambing. Makanan yang dulu selalu dinikmatinya bersama Mira. Sate kambing adalah makanan kesukaan Yudha yang dulu hanya bisa dinikmatiny setahun sekali saat dirinya cuti kerja saja.
Saat berada di luar negeri sulit baginya menemukan makanan itu dan kalau pun ada maka harganya melambung namun citarasanya berbeda jauh dengan yang asli dibuat di nusantara.
"Semoga sate ini mampu menggugah hatimu untuk kembali pada abi Mira. Semoga kamu paham hanya kamu yang bisa mengerti dan merawat abi seperti dulu."gumam Yudha saat menerima bungkusan sate itu dari penjualnya.
Dulu Mira memang selalu mengajak Yudha makan sate kambing agar Yudha puas selama cutinya. Semua masakan yang disukai Yudha berusaha dimasaknya. Apa pun yang membuat Yudha senang akan dilakukannya.
Karena Mira pikir dirinya tidaklah seberuntung istri istri lain yang bisa mengurus suaminya tiap hari. Mira sedih karena jarak dan waktu yang memisahkan mereka membuat dirinya harus menunggu setahun sekali dan hanya sebulan saja waktunya untuk sekedar memasak untuk Yudha.
Untuk itu tiap cuti,, Yudha diperlakukannya bagai raja di istana milik mereka. Meski semua yang dilakukannya itu nyatanya tak bisa membuat Yudha berusaha menyelamatkan pernikahan mereka.
Yudha menyeka airmatanya yang tiba tiba menetes membasahi pipinya saat mengingat semua itu. Beribu penyesalan menghantam hantam batinnya.
Masih Yudha ingat betul betapa Mira itu sangat mendahulukan dirinya daripada apa pun itu. Yudha ingat suatu malam Mira merasa telah sangat lelah dan mengantuk karena kegiatan sehari harinya.
Mira meminta ijinnya untuk pergi tidur lebih dulu. Namun karena asyik menonton televisi Yudha tak mengindahkan permintaan ijin Mira itu. Yudha terkejut dan baru tersadar saat menyadari Mira berusaha menahan kantuknya dan duduk menemaninya.
__ADS_1
"Kok gak tidur saja Mira??" tanyanya waktu itu.
"Kan Abi belum mengijinkan." sahut Mira kala itu.
Yudha menepikan mobilnya dan menelungkupkan wajahnya ke kemudi mobilnya mengingat itu. Dipukul pukulnya kemudi itu untuk menumpahkan penyesalan dan kemarahannya terhadap dirinya sendiri.
Terhadap kebodohannya sendiri melepas bidadari seperti Mira.
"Entah harus berapa kali abi meminta maaf padamu Mira.Abi rasa dosa abi tidak pernah habis. Abi telah begitu berdosa membiarkanmu terluka."gumam Yudha terisak.
Namun aroma sate kambing yang menusuk hidungnya membuatnya kembali bangkit dan membawa roda empatnya kembali ke jalanan kota yang membawanya ke rumah Mira.
Yudha menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah Mira yang terlihat sepi.
"Sepertinya Mira belum sampai. Sebaiknya aku tunggu saja dia di mobil." gumamnya.
Yudha menunggu Mira sembari memainkan ponselnya. Yudha kemudian teringat akan Vera istrinya.
"Aku telpon saja dulu dia." batinnya.
Drrttt,,,Drrttt,,,
"Siapa Ver??" tanya Reno.
"Siapa lagi???" jawab Vera dengan malas.
"Jawab saja. Kamu bisa bilang kan kalau kamu harus lembur karena kamu karyawan baru yang masih butuh banyak belajar. Daripada dia terus menelpon dan menggangu kita kan,,," ucap Reno.
"Benar juga ya,,," sahut Vera setelah memikirkan perkataan Reno.
Vera lantas menelpon balik Yudha yang langsung menjawab panggilannya dengan cepat karena ponselnya memang tengah dimainkan.
"Ver,,, Kamu di mana? Sudah pulang kerja??" tanya Yudha.
"Belum mas. Aku harus lembur karena masih banyak pekerjaan yang aku belum bisa kerjakan." ucap Vera.
"Oh ya gak apa apa Ver. Aku juga belum bisa pulang nih. Aku lembur juga."jawab Yudha berbohong.
__ADS_1
"Ok mas. Gak usah jemput aku nanti. Aku bisa pulang sendiri."tukas Vera.
"Ok Ver. Sampai ketemu di rumah nanti."sahut Yudha senang karena itu artinya dia memiliki waktu lebih bersama Mira karena kali ini Vera tidak menuntutnya cepat pulang seperti biasanya.
"Vera sekarang kan kerja juga. Jadi dia tau lah bagaimana sih orang kerja itu. Kalau sudah disuruh lembur ya lembur. Gak bisa main pulang. Baguslah kalau begini terus,,," batin Yudha senang.
Di tempat lain,,,
"Baguslah,,, Yudha lembur. Kita jadi bisa punya waktu lebih nih sayang buat berduaan."ucap Vera pada Reno yang masih menyetir.
"Lembur??" tanya Reno.
"Iyaa dia lembur. Biarkan saja biar tambah banyak gajinya bulan depan."sahut Vera senang.
Reno memarkir mobilnya di halaman restoran lalu menuju tempat duduk yang dipilih Vera.
"Kamu tunggu di sini dulu ya Ver,,, Aku ke toilet dulu. Kamu pesan saja dulu makanannya." pamit Reno.
"Jangan lama lama ya."pesan Vera.
Reno mengangguk dan segera menuju ke toilet namun hanya untuk menelpon pak Yohannes. Sedari tadi Reno tidak percaya jika Yudha lembur. Yudha boleh membohongi Vera tapi tidak dirinya. Vera memang tidak tau apa persisnya pekerjaan Yudha karena selama ini dia tidak peduli.
Vera bahkan tidak tau bahwa kantor tempatnya bekeeja itulah yang mempekerjakan Yudha. Dan memang sebaiknya keduanya tidak perlu saling tau. Setidaknya begitu pikir Reno.
"Apa benar pak Yohannes menyuruh Yudha lembur?? Kan tidak ada yang perlu dikerjakan pak?? Atau pak Yohannes memberinya pekerjaan lain lain juga?? Ingat pak,,,Dave sudah berpesan apa pada bapak. Dave tidak mau Yudha banyak pekerjaan kan. Kenapa malah disuruh lembur??" kecam Reno pada pak Yohannes.
"Tapi tidak ada satu pun yang lembur hari ini di kantor saya pak Reno." jawab pak Yohannes yang sudah takut.
"Tidak ada yang lembur?? Satu pun??" ulang Reno.
"Iya pak,,Saya yakin karena semua data dan rekaman cctv ada di laptop saya dan ini saya sedang buka laptop memeriksanya pak. Saya lihat semua ruangan sudah gelap tidak ada satu pun karyawan yang lembur. Hanya ada security saja pak yang memang bertugas jaga." jawab pak Yohannes yakin.
"Baiklah kalau begitu. Maaf mungkin saya saja yang salah. Selamat malam pak Yohannes."tutup Reno cepat.
"Kalau di kantor tidak ada,, Lalu di mana Yudha??" batin Reno.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih untuk vote, like dan komennya yaa 🌹🌹