BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Sesakit Ini


__ADS_3

Happy reading ya ๐Ÿค“


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


๐ŸŒบ ALUR MASA LALU ๐ŸŒบ


รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท


Mira memandang Yudha yang masih tetap terlelap. Mira bimbang harus melihat lebih banyak lagi atau tidak. Diletakkannya kembali ponsel Yudha.


Mira duduk di tepi ranjang membelakangi Yudha.


Salahkah jika istri ingin melihat apa yang ada di ponsel suaminya??


Mira ingat dia pernah membaca dalam sebuah buku buku islamnya bahwa seorang muslim itu disarankan untuk menjauhi prasangka buruk,,, karena prasangka buruk secara tidak langsung adalah ucapan yang paling dusta.


Seorang muslim juga dilarang saling mencari kejelekan dengan mencari cari kabar dari orang lain dan memata matai.


Mira kembali bimbang.


Mira juga ingat betul bahwa hal itu jadi diperbolehkan jika memang seorang muslim menemukan tanda tanda yang jelas dan bukan hanya dugaan saja.


Bahkan hal itu juga diperbolehkan bagi seorang muslim untuk memeriksa kebenarannya dengan tujuan menasehati.


Dan sebagai istri yang telah melihat nama wanita lain dalam ponsel suaminya dan dengan jelas telah dilihat oleh mata kepalanya sendiri sepenggal isi chat mereka dilengkapi dengan emoji yang tak sepantasnya,,,,


Mira kembali meraih ponsel itu dan membuka chat itu dari awal. Mira tak ingin suaminya terperosok lebih jauh lagi jika benar apa yang dikhawatirkannya itu terjadi.


"Bismillah,, ya Rabb beri hamba kekuatan dan kesabaran untuk melihat kebenaran tentang suami hamba." doa Mira sebelum mulai membacanya.


Chat yang cukup panjang itu bermula sejak kurang lebih tiga bulan sebelum Yudha pulang. Dari sana Mira juga bisa menyimpulkan siapa Rania sebenarnya.


Mata Mira mulai nanar membaca kata demi kata mesum yang ditulis keduanya. Bahkan saat Mira membaca pengakuan Yudha tentang siapa dirinya pada Rania,,


Airmata Mira tidak tertahan lagi,,,


Hati istri mana yang tidak sakit saat mengetahui bahwa suaminya tak mengakuinya sebagai istri di depan wanita lain???,,,


Hati istri mana yang tidak terluka mengetahui bahwa suaminya jauh lebih memuji kecantikan wanita lain dan mengakui bahwa wanita itu lebih cantik dari istrinya sendiri,,,,


Dan hati wanita mana yang tidak rapuh mengetahui bahwa suami yang telah setahun terakhir ini dinantinya dengan penuh tanggung jawab untuk menjaga amanahnya,,,


Ternyata malah lebih senang menemui wanita lain lebih dulu,,, Lebih memilih membohongi istri sendiri dengan alasan menghemat anggaran rumah tangga demi bisa menemui wanita lain,,,

__ADS_1


Istri mana yang tidak kecewa mengetahui bahwa dalam keseharian suaminya,,, dari waktu 24 jam yang dimilikinya,,, hanya sejam saja waktu bagi istrinya,,


suaminya ternyata lebih senang menghabiskan berjam jam video call dengan wanita lain,,,


Hati istri mana yang tidak sakit melihat banyak sekali foto syur wanita lain dalam ponsel miliknya,,,,


Hati Mira pun hancur berkeping keping membaca ucapan terima kasih wanita itu untuk pelayanan yang Yudha berikan saat mereka bertemu di Hongkong.


"Astaghfirullah,,, abi,,, apa saja yang telah abi lakukan bersamanya??? Apa salah Mira abi,,, Kenapa abi tega sekali memperlakukan Mira seburuk ini,,,??" batin Mira dalam tangisnya.


Mira tak sebodoh itu untuk tidak mengerti apa maksud kalimat itu,,,


Mira tak kuat lagi,,,


Dia berlari ke kamar mandi dan meninggalkan Yudha yang masih bermimpi indah,,, entah siapa yang ada dalam mimpinya saat itu,,, Mira tidak tau,,,


Mira mengguyur tubuhnya dan berkali kali menggosok kulitnya dengan kasar,,, Mira merasa jijik dengan dirinya sendiri yang telah melayani suami yang telah menjamaah wanita lain sebelum menjamah dirinya,,,


"Apa abi juga menyentuhnya di tempat abi menyentuh Mira,,, apa abi juga memperlakukannya lembut seperti abi memperlakukan Mira di ranjang,,, Apa abi,,,, "


Ya Rabb,,, kenapa sesakit ini,,,


Mira kembali menangis dengan suara tertahan,, hanya airmatanya saja yang mengalir deras hingga dirinya sendiri tak bisa membedakan yang mana airmata dan air dari showernya.


Hingga Rabb nya memberinya kesabaran dan ketabahan,,,


Mira pun menghentikan mandinya dan berpakaian. Disisirnya rambut panjangnya yang masih basah itu. Dipolesnya wajahnya dengan bedak dan bibirnya pun dimerahinya.


Sesakit apa pun hatinya,,,


Mira masih tetap berdandan untuk suaminya.


Dihampirinya Yudha yang masih terlelap itu.


"Abi,,, bangun dulu. Sudah siang ini." Mira mengguncamg tubuh Yudha pelan.


Yudha menggeliat dan mengerjap ngerjapkan mata. Dirinya merasa masih mimpi melihat bidadari cantik yang sudah segar dan wangi itu duduk di tepi ranjangnya.


"Abi kesiangan ya Mira,,, wahh kita melewatkan sahur dan sholat subuh. Kita jadi tidak puasa hari ini. Maafkan abi ya Mira,,," kata Yudha.


Mira hanya tersenyum tipis.


Yudha bangun dan duduk di ranjang sambil memandangi wajah Mira yang sudah kelihatan segar itu.

__ADS_1


"Apa kamu selalu secantik ini Mira??" tanyanya.


Mira merasa sakit mendengarnya,,, terbayang wajah Yudha saat mengatakan bahwa wanita itu lebih cantik. Pasti seperti wajahnya saat itu,,,


"Abi belum cerita sama Mira,,, kemarin abi di Hongkong lama itu abi ngapain aja,, " tanya Mira dengan wajah riang tak memperlihatkan kecurigaan dan murni hanya ingin Yudha berbagi cerita saja.


"Hhmmm abi pusing Mira,,, disana semua orang bernahasa kantonis yang abi tidak tau apa artinya. Akhirnya abi hanya duduk merokok saja." kata Yudha dengan wajah tak bersalahnya.


"Memangnya tidak ada sama sekali orang orang kita abi,,, biasanya kan banyak juga orang dari belahan dunia mana pun" pancing Mira.


"Tidak ada Mira,,, makanya abi bosan sekali,,, tapi ya mau bagaimana lagi kan memang harus di sana menunggu." kata Yudha.


Mira menunduk. Mira kecewa. Yudha sama sekali tidak jujur.


"Kenapa Mira??" tanya Yudha.


"Mira hanya ingin tau,,, apa tidak ada orang lain yang abi kenal disana??" tanya Mira lagi.


"Tidak ada Mira,, abi kan sendiri saja dari Dubai,, tidak sama teman" jawab Yudha meyakinkan.


"Sekali lagi abi,,, sekali lagi Mira tanya,,, apa tidak ada yang menemani abi selama abi di sana??" tanya Mira lagi masih dengan wajah menunduk.


Yudha diam.


Dipandangnya istrinya yang terus tertunduk itu. Otaknya pun berputar cepat dan mencari tau apa alasan Mira menanyakan hal itu padanya.


Yudha pun mulai sadar. Dicarinya ponsel miliknya,,, Namun Yudha masih tak juga menemukannya walau dia ingat betul bahwa dia meletakkan ponsel itu di atas bantalnya.


"Apa abi cari ini??" tanya Mira sambil menunjukkan ponsel itu.


Mira bahkan menunjukkan ponsel itu dalam keadaan layarnya menunjukkan chat mesum Yudha dengan Rania. Yudha pun menelan ludahnya.


"Kenapa abi?? Kenapa abi tega melakukannya pada Mira??? Apa salah Mira pada abi???" Mira mulai memandang wajah suaminya dengan tatapan yang sudah kabur oleh airmata yang menggenangi kedua pelupuk matanya.


Yudha masih diam tak berkata kata menyadari aibnya telah terbongkar di depan Mira. Wajahnya pun mulai berubah ubah ekspresi. Dirinya berpikir keras dan berusaha menyusun kalimat di benaknya.


"Jelaskan pada Mira abi,,," pinta Mira


\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih ๐Ÿ’ž

__ADS_1


__ADS_2