
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
"Anak ayah tampaknya lembur tuh,,," ucap nyonya Azumi melirik ke asisten rumah Dave yang membawa nampan berisi makanan untuk tuan dan nyonya barunya yang sama sekali tak keluar kamar seharian.
"Heheheh biarin saja mom,,, Maklum namanya juga pengantin baru. Kita dulu juga gitu kan hayooo,,," goda tuan Prasetya.
"Iya ya,,,heheheh,,," Nyonya Azumi bersemu merah mengingat masa masa saat mereka jadi pengantin baru.
"Kita doakan saja semoga mereka cepat dikaruniai keturunan yang nantinya bisa jadi pewaris kita. Mau laki laki mau perempuan,,, Ayah akan sangat senang. Kalau pun ada yang ayah belum wariskan pada Dave saat ini,,, Ayah akan wariskan semua yang ayah punya pada cucu cucu ayah nantinya."ucap tuan Prasetya.
"Iya ayah,,, Cucu kita nantinya akan jadi raja atau ratu di kerajaan bisnis kita." nyonya Azumi menambahkan.
Asisten rumah yang membawakan makanan ke kamar Dave telah kembali dan melewati keduanya sambil menunduk sopan.
"Mbak,, Apa nyonya Mira sudah kamu bawakan susu dan vitamin yang sudah saya siapkan kemarin??" tanya nyonya Azumi.
"Sudah nyonya." jawab asisten rumah itu.
"Nyonya Mira ada tanya itu untuk apa??" tanya nyonya Azumi lagi.
"Kebetulan tadi pas tuan Dave yang buka pintu. Saya sudah jelaskan itu susu dan vitamin untuk nyonya Mira dari nyonya Azumi. Keduanya untuk persiapan kehamilan. Tuan Dave tadi hanya bilang dan berpesan agar saya menyampaikan terima kasih pada nyonya." jawab asisten rumah itu.
"Baik,, Terima kasih mbak. Kamu boleh kembali bekerja."titah nyonya Azumi.
Nyonya Azumi pun kembali duduk di samping tuan Prasetya.
"Kira kira Mira tersinggung tidak kalau mommy tiba tiba siapkan semua itu?? Ayah kuatir Mira malah berpikir bahwa kita terlalu memintanya segera memberi kita cucu." ucap tuan Prasetya.
__ADS_1
"Mommy yakin Mira wanita yang bisa menerima sesuatu tidak dari segi buruknya ayah. Dia pasti bisa menerimanya dengan pikiran bahwa aku sangat menyayanginya dan memperhatikannya." jawab nyonya Azumi dengan yakin.
"Benar juga kata mommy,, Menantu kita itu berbeda dari wanita wanita lainnya. Ayah bersyukur putra kita itu akhirnya bisa menemukan wanita yang terbaik. Bosan rasanya dulu selalu melihat Dave gonta ganti wanita yang gak jelas itu pacarnya atau bukan." tuan Prasetya mengingat masa masa sebelum Dave mengenal Mira.
"Iya ayah,, setahu mommy sih mereka bukan pacar Dave tapi hanya merelakan dirinya diapain saja sama Dave. Mommy juga senang sejak Dave ketemu Mira semuanya berubah. Dave jadi tak pernah bawa wanita wanita aneh itu,,,Hanya Mira dan Mira seorang sampai akhirnya mereka menikah juga." nyonya Azumi tak kalah terbawa perasaan mengingat masa masa itu.
"Lah kok malah kita yang baper mom??" seru tuan Prasetya menyadari keduanya jadi baper.
"Iya nih,, Ayah sih yang mulai." jawab nyonya Azumi tak mau disalahkan.
"Hahaha,, Mungkin sebaiknya kita mengunjungi bu Gina saja yuk. Kita bisa bicarakan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk resepsi pernikahan di sini. Ayah sekalian mau ajak bu Gina dan adiknya Mira untuk ikut kita ke Jepang biar bisa hadir di resepsi yang di sana nantinya."ucap tuan Prasetya.
"Ide bagus ayah daripada kita di sini baper mikirin Dave. Mommy siap siap dulu ya." jawab nyonya Azumi langsung beranjak ke kamarnya.
Setelah siap semuanya mereka hanya menitipkan pesan pada asisten rumah untuk memberitahu Dave bahwa mereka mengunjungi bu Gina.
🌹🌹🌹
"Miraaa,,, Abi kangen,,," Yudha terlihat duduk di pinggir jalan dan makin kacau dengan rambut dan pakaian yang awut awutan.
Pak Yohannes pun meminta sopirnya menghentikan mobilnya dan turun menghampiri Yudha.
"Yudha,,, Sedang apa kamu di sini?? Apa yang terjadi denganmu?? Kenapa kamu kacau begini??" tanya beliau begitu sampai di depan Yudha.
Pak Yohannes tampak prihatin melihat kondisi Yudha.
"Mira,, Mana Mira?? Bawakan Mira kesini,,, Katakan padanya abi kangen,,," jawab Yudha yang tak mengenali siapa pun yang mendekatinya.
Setiap kali yang menghampirinya laki laki maka ia alan menanyakan di mana Mira,,, Dan jika yang menghampirinya wanita maka dia akan langsung memeluknya dan menganggapnya adalah Mira.
"Mira siapa??" tanya pak Yohannes tak mengerti.
"Bawa Mira kesiniiii!!!" Yudha mulai geram.
__ADS_1
Pak Yohannes mundur mundur karena takut dikasari Yudha. Seorang pedagang asongan yang kebetulan lewat lantas memberitahunya bahwa orang yang sedang diajaknya bicara itu adalah orang gila baru yang sejak kemarin diam di situ dan terus menyebut nyebut nama Mira.
"Itu orang stress pak,,Hati hati jangan dekat dekat nanti dia ngamuk." ucap pedagang itu.
"Apa sudah dilaporkan ke keluarganya atau dinas terkait mungkin??" tanya pak Yohannes.
"Lah kita di sini gak ada yang kenal dia jadi ya mana tay keluarganya siapa. Kalau ke dinas terkait juga gak tau saya pak,,, saya cuma sering mangkal dan lewat sini saja makanya tau ada orang ini sejak kemarin." jawab pedagang itu sekenanya.
Pak Yohannes hanya manggut manggut tak menyalahkan jawaban pedagang itu.
"Sebaiknya aku lapor ke pak Dave,,, Setauku pak Dave ada hubungan sama Yudha. Siapa tau pak Dave bisa bantu." gumam pak Yohannes mengeluarkan ponselnya dan coba menghubungi Dave.
"Hmm tidak bisa dihubungi. Tidak biasanya pak Dave tidak bisa dihubungi begini. Apa aku hubungi pak Reno saja ya biar dia yang menyampaikan ke pak Dave." pikir pak Yohannes.
Tanpa pikir panjang lagi pak Yohannes pun coba menghubungi Reno. Namun sebelumnya beliau terlebih dulu mengirimkan sebuah video pendek pada Dave. Video Yudha yang kacau itu.
"Apa?? Yudha gila?? Yang benar pak??" tanya Reno tak percaya.
"Iya pak,,, tuh bapak lihat sendiri." pak Yohannes pun mengubah panggilan itu menjadi sebuah panggilan video dan mengarahkan kameranya ke arah Yudha yang tengah mengganggu wanita wanita yang kebetulan lewat.
"Baik pak,, terima kasih atas informasinya. Nanti saya akan coba kabari Dave." jawab Reno.
"Baik pak." Pak Yohannes menutup telpon dan meninggalkan tempat itu.
"Kalau Yudha jadi seperti itu,, lantas bagaimana dengan Vera dan anaknya?? Sayangnya aku sudah jauh dari sana dan tidak bisa langsung cek sendiri." keluh Reno.
"Mana Dave gak bisa dihubungi lagi hari ini. Gak biasanya. Mira juga,,,Oohh kalau gak salah kemarin mereka menikah. Mungkin saja mereka masih tak ingin diganggu dulu." gumam Reno yang baru ingat akan pesan Dave yang mengatakan bahwa dirinya dan Mira akan menikah.
Dave memang masih tetap berkomunikasi dengan Reno yang kini sudah tak tinggal di kota yang sama. Reno sibuk menata kembali hidupnya pasca perceraiannya dengan Naina.
Kehidupan yang baru,,,Jiwa baru,,, Kerjaan baru,,, Usaha baru,, semua dimulai Reno dari nol dengan uang dari Dave yang dijadikannya sebagai hutang dan suatu hari nanti akan dikembalikannya pada Dave meski Dave tak memintanya.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹