
Selamat membaca ๐น
Maaf banyak typo ๐
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐น๐น
"Perkenalkan,,, Saya Prasetya ayah Dave. Dan ini Azumi istri saya,,,mommynya Dave. Kedatangan kami kesini tentu saja selain ingin bersilaturahmi dan mengenal keluarga ibu lebih dekat,,, Kami juga ingin membicarakan lebih lanjut lagi tentang anak anak kita bu Gina." Tuan Prasetya membuka pembicaraan.
Hari ini setibanya dari Jepang mereka langsung mengunjungi rumah bu Gina karena desakan putra tunggalnya yang tak mau sedetik pun terlewatkan dan membuat pernikahannya tertunda.
"Iya tuan,,,"jawab bu Gina.
"Oh tidak usah panggil tuan begitu bu,,, Panggil pak saja. Saya tidak mau sebutan tuan menjadi jarak bagi keluarga kita nantinya." ucap tuan Prasetya.
"Baik pak Prasetya dan bu Azumi. Saya selaku ibu dari Mira menerima dan menyambut dengan hati yang senang kehadiran bapak dan ibu ke gubuk saya ini. Ya beginilah kondisi keluarga Mira. semoga berkenan di hati bapk ibu ya." ucap bu Gina.
"Kami senang berada di rumah ibu. Sejuk dan hijau. Ibu suka tanaman dan bunga juga rupanya ya. Sama dengan saya." ucap nyonya Azumi.
"Syukurlah kalau kalian semua senang. Iya bu,,,Saya suka sekali berkebun." jawab bu Gina.
Keduanya lantas terlibat obrolan seru tentang berbagai jenis tanaman hias. Membuat putra tampannya bersungut sungut dan menyenggol tangan mommynya.
"Mom,,, can you just talk about bunga nanti saja???" sungut Dave.
"Oh ya hahaha mommy sampai lupa kalau anak mommy ini sudah tidak sabar mau menikahi Mira. Sabar dong,,, Tuh Miranya saja masih anteng di situ gak kemana mana kok kamunya blingsatan begini. Ayo ayah silahkan dimulai,,, Kasihan tuh anak ayah sudah manyun." goda nyonya Azumi pada Dave.
__ADS_1
"Mommyyyyy,,,," sungut Dave lagi.
Semua tertawa melihat tingkah Dave itu.
"Baik baik cukup godain anaknya. Kita serius lagi sekarang." ucap tuan Prasetya.
"Bu Gina,,, Kami datang kesini juga ingin melamar Zamira anak ibu untuk dijadikan istri anak kami yakni Dave. Dave sudah menceritakan semuanya pada kami tentang siapa dan bagaimana Mira.Dan kami sama sekali tak berkeberatan. Baik itu masalah status Mira maupun agama Mira. Kami bahkan juga tidak keberatan meski Dave memutuskan untuk mengikuti agama Mira." lanjut tuan Prasetya.
"Benar bu,,,Bagi kami agama adalah jati diri dan kata hati. Meski kami berdua ini orang tuanya tapi kami juga tidak bisa memaksakan agama yang kami anut pada Dave.Dan jika memang Dave menemukan jati diri dan kebahagiaannya bersama Mira dan kata hatinya mengikuti agama Mira,,, Maka kami akan melepaskannya dengan penuh kerelaan. Kami akan selalu berdoa demi kebahagiaan anak kami dan Mira nantinya." ucap nyonya Azumi.
"Syukurlah kalau begitu. Berarti tidak ada rasa keberatan sama sekali untuk para orang tua. Jadi kita kembalikan saja urusan ini pada anak anak kita ini saja. Dan untuk lamaran bapak ibu,,,saya selaku ibunya Mira menerimanya. Tapi saya juga akan kembalikan pada Mira karena Mira yang menjalani. " ucap bu Gina.
"Bagaimana Dave?? Ayah, mommy dan bu Gina sudah setuju setuju saja dengan apa pun keputusan kalian. Kamu yakin akan menikahi Mira?? Yakin mampu menjadi imam Mira dalam agama dan dalam rumah tangga?? Yakin bisa jadi pria bertanggung jawab untuk semua kebahagiaan Mira??" tanya tuan Prasetya.
"Ayah bertanya seperti ini padamu dan bukan pada Mira karena ayah tidak mau anak ayah yang menjadi penyebab pernikahan ini nantinya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kalau Mira,,,Ayah percaya dia bisa menjadi istri yang baik. Ayah tidak percayanya malah pada kamu." tegas tuan Prasetya.
"Ingat Dave,,,Ayah disini mewakili kamu bukan hanya untuk melamar tapi juga meyakinkan bu Gina bahwa kamu akan membahagiakan Mira putri yang sudah dilahirkan dan dibesarkan dengan baik oleh bu Gina. Jangan main main dengan kebahagiaannya kelak. Kamu berhutang besar pada bu Gina jika sampai menyianyiakan Mira." tuan Prasetya mengingatkan.
"Iya ayah.Dave paham dan mengerti. Oleh karena itu,, di depan ayah, mommy dan bu Gina serta Mira,,, Dave menyatakan keinginan Dave untuk menikahi Mira karena Dave semata mata ingin hidup berbahagia bersamanya.Meski Dave tau dalam dunia ini tidak hanya ada kebahagiaan saja,,, pasti ada duka juga. Namun dalam duka itu pun Dave ingin tetap menanggungnya bersama sama Mira." ucap Dave tegas.
"Kamu bersedia berbagi suka dan duka bersamaku Mira??Apa kamu menerima lamaranku Mira??" tanya Dave pada Mira.
Mira hendak menjawab ketika sebuah suara lantang tiba tiba terdengar.
"Jangan Mira!!! Jangan terima!!! Abi tidak ridho Mira menikah dengan pria itu!!! Dia tidak baik untukmu Mira!!!" Yudha muncul dalam ruangan itu.
Sontak semua terkejut mendengarnya. Bu Gina yang merasa sudah bicara panjang lebar kemarin merasa kecewa. Tuan Prasetya dan nyonya Azumi yang meski sudah pernah diberitahu Dave tentang mantan suami Mira yang masih menginginkan untuk rujuk tetap saja merasa terkejut dengan kehadiran Yudha.
__ADS_1
Dave yang sudah tau karakter Yudha juga masih terkejut karena tidak menyangka saja pria ini begitu menyebalkan dan muncul di momen pentingnya ini.
"Ayo Mira,,, tolak lamarannya. Demi abi." ucap Yudha mendekati Mira.
Nyonya Azumi memegangi lengan Dave yang hendak menghalangi Yudha. Tuan Prasetya juga mengisyaratkan dengan matanya agar Dave diam di tempat. Dave menurut meski tidak paham kenapa orang tuanya mencegahnya.
"Kalau Dave memang tidak baik untuk Mira,,, Lantas siapa yang paling baik?? Kamu kah?? Yakin?? Atas dasar apa seyakin itu bahwa dirimu sendiri yang paling baik??? Apa lupa bahwa tidak ada yang berhak menilai diri seseorang itu baik atau buruk melainkan sang pemilikNYA?? Hanya penciptaNYA saja yang berhak menilai. Dan dengan menilai Dave tidak baik,,,itu artinya kamu telah menghina ciptaanNYA dan secara tidak langsung menunjukkan keburukan dirimu sendiri." tegas Mira pada Yudha.
Yudha terdiam dan merasa pahit karena Mira sama sekali tak menyebutnya abi.
"Lalu dengan datang menunjukkan keburukanmu sendiri pada Mira,,, Apa kamu kira Mira akan sebodoh itu tetap memilihmu?? Maaf Yudha,,, Panggilan abi selama ini tidak lagi mewakili perasaan sayang dan cinta sebagai istri lagi padamu. Ini hanya panggilan hormat agar Mira tak langsung menyebut nama saja. Tapi makin lama kamu makin menunjukkan keburukan dimana panggilan abi terlalu manis untukmu." Mira makin tegas.
"Sekarang pulanglah Yudha,,, Pergi dan jangan pernah kembali. Aku ingin bahagia. Dulu denganmu aku tak bahagia,,, Kali ini biar aku cari sendiri kebahagiaanku." tegas Mira.
Yudha menelan ludahnya.
"Dave,,, Aku di depan semuanya yang ada di sini,,, tanpa paksaan dan desakan menyatakan bersedia berbagi suka dan duka denganmu. Mendampingimu sebagai istrimu sepanjang sisa umurku. Aku mencintaimu karena Allah." ucap Mira.
Dave tersenyum begitu pula kedua orang tuanya. Bu Gina meneteskan airmatanya untuk keberanian dan ketegasan Mira.
"Aku juga mencintaimu karena Allah,, Kamu menuntunku untuk lebih dekat dengan Rabbku.Terima kasih Mira atas kesediaanmu menerima lamaranku." ucap Dave.
Yudha beringsut keluar dari ruangan itu dengan perasaan hancur sehancur hancurnya.
\=\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya ๐นโค๏ธ
__ADS_1