BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 43


__ADS_3

,Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸


Setibanya kembali di kantor Dave,,, Reno langsung memasuki lift yang akan membawanya ke ruangan Dave yang kini jadi ruangannya juga.


"Pak Reno,,, Ada beberapa berkas yang perlu bapak tanda tangani." kata Mira begitu melihat Reno datang.


"Ok Mira, bawa ke dalam ya,,," titah Reno.


"Baik pak,," sahut Mira sopan.


Mira menyusul Reno yang sudah terlebih dulu masuk dan sudah tampak duduk melonggarkan dasinya. Mira pun menyodorkan berkas berkas yang dimaksudnya. Reno membaca tiap berkas itu sebelum menandatanganinya.


Selesai menorehkan tintanya Reno pun mengembalikan semua berkas itu pada Mira yang masih berdiri menunggu.


"Terima kasih pak. Saya ijin kembali ke meja saya." ucap Mira.


"Tunggu Mira,,, Duduklah dulu." cegah Reno.


Mira yang sudah memutar tubuhnya kembali menoleh dan duduk sesuai perintah Reno meski dalam hatinya ada beberapa pertanyaan.


"Apa kamu tau kalau mungkin ada lowongan atau posisi kosong untuk wanita di kantor ini Mira?" tanya Reno.


"Setau saya ada pak untuk bagian administrasi saja. Kalau boleh tau kenapa ya pak?" tanya Mira balik.


"Oh, ada temanku yang sedang butuh pekerjaan saja." jawab Reno berbohong mengakui Vera sebagai temannya.


"Bapak bisa coba suruh teman bapak mengirimkan CV nya ke email saya. Kebetulan nantinya bagian ini akan berkoordinasi langsung dengan saya." tukas Mira.


"Langsung dengan Mira?? Vera?? Bahaya gak ya,,," batin Reno.


Reno pun tampak berpikir sejenak. Mempertimbangkan segala kemungkinan jika Mira sampai kenal dengan Vera.


"Apa nantinya akan malah membuat hubunganku dengan Vera jadi terganggu ya?? Atau mungkin akan membuat hubungan Vera dan suaminya jadi terganggu juga karena mungkin lama lama Mira dan Vera bisa saja jadi akrab dan saling bertukar cerita tentang kehidupan pribadinya." Reno masih berpikir.

__ADS_1


"Bagaimana pak? Apa masih ada yang bisa saya bantu??" Mira menyadarkan Reno.


"Apa bagian ini nantinya akan sering sekali berhubungan denganmu Mira??" tanya Reno memastikan.


Mendengar pertanyaan itu Mira mulai bisa membaca situasinya. Mira mulai meragukan bahwa itu adalah teman biasa saja bagi Reno.


"Kenapa memangnya pak?? Apa ada hal yang ingin bapak rahasiakan pada teman bapak itu tentang diri bapak?" tanyanya.


"Ah Mira,,,Kamu memang pandai ya hahahha,,, Mira aku akan jujur padamu. Wanita ini bukan sekedar teman biasa bagiku. Bisa dibilang kami memiliki hubungan khusus tanpa sepengetahuan istriku Sofia." terang Reno.


Reno pun ingin memulai cerita tentang rumah tangganya namun Mira mencegahnya.


"Maaf pak,,, Tidak baik membicarakan masalah rumah tangga kita pada orang lain apalagi lain jenis. Seburuk apa pun kisah rumah tangga kita,,Akan lebih baik jika kita simpan sendiri. Jadi bukan saya tidak mau tau apa masalah bapak,,,Tapi saya melarang diri saya sendiri untuk tau terlalu banyak."ucap Mira tegas.


Reno terdiam.


"Dan untuk masalah teman wanita bapak,,, Kalau memang dia butuh pekerjaan bisa saja bapak coba masukkan dia ke kantor ini. Saya akan coba evaluasi dulu apa dia kandidat yang cocok atau bukan. Saya hanya akan menilai dia dari kualitas kerjanya. Namun saya minta,,, urusan pribadi kalian tidak dibawa bawa ke kantor nantinya kalau dia memang bisa diterima di kantor ini. Itu saja kalau dari saya pak Reno,,," tambah Mira.


"Baik Mira,,, Aku mengerti. Aku akan coba beritahu dia untuk mengirim CV nya padamu. Kamu memang selain cerdas,,, kamu juga sangat profesional bekerja. Tidak heran temanku Dave sampai tergila gila padamu. Apa kalian pernah saling berkomunikasi selama ini??" tanya Reno.


Mira menggeleng pelan dan menunduk. Hatinya yang masih perih dan dihujami ribuan rasa rindu kembali terusik.


"Maaf pak,, Rasanya percakapan ini lebih menjurus ke masalah pribadi yang tidak perlu kita bahas di jam kerja bukan?" Mira berusaha menghindari pertanyaan Reno.


Reno tertawa karena sadar dirinya terlalu jauh bertanya.


"Maaf Mira,,, Aku hanya selalu merasa heran kenapa Dave tiba tiba memutuskan pergi. Itu saja. Oh ya,,Apa kamu pernah diajak Dave ke kantor pak Yohannes??" selidik Reno.


"Iya pak,, Pernah sekali saja." jawab Mira.


Mira ingat betul Dave pernah mengajaknya sekali saja ke kantor yang mempertemukannya dengan Yudha di dalam lift nya.


"Kamu kesana sama Dave ketemu pak Yohannes langsung atau dengan staff khusus yang menghandle semua urusan kantor ini??" tanya Reno lagi.


"Dengan pak Yohannes langsung. Setau saya dulu pak Dave tidak pernah menyebut bahwa ada staff khusus yang mengurus segala sesuatunya." Alis Mira tampak mengkerut mengingat ingat.


"Berarti kamu memang belum pernah bertemu dengan staff khusus itu ya,,,"Reno manggut manggut.


"Iya pak,,Apa ada masalah??" tanya Mira.

__ADS_1


"Tidak,,,Tidak ada Mira. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa sekarang ada staff khusus untuk urusan kita di sana. Tapi kamu tenang saja,, Selama Dave belum kembali biar aku saja sendiri yang kesana. Kamu cukup bantu aku siapkan berkas atau proposalnya saja." ucap Reno.


"Baik pak." jawab Mira yang tak berpikir macam macam.


"Kamu boleh kembali ke mejamu Mira." ucap Reno kemudian.


Mira mengangguk dan berdiri lalu melangkah keluar. Reno hanya menatapnya dari belakang. Reno senang karena Mira tidak banyak tanya kenapa dirinya membahas soal staff khusus itu.


Reno memang tidak ingin Mira bertemu dengan Yudha. Reno ingin Mira melupakannya dan fokus pada Dave saja.


Reno pikir dengan memperkecil kemungkinan untuk Mira bertemu dengan Yudha itu bisa membantu mulusnya rencana Dave menguji perasaan Mira. Reno memang masih tidak setuju dengan pemikiran Dave yang malah membiarkan Mira lebih leluasa bertemu Yudha setelah dirinya tidak ada.


"Lagipula kalau Mira tidak bertemu Yudha mungkin akan lebih memperkecil resiko Mira tau siapa Vera sebenarnya setelah Vera nantinya kerja di tempat ini. Hufftt rumit,,,Aku bahkan tidak tau apa sebenarnya mauku ini,,, Hmmm,,," Reno mengacak rambutnya.


Reno yang masih pusing melirik ke arah ponselnya yang bergetar. Sebuah pesan masuk dari Vera.


"Apa kata orang kantormu?? Apa ada posisi kosong??" tulis Vera.


"Ada,, Hanya bagian administrasi saja tapi. Apa kamu bisa??" balas Reno.


"Itu urusan gampang. Aku kan pernah juga kerja begituan." jawab Vera.


"Kalau begitu coba saja kirimkan Cv mu ke alamat ini."tulis Reno mengetik alamat email Mira.


"Kenapa harus kirim Cv segala sih?? Apa kamu tidak bisa langsung memasukkanku??" protes Vera.


"Tidak bisa Ver,,, Aku tidak punya wewenang untuk itu. Itu akan jadi urusan orang kantor ini. Mereka yang punya standar untuk kandidat barunya." terang Reno.


"Baiklah,, Aku coba saja. Masak sih gak diterima. Latar belakang pendidikanku juga lumayan kok." jawab Vera.


"Ya coba saja,,,Tidak ada salahnya. Yang penting nanti kalau sudah diterima jaga sikapmu baik baik. Kita tidak bisa seenaknya di jam kerja."Reno memperingatkan.


"Ok sayang,,," Sebuah emoji cium menutup percakapan digital mereka.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2