BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Kwetiaw lagi??


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸


Kenapa Dave terkesan pergi dengan mendadak,,,?


Kenapa tak membahasnya denganku,,,?


Padahal kemarin semua masih baik baik saja,,,


Dia bahkan masih mengantarku pulang kerja,,


Ada apa dengannya,,,?


Apa ada yang salah,,,??


"Mira,,, Miraaaa,,,,"


Suara Reno menyadarkan Mira dari lamunannya. Sedari tadi Mira mempertanyakan dalam hati apa alasan Dave melakukan semua ini.


"Oh maaf pak Reno. Maaf,,,Saya tidak fokus. Iya saya akan berusaha juga semaksimal mungkin untuk bisa bekerjasama dan mengimbangi cara kerja pak Reno. Boleh saya permisi dulu kembali ke meja saya pak,,,??" ijin Mira.


"Terima kasih Mira. Iya silahkan kembali,,," sahut Reno.


Mira dengan cepat bangkit dari kursi itu dan menuju pintu.


"Mira,,, Kamu tak ingin bertanya di mana Dave sekarang??" tanya Reno saat Mira hendak membuka pintu.


"Tidak pak,,, Kami cukup dekat untuk pak Dave merasa percaya pada saya dan mengatakan alasan dan tujuannya pergi. Namun kali ini beliau tidak mengatakan apa pun pada saya. Saya anggap beliau sedang tidak ingin saya tau apa pun yang menjadi urusannya saat ini dan saya menghormati keputusannya itu. Saya permisi pak Reno. Jika ada apa apa bapak bisa memanggil saya." ucap Mira sopan dan menutup pintu.


Reno tersenyum dan memandangi cctv yang mengarah ke meja Mira seperti yang biasa dilakukan Dave.


Dari sana Reno bisa melihat Mira yang tampak berkali kali mengusap airmatanya dengan tisu. Wanita itu tampak sedih dengan kepergian Dave.


Hal itu membuat Reno senang karena mengetahui bahwa Mira merasa kehilangan.


"Pilihan lo emang gak salah Dave,,, Mira patut diperjuangkan. Semoga saja keputusan yang lo ambil ini bisa membawa kalian berdua bertemu di satu titik yang terbaik bagi kalian berdua." gumam Reno.


Reno menarik napasnya dalam dalam sebelum mengambil alih semua pekerjaan Dave. Sebagai sesama pengusaha muda tidak sulit baginya mempelajari dan memahami segala sesuatunya. Terlebih lagi Reno juga sering terlibat pekerjaan dengan Dave.


Dia hanya butuh sedikit waktu untuk mempelajari materi meeting dengan pihak perusahaan pak Yohannes nanti.


"Pak Reno,, Sudah waktunya ke kantor pak Yohannes." kata Mira di telpon.

__ADS_1


"Baik Mira. Aku sudah siap kok ini. Terima kasih sudah mengingatkanku." jawab Reno.


Reno pun mengenakan jasnya kembali dan membawa semua berkas yang diperlukan. Reno keluar ruangan dan melihat Mira sudah siap menemaninya ke kantor Pak Yohannes.


"Mira,,, Kali ini kamu tidak perlu ikut dulu ya. Biar aku sendiri saja ke sana. Aku sudah bawa semua berkas yang kuperlukan nantinya." kata Reno.


"Baik pak." sahut Mira tanpa banyak protes.


"Ngomong ngomong hasil kerjamu sangat rapi dan membuatku tidak bosan mempelajarinya." puji Reno.


"Terima kasih pak Reno. Pak Reno hanya melebih lebihkan saja." jawab Mira.


Reno tersenyum lalu meninggalkan Mira. Reno tau Mira hanya berusaha sebisa mungkin tidak menampakkan kegalauannya hari ini. Untuk itu Reno tidak mau berlama lama mengganggunya.


"Biar dia punya waktu sendiri dulu untuk menenangkan hatinya." batin Reno.


Mira membuang napasnya kasar saat melihat pintu lift Reno tertutup. Matanya kembali digenangi airmata. Sekuat tenaga Mira menghalaunya tapi tetap saja airmata itu begitu lancang lolos keluar.


Mira sangat merasa kehilangan dan merindukan Dave.


Ditelungkupkannya wajahnya ke mejanya. Dipuas puaskannya menangisi Dave.


"Kenapa Dave,,, Kenapa kamu pergi begitu saja saat hatiku makin berbunga. Saat cintaku makin mekar untukmu." sesal Mira.


🌸🌸🌸🌸


Tokyo pun terasa sendu oleh airmata Dave.


Dave tau Mira sangat berusaha keras membuat dirinya tetap fokus dalam pekerjaannya. Namun tampaknya usahanya itu gagal terus.


"Maafkan aku Mira. Aku terpaksa melakukan semua ini agar aku yakin dan dapat jawaban yang tepat atas kegundahanku selama ini. Ku harap kamu bisa bertahan dan terus merindukanku seperti ini. Ku harap kamu tak akan berpaling dan pindah ke lain hati." gumam Dave.


"Dave,,, Ayo makan dulu. Kamu pasti lapar kan habis perjalanan jauh. Ayo mommy sudah masak." ucap mommynya dari balik pintu kamarnya.


"Iya mom,,, Dave akan segera menyusul." jawab Dave.


"Jangan buat Ayah lama menunggu ya,,," pesan mommynya.


"Ya mom,,," jawab Dave lagi.


Dave segera menyeka airmatanya dan mencuci muka agar terlihat lebih fresh. Dave tau ayahnya tidak suka menunggu lama jadi Dave pun segera menyusul ke meja makan.


"Hai ayah,,," sapa Dave.


"Hmm anak ayah sudah datang rupanya ya,,, Ayo kita makan dulu. Habis makan kita bisa ngobrol banyak." kata ayahnya.


Dave hanya tersenyum dan menghirup aroma masakan mommynya yang sudah lama dirindukannya. Mommy memasak banyak hari ini untuk menyambut kedatangan putranya yang lama tinggal di Indonesia.

__ADS_1


Mommy keluar lagi dari dapur dan membawa sepiring besar kwetiaw. Mata Dave melotot.


"Moooomm,,, Are you serious?? Kwetiaw??" protes Dave.


"Kenapa memangnya?? Kamu masih tidak suka kwetiaw??" tanya mommy.


"Masihlah mom,,," sahut Dave dengan nada manja dan kesal.


"Coba dulu lah,,,Masakan mommy kan enak." kata ayah.


"Dave tau,,, Tapi Apa sih enaknya kwetiaw??" sungutnya.


"Jangan banyak protes. Hargai mommy yang sudah sepenuh hati memasaknya untukmu." kata ayah.


Dave memonyongkan bibirnya membuat mommynya gemas dan menekan bibir putra semata wayangnya itu.


"Apa di Indonesia kamu juga tidak pernah memakannya??" tanya ayah.


"Sering sama Mira,,," sahut Dave cepat lalu dengan cepat juga menutup mulutnya.


"Uuppss" Dave keceplosan.


"Mira???" tanya ayah dan mommy serempak.


Keduanya menatap tajam pada Dave yang celingukan dan meringis. Selama ini Dave pura pura menyukai kwetiaw hanya karena tak ingin membuat Mira merasa bersalah memesankan makanan yang salah.


"Hmm jadi Mira jauh lebih bisa memaksamu makan kwetiaw daripada mommy??" tanya mommy.


"Begitulah cinta,,, Kwetiaw yang dibenci pun bisa berasa spaghetti,,," celetuk ayah.


"Ayaaahhhh,,,,!!!" Sungut Dave.


"Jadi anak mommy ini sudah jatuh cinta beneran?? Tidak main wanita lagi,,,?? Sampai sampai mau makan kwetiaw yang merupakan makanan yang paling tidak disukainya??? Mommy jadi penasaran seperti apa sih calon menantu mommy itu,,," goda mommy.


Ayah dan mommy pun menertawakan Dave yang pipinya bersemu merah.


"Sudah sudah stop menggoda Dave." sungut Dave sambil menyendok kwetiaw masakan mommy.


"Pas makan bayangkan saja wajah Mira mu itu Dave,,,Pasti tambah enak lagi kan,,," goda ayah lagi.


Dave hanya tersenyum mendengar ucapan ayah. Ayah dan mommy membayangkan calon menantunya itu adalah wanita seksi dan cantik rupawan. Berkelas dan modis. Setara dan seimbang dengan Dave.


"Dave bahkan belum pernah tau wajah Mira ayah,,, Dia juga berpenampilan tidak seperti kebanyakan wanita yang Dave kenal. Mungkin dia jauh dari kata modis apalagi berkelas. Tapi Dave sudah sangat mencintainya." jawab Dave sambil mengunyah kwetiaw rasa cinta itu.


Mommy dan ayah hanya berpandangan mendengar jawaban Dave.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸


__ADS_2