
Selamat membaca ya 🤓
Semoga suka 🌺
Maaf banyak typo 🙏
®®®®®®®®®®®®®®
🌺
"Sudah semua saya laksanakan pak"
Pak Yohannes melapor pada Dave tentang semua fasilitas yang sudah diberikan pada Yudha. Dave mengucapkan terima kasih atas bantuan pak Yohannes itu.
"Saya sudah mengirimkan uang ke rekening pribadi bapak sebagai tanda terima kasih saya karena bapak sudah membantu saya." ucap Dave.
"Terima kasih pak,, sebenarnya tidak perlu begitu. Apa yang sudah pak Dave berikan untuk perusahaan kami ini sudah lebih dari cukup." kata pak Yohannes.
"Apa yang bapak lakukan untuk saya jauh lebih berharga bagi orang terdekat saya jadi bapak pantas mendapatkannya.. Silahkan bapak cek rekening bapak ya. Terima kasih" Dave mengakhiri pembicaraannya.
Pak Yohannes terbelalak membaca sebuah pesan masuk di ponselnya. Tak tanggung tanggung walau hanya berakting begitu,, Dave memberikan dua puluh lima juta pada pak Yohannes.
Jangankan dua puluh juta,,, seluruh harta kekayaannya pun akan dia korbankan demi melindungi Mira.
"Apa istimewanya Yudha bagi pak Dave sampai pak Dave tidak berpikir panjang mengeluarkan uang sebanyak ini??" pikir pak Yohannes.
Pak Yohannes yang jelas jelas tau bahwa performa kerja Yudha hanya biasa saja sebenarnya merasa heran kenapa Dave malah memilihnya sebagai orang yang mengurus semua kerjasama antara pihaknya dengan Dave.
Yudha bisa saja mengacaukan semuanya,,,
Namun kemudian beliau pikir lebih baik tidak ikut campur dalam urusan ini mengingat juga bukan beliaulah yang akan menggaji Yudha.
🌺
Yudha segera membayar semua biaya persalinan Vera dan membawanya pulang hari itu juga. Dengan banyaknya sisa uang yang ada Vera mendadak sembuh dan tak merasakan sakit atau nyeri apa pun di perutnya.
"Mau diapain uang sebanyak ini mas?? Aku mau beli perhiasan dan tas yang mahal mahal ahh" seru Vera sesampainya mereka di rumah.
Vera memandangi terus saldo atm Yudha yang masih menggemuk itu.
"Aku ingin servis mobil Ver,,, mobilku sudah mulai rewel." kata Yudha.
__ADS_1
"Iihh kamu itu mas,,, ganggu kesenangan orang Aja. Masak mobil kamu yang kamu pikirkan." sungut Vera.
Yudha meletakkan kembali gelas yang berisi air yang hendak diminumnya.
"Servis mobil kan cuma dua jutaan saja Ver,,, tasmu saja bisa lima jutaan harganya. Ayolah jangan pelit begitu lah,, kan itu juga uangku" kata Yudha.
"Mas,,!!! Uang suami itu uang istri,,, jadi ya suka suka istri kan mau pakai apa,,," ketus Vera.
"Aahh,,, terserah kamu sajalah,,, yang penting kamu jangan malu saja kalau suatu hari mobilku mogoj. Naik jabatan tapi mobilnya butut." tukas Yudha.
Vera tak menjawab lagi namun membuat gerakan seakan mengomel di bibirnya. Yudha hanya geleng kepala melihatnya.
"Jangan lupa juga sisakan uang untuk ibuku Ver,,," titah Yudha.
"Aduuhhhh,,, mas,, ibu ibu ibu dan ibuuuu saja terus yang kau pikirkan. Ibumu itu sudah cukup kau beri uang selama ini. Sekarang itu kamu harus fokus sama masa depan anak kita." ketus Vera.
Yudha lagi lagi mengelus dada.
"Seandainya saja istriku masih Mira,,, dia pasti membagi dengan baik uang itu dan sama sekali tak memikirkan dirinya sendiri." batin Yudha.
Yudha pun kembali tenggelam dalam penyesalannya. Namun tiap kali Mira memanggilnya dengan panggilan yang sama meski mereka telah bercerai sekian lama,,, semangat Yudha pun kembali menyeruak.
Mengingat Mira membuat Yudha ingat bahwa dia berjanji akan mengirimkan nomer rekeningnya pagi ini.
"Mira,,, abi tidak jadi pinjam uang. Abi sudah dapat rejeki dari perusahaan." ketik Yudha yang langsung menghapus pesan itu begitu terkirim.
Yudha berharap Mira segera membalasnya sebelum Vera kembali dari kamar mandi dan sibuk dengan ponsel Yudha lagi.
"Syukurlah abi,,, semoga rejeki abi tetap lancar." balasan dari Mira itu pun segera dihapusnya.
Yudha pun merasa lega.
🌺🌺
"Apa Yudha mantan suamimu jadi meminjam uang darimu Mira??" tanya Dave saat mereka menikmati santap siangnya di kantor.
Mira menggeleng.
"Dia tadi bilang bahwa dirinya mendapat rejeki dari perusahaannya. Aku turut senang mendengarnya." sahut Mira.
Dave hanya mengangguk mendengarnya. Dave pun melanjutkan makannya begitu juga Mira.
__ADS_1
"Apa kalian berencana rujuk??" tanya Dave setelah mereka selesai makan.
Mira menatapnya.
"Maaf Mira,,, tolong jangan kaitkan pertanyaanku ini dengan pernyataan cintaku padamu kemarin.. Aku hanya ingin bertanya sebagai sahabatmu saja. Lagipula aku tak punya hak untuk melarang kalian rujuk kembali bukan,,, bagaimana pun juga dia seiman denganmu,,," kata Dave.
"Dave,,," lirih Mira.
"Aku tidak apa apa Mira,,, sungguh,,, jika kamu benar ingin rujuk dengannya aku hanya punya satu permintaan padamu. Pastikan dia tidak lagi menyakitimu. Itu saja,,," ucap Dave.
"Dave,,, aku tidak tau. Aku sungguh tak punya jawaban untuk itu saat ini." lirih Mira.
"Aku tak bisa memilih antara menerima ajakan rujuknya atau memilihmu seberapa besarnya pun aku menginginkannya Dave,,,," batin Mira sendu.
Meski Mira sudah membuktikan sendiri bahwa agama tidak bisa menjadi jaminan bahwa seseorang akan bertindak baik,,, bahwa seorang pria muslim pun tidak memberikan jaminan akan bisa membawanya ke JannahNYA,,,
Membuktikan juga pria itu malah sibuk membawakan neraka baginya,,, menorehkan luka demi luka dalam hatinya,,,
Dan kini ada seorang pria non muslim tengah duduk di hadapannya dan sudah selalu ada untuknya dan menghapuskan luka luka hatinya dulu dengan segudang tawa dan kebaikan,,,,
Tapi Mira pun sadar betul ada jurang menganga di antara mereka,,,,Jurang lebar yang tidak bisa begitu saja Mira lewati,,,
Mira sadar bahwa perbedaan keyakinan di antara keduanya membuat mereka tak bisa melangkah lebih jauh lagi,, apalagi memikirkan pernikahan Karena keduanya tau bahwa para ulama telah memutuskan bahwa perkawinan antara seorang muslimah dengan laki-laki non muslim hukumnya haram kecuali pria itu telah masuk dan menjadi muslim.
Mira pun sadar dirinya tidak bisa memaksakan Dave mengikuti keyakinannya jika bukan Dave sendiri yang berkeinginan untuk bersyahadat seperti dirinya dulu sebelum menikah dengan Yudha,,,
Oleh karena itu,,, Untuk saat ini Mira hanya bisa mencintai Dave dalam doa doanya,,,
Dave tak lagi bertanya setelah Mira mengatakan ketidaktauannya akan jawaban pertanyaannya itu. Dave paham bahwa Mira butuh waktu untuk berpikir dan Dave tak ingin mengganggunya,,,,
"Apa pun keputusanmu,,, aku tetap menjadi sahabatmu Mira,,," akhirnya Dave hanya mengatakan itu meski dalam hatinya berharap agar Mira tak akan pernah memutuskan untuk kembali.
"Terima kasih Dave,,, sudah selalu baik kepadaku" ucap Mira.
Dave hanya tersenyum lalu mengajak Mira kembali bekerja karena jam istirahat sudah usai. Dave pun kembali ke ruangannya dan memperhatikan Mira dari layar monitor cctv nya.
"Aku sanggup selamanya membujang dan menemanimu jika perbedaan di antara kita memang tak akan pernah menyatukan kita Mira,,, aku mencintaimu tanpa syarat,,, Tak perlu kau harus menjadi milikku,, tak perlu harus menjadi istriku,,,," gumam Dave.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih 🌺