
Selamat membaca ya,,, semoga suka πΊ
πΊπΊπΊπΊ
"Mas,,, kamu jangan kemana mana hari ini,, sepulang kerja langsung pulang!!" ketus Vera pagi itu.
"Iya Ver,,, pagi pagi kamu sudah ribut saja. Mana kopiku??" tanya Yudha.
"Buatlah sendiri,, yang minum dan menikmati kan kamu,, kenapa harus aku yang repot sih???" sungut Vera.
"Tapi itu kan tugasmu Ver sebagai istri,,," jawab Yudha.
"Carikan dulu aku uang yang banyak,,, jual dulu itu rumah yang kau beli dengan mantan istrimu itu,,, limpahi dulu aku dengan segala kemewahan baru kamu tuntut tuh kewajibanku,,," bantah Vera.
"Vera kamu,,,,!!!" Yudha kesal.
"Apaaa,,," tantang Vera.
Yudha meredam emosinya melihat perut besar Vera. Dia tidak ingin kasar pada ibu dari anaknya itu. Dia tidak mau terjadi apa apa pada keduanya.
Yudha berharap Vera bisa melahirkan dengan normal saja agar tak terlalu banyak menghabiskan biaya. Tabungan Yudha sudah sangat menipis bahkan cenderung habis.
Selama ini Vera menyuruhnya menjual saja rumah yang dulu dibelinya saat menikah dengan Mira namun Yudha tak bisa begitu saja menjual rumah yang atas nama Mira itu.
Belum lagi selama ini dirinya memang hilang kontak dengan Mira. Dan baru kemarin bisa menemui Mira.
Hey,, Yudha jadi punya akal,,,
"Kamu masih ingin aku menjual rumah itu Ver??" tanya Yudha lagi.
"Harus berapa kali aku menyuruhmu mas?? Sebentar lagi aku akan melahirkan,, gajimu sebagai karyawan rendahan tidak cukup untuk itu. Mobil butut itu juga tidak bisa dijual karena itu satu satunya alat untukmu kerja." jawab Vera ketus.
"Tapi itu artinya aku harus menemui Mira" lirih Yudha pura pura berat hati.
"Apa tidak bisa dijual sendiri saja,, lagipula aku tidak mau wanita itu meminta bagian nantinya,," sungut Vera.
"Ya tidak bisa Ver,,, siapapun pembelinya pasti akan meminta tanda tangan Mira selaku atas namanya." jawab Yudha.
Vera tampak berpikir sejenak. Dirinya sangat takut jika Yudha yang selama ini masih sering membanding bandingkan dirinya dengan Mira itu malah jatuh cinta lagi pada Mira jika dia mengijinkan mereka bertemu tanpanya.
Namun kondisinya yang tengah hamil tua begini membuat dirinya tidak bisa bepergian jauh. Lagipula dirinya juga merasa tidak percaya diri jika harus bertemu dengan Mira dengan kondisi seperti ini.
Bukan tanpa alasan jika dia merasa kalah,,
__ADS_1
Vera pernah melihat foto Mira saat sebelum dia berniqab seperti sekarang. Mira dengan wajah cantik yang jauh lebih cantik darinya itu membuat dirinya merasa kalah saing.
Tapi Vera juga tidak bisa memikirkan egonya sendiri karena kebutuhan ekonomi mereka sudah sangat mendesak.
"Jika aku mengijinkanmu menemuinya,,, apa kau bisa janji padaku bahwa kau tidak akan tergoda wanita tukang selingkuh itu lagi???" tanya Vera.
"Vera jaga bicaramu,,, dia tidak seperti itu!!!" ketus Yudha.
"Bukannya kau sendiri yang menceraikannya karena dia berselingkuh darimu?? Kenapa sekarang kau membelanya mas?? Jangan jangan benar apa yang ku takutkan bahwa kau masih menginginkannya!!!" tuduh Vera.
Yudha bingung.
Satu sisi apa yang dituduhkan oleh Vera itu memang benar adanya,,, Yudha memang sangat menginginkan Mira menjadi istrinya lagi,,, tanpa sepengetahuan Vera saat ini.
Namun di satu sisi,,, Yudha tak ingin Vera menambah rasa bersalahnya pada Mira karena Vera menjelek jelekkan diri Mira yang saat ini Yudha tau bahwa itu semua tidak benar.
Tuduhan itu,,,
Perselingkuhan itu,,,
Semua tidak benar!!!
Yudha sudah sangat menyesali itu sejak pertemuannya dengan tetangganya yang membonceng Mira waktu itu. Tetangganya itu heran dan menyayangkan kenapa Yudha melepas istri sebaik Mira.
πΊπΊπΊπΊ
"Apa kabar pak Yudha?? Lama sekali kita tidak bertemu sejak terakhir bapak liburan terakhir ya,,," sapa pak Dedi tetangga di perumahan Yudha.
Yudha yang sudah mendengar bahwa pria itu adalah selingkuhan Mira merasa emosinya naik di ubun ubun melihat pria itu.
"Apa kabar bu Mira pak?? Perumahan ini sangat merasa kehilangan sosok bu Mira,,, meski bu Mira hampir selalu berdiam diri di rumah,, tapi kami semua,,, para tetangga merasa sangat rindu dengan bu Mira yang tiap pagi mencabuti rumput di halaman rumah bapak ini,,," kata bu Dedi.
Yudha sedikit merasa heran kenapa wanita itu sama sekali tidak tampak kesal membicarakan Mira yang merupakan selingkuhan suaminya.
Bukankah bu Ambar bilang seluruh perumahan juga tau bahwa Mira telah berselingkuh dengan pak Dedi,,,,
"Kalau boleh tau kenapa sih pak kok pak Yudha melepas bu Mira?? Sayang lho pak,,," kata bu Dedi.
Pak Dedi langsung menepuk bahu istrinya.
"Ibu ini apa apaan sih,,, tidak sopan bertanya seperti itu sama pak Yudha." kata pak Dedi.
Yudha makin tidak mengerti mengapa malah bu Dedi menyayangkan perginya Mira dari perumahan itu. Bukankah itu bagus untuknya,,,??
__ADS_1
"Bu Mira kan baik pak Yudha,,,, meski jarang keluar tapi suka nolong tetangganya kalau kesusahan,,, makanya waktu itu saya sama sekali tidak keberatan pas suami saya membonceng bu Mira." kata bu Dedi lagi.
Paaasss,,,
Inilah yang ingin Yudha dengar,,,
"Kasihan bu Mira waktu itu berusaha menghidupkan sepeda motornya yang mogok,,, makanya saya paksa biar bu Mira mau bonceng sama suami saya." kata bu Dedi.
"Sayangnya itu terakhir kali kami ketemu bu Mira,,, gak terasa sudah tujuh tahun ya,," lanjutnya.
"Apa kalian disini tidak tau kabar perselingkuhan Mira??" tanya Yudha memberanikan diri agar dirinya dapat kebenaran.
"Astaghfirullah pak Yudha,,, mana mungkin wanita sebaik bu Mira melakukan hal seperti itu. Kami disini semua justru bingung kenapa tiba tiba dengar bahwa pak Yudha menceraikannya. Jadi karena itu pak??" tanya bu Dedi lagi.
"Pak Yudha,,, maaf sebelumnya,,, apa ini ada kaitannya dengan saya yang sudah membonceng bu Mira waktu itu??" tanya Pak Dedi yang langsung bisa menebak.
Yudha hanya mengangguk lalu menceritakan semuanya pada keduanya. Pak Dedi dan istrinya tampak antusias mendengarkan.
"Astaghfirullah,,,, saya doakan Siapa pun yang sudah begitu laknat dan tega memfitnah wanita soleha seperti bu Mira,,, semoga Allah mengampuninya ya pak Yudha" pungkas bu Dedi yang merasa emosi sebagai wanita.
Yudha linglung.
Yudha merasa ditampar berkali kali tiap bu Dedi memuji kebaikan Mira. Yudha ingat betul saat Mira juga menjelaskan duduk perkaranya.
Namun Yudha yang sudah gelap mata dan terpengaruh dengan ucapan bu Ambar,,, tidak menggubrisnya dan langsung menceraikannya.
"Bu,,, kenapa ibu tega melakukannya pada kami?? Apa salah Mira pada ibu??" batin Yudha yang bisa mengingat betapa istrinya itu memuliakan ibu mertuanya meski ibu mertuanya sering menyakiti batinnya.
Yudha merasa lututnya tak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Dirinya sangat menyesal telah begitu bodoh melepas bidadari secantik Mira.
Bidadari itu cantik,,,
Cantik jiwa dan raga,,,
Cantik lahir batin,,,
Dan dirinya telah begitu bodoh pernah menyakiti dan sampai melepas bidadari terbaik pemberian Rabb nya,,,
Ampuni abi Mira,,,
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih π