BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 59


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


"Kenapa Vera segampang itu menerima ganjarannya??? Enak sekali dia tidak perlu merasakan dinginnya penjara. Sialan,,,!!!" gerutu Yudha sesampainya di rumahnya.


"Tapi tunggu,,, Apa tidak terlalu berlebihan rasanya jika aku tak mengurus jenazahnya?? Lagipula aku belum sah bercerai dengannya meski secara lisan aku sudah mentalaknya. Bagaimana nanti pandangan orang kepadaku??" Yudha bimbang dan memikirkan nama baiknya.


"Ahh persetan,,, Biar sekalian orang orang tau kalau Vera selingkuh dariku dan tak akan ada yang menyalahkanku meski aku tak sudi mengurus jenazahnya." Yudha tak ambil pusing lagi.


Dan benar saja,,,


Pihak keluarga Vera yang mencari kejelasan kenapa bisa terjadi hal seperti ini pada Vera hanya pulang kembali dengan wajah tertunduknya setelah Yudha berkoar koar tentang perselingkuhan Vera.


Untungnya pihak keluarga Vera dengan tangan terbuka menerima bayi Vera dan merawatnya. Yudha tak menghadiri pemakaman Vera. Desas desus dan omongan tetangga tentang perilaku buruk Vera pun menambah terpukulnya hati pihak keluarga.


Yudha puas.


"Setidaknya aku senang melihat keluargamu yang sok suci itu jadi menanggung malu akibat ulahmu Vera,,," sinis Yudha.


"Sekarang aku sudah bebas,,, Aku duda dan aku yakin hal ini akan lebih mempermudah aku untuk kembali memikat simpati Mira,,, Abi tidak akan menyerah begitu saja meski kamu sudah menegaskan bahwa kamu menerimanya Mira,,, Abi tau Mira hanya emosi saat itu." gumam Yudha masih penuh semangat ingin mendapatkan kembali Mira.


🌹🌹🌹


"Ibu hanya bisa mendoakan dan merestui pernikahan kalian nak,,, Ibu sudah tua nak, Ibu lebih tenang mengetahui Mira sekarang kembali menemukan calon imamnya. Apalagi jika orang itu adalah kamu nak Dave,,, Ibu makin tenang." ucap bu Gina, ibunya Mira.


Bu Gina yang sudah cukup lama mengenal Dave sudah tau dan dengar banyak hal tentang Dave. Baginya Dave mang pria yang baik. Untuk itu saat pria baik itu melamar Mira,,, Tentu saja bu Gina tak banyak berpikir lagi untuk menyatakan persetujuannya.

__ADS_1


"Terima kasih ya bu. Dave bersyukur sekali mendapatkan restu dari ibu. Dave tidak mau banyak janji sama ibu tapi Dave akan buktikan bahwa Dave hanya ingin membawa kebahagiaan untuk Mira. Dave ingin selalu bersama Mira sampai nanti maut yang memisahkan kami."jawab Dave.


Bu Gina dan Mira tersenyum mendengarnya.


"Selamat ya Mira,,, Akhirnya tuhan menjawab semua doamu selama ini. Penantian panjang dan kesabaran kalian menjaga cinta yang selama ini hanya dalam doa akhirnya terjawab sudah." ucap bu Gina.


"Terima kasih ya bu. Ini semua juga pasti berkat doa ibu." jawab Mira lembut.


Dave merasa adem melihat kedua wanita itu saling berpelukan bahagia. Senyum bahagia keduanya membuat Dave lega. Dan tentunya sebentar lagi senyum yang sama akan mewarnai wajah orang tuanya juga begitu dia mempertemukan mereka dengan Mira.


"Oh ya bu,,, Dave mau minta ijin juga sama ibu. Setelah kami menikah nanti,,, Dave berencana pindah ke Jepang saja karena kebetulan kantor Dave yang lebih besar ada di sana. Dave ijin membawa Mira kesana bu. Kalau ibu mau ikut juga,,,Dave malah akan sangat senang karena kita bisa semua berkumpul di sana sama mama dan papa Dave juga." ucap Dave.


"Kemana pun kamu mau membawa Mira setelah kalian menikah,,,Ibu tidak akan keberatan selama itu demi kebahagiaan rumah tangga kalian. Kamu akan memiliki hak penuh atas diri Mira. Tapi tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih ibu pada nak Dave,,,Ibu menolak untuk ikut ke Jepang karena adik Mira kan masih kuliah di sini nak. Setidaknya biarkan dia menyelesaikan pendidikannya dulu." ucap bu Gina.


"Sebenarnya itu bisa diatur bu,,, Tapi Dave tidak mau memaksa. Dave hanya berpesan,,, Kapan pun ibu berubah pikiran,,,Ibu bisa langsung menghubungi Dave atau pun Mira biar kami mengurus semuanya. Bukan begitu Mira??." ujar Dave penuh dengan senyuman.


"Iya bu,,,Jangan pernah sungkan pada kami." Mira menimpali.


"Apa itu bu?? Katakan saja." jawab Dave.


"Kalau memang nak Dave sudah mantap,,, Tolong sebelum menikah nak Dave terlebih dulu mengesahkan status mualafnya dulu biar pernikahan kalian lebih afdol. Meski ibu ini berbeda keyakinan juga dengan Mira namun sedikit tidaknya ibu tau bahwa pernikahan dua agama tidak dilegalkan di negara kita,,," ucap bu Gina perlahan agar tak menyinggung hati Dave.


"Pasti bu,,,Dave sama Mira sudah mengatur untuk hal itu." ucap Dave mantap.


"Syukurlah kalau begitu,,,Ibu doakan segala sesuatunya lancar ya." bu Gina mendoakan yang terbaik.


"Aamiin,,,,"


Setelah dirasa cukup berbincang dengan bu Gina,,, Dave dan Mira pun pamit untuk kembali ke kantor lagi. Maklum saja meski sedang merencanakan pernikahan namun mereka masih banyak pekerjaan terutama setelah Reno pergi. Tentu Dave harus memeriksa ulang semua pekerjaan Reno selama ini.


Meski dia tetap mengikuti selama ini namun sang perfeksionis tidak akan percaya begitu saja sebelum melakukan dobel cek.

__ADS_1


Bu Gina mengantarkan keduanya hingga ke depan pintu. Tak lupa juga berpesan agar keduanya hati hati di jalan. Lambaian tangan bu Gina perlahan turun begitu mobil mewah Dave makin menghilang dari pandangan mata.


Bu Gina pun masuk kembali ke rumah.


"Selamat siang ibu,,,," suara yang cukup dikenal bu Gina terdengar membuat bu Gina langsung menoleh.


"Nak Yudha,,," seru bu Gina.


Bu Gina terkejut bukan main melihat Yudha sudah berdiri di depannya dengan wajah memelasnya. Tangis bu Gina pun tak tertahankan mengingat seperti apa dulu baiknya Yudha memperlakukannya dan adik Mira.


Bu Gina tau,,,Yudha sebenarnya baik sebagai anak meski dia kalah dengan aturan ibunya dan belum mampu menjadi sosok suami yang baik.


Bu Gina langsung memeluk Yudha dan mencurahkan rindunya pada mantan menantunya itu. Yudha pun melakukan hal yang sama. Yudha ingat betul betapa dulu bu Gina juga sangat menyayanginya dan memperlakukannya dengan sangat baik.


"Ibu apa kabar??? Yudha minta maaf ya bu baru kali ini bisa mengunjungi ibu,,," Yudha meminta maaf.


"Ibu baik nak,,,Kamu sendiri bagaimana?? Ayo masuk dulu,,," ajak bu Gina.


"Yudha sedang tidak baik bu. Yudha baru kehilangan ibu,,,Yudha juga baru bercerai." Yudha mulai menceritakan semua hal yang dialaminya pada bu Gina.


"Sabar ya nak Yudha. Yakin dan percaya saja bahwa tuhan tidak pernah memberi cobaan pada hambaNYA melebihi batas kemampuan hamba itu sendiri." Bu Gina menepuk bahu Yudha.


"Tapi bu,,, Mira,,, Apa ibu mengijinkan jika Yudha ingin mengajaknya kembali rujuk dengan Yudha. Sekarang kan ibu sudah tiada,, Yudha yakin kami akan bisa bahagia.Bukan berarti Yudha bersyukur atas kepergian ibu,,,namun Yudha jadi yakin nantinya tidak akan ada yang terlalu campur tangan lagi dalam rumah tangga kami." ucap Yudha mengutarakan keinginannya.


Bu Gina diam.


"Bagaimana bu???" Tanya Yudha.


\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹

__ADS_1


__ADS_2