
Happy reading ya πΊ
Maaf banyak typo ππ
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΊπΊ
Keesokan paginya Dave langsung menghubungi pak Yohannes selaku pemilik kantor tempat dirinya bertemu Yudha di lift kemarin.
Dave ingin menanyakan apakah Yudha itu karyawan atau sekedar tamu saja di kantor itu. Dari keterangan pak Yohannes pun akhirnya Dave tau bahwa Yudha adalah karyawan yang berstatus menikah.
Dan hari itu Yudha mendatangi bagian akunting untuk meminta cash bon karena istrinya melahirkan namun ditolak oleh pihak akunting mengingat hutangnya pada perusahaan masih belum lunas.
"Bajingan itu membohongi Mira rupanya,,," gigi Dave gemeretak.
"Apa pak Yohannes tau di rumah sakit mana istrinya melahirkan??" tanya Dave.
"Maaf pak,, saya tidak tau itu karena Yudha tidak menyinggungnya saat menemui bagian akunting kamu. Mohon maaf pak,,, kenapa bapak begitu penasaran dengan Yudha?? Apa bapak mengenalnya??" tanya pak Yohannes.
"Iya pak,,, saya ingin bapak menghubunginya sekarang dan menyampaikan padanya bahwa dia bisa mendapatkan uang santunan dari perusahaan bapak agar dia bisa membayar biaya persalinan istrinya." titah Dave.
"Tapi pak,,," sela pak Yohannes.
"Saya yang akan memberinya uang tapi saya ingin bapak mengatakan bahwa itu uang perusahaan anda. Tidak perlu memintanya mengembalikannya. Bapak juga tidak perlu mengatakan padanya bahwa uang itu dari saya." Dave memotong perkataan pak Yohannes.
"Baik pak,, saya mengerti." jawab pak Yohannes.
"Satu lagi,,, beri dia posisi jabatan yang mengurus segala macam urusan perusahaan yang bersangkutan dengan saya. Saya yang akan menggajinya tiap bulan dan bapak tetap tidak usah bicara apa apa padanya." titah Dave lagi.
Meski heran,, pak Yohannes pun hanya menurut pada titah pemegang saham tertinggi itu. Pak Yohannes tidak ingin main main dengan Dave.
Bukan tanpa alasan Dave melakukan semua itu. Dave memberikan pinjaman uang untuk persalinan karena Dave tak mau Mira terluka karena Yudha telah membohonginya.
Dave memberikan jabatan dengan gaji tinggi agar ke depannya Yudha tak lagi mengganggu keuangan Mira dengan drama dramanya lagi.
Dave juga ingin mengenal Yudha lebih jauh dengan memposisikan dirinya sebagai penghubung antara Dave dan PT Anugerah. Meski sebenarnya Dave ingin menekankan pada Yudha bahwa siapa pun yang ingin mendekati atau mengganggu Mira akan berurusan dengannya.
πΊ
Ponsel Yudha berdering. Yudha yang masih mandi di kamar mandi ruangan inap Vera pun meminta Vera menjawab telpon itu. Kebetulan juga ponselnya hanya berada di sebelah Vera.
"Halo selamat pagi,,," ucap Vera.
__ADS_1
"Selamat pagi bu Vera,, Saya Yohannes pimpinan PT Anugerah. Saya ingin mengucapkan selamat pada ibu dan Yudha atas kelahiran anak pertama kalian,,," kata pak Yohannes berbasa basi.
"Oh,,, terima kasih pak. Suatu kehormatan bagi saya mendapat ucapan langsung dari bapak." kata Vera manis dan lembut.
"Apa Yudha ada bu??" tanya pak Yohannes.
"Masih mandi pak,, apa ada pesan untuknya??" tanya Vera.
"Iya bu,,, saya ingin dia menghadap saya pagi ini di kantor segera." kata pak Yohannes.
Vera mengerutkan dahinya.
"Apa suami saya melakukan kesalahan pak??" tanya Vera dengan hati hati.
Pak Yohannes tertawa mendengarnya.
"Tidak bu,,, Yudha sama sekali tidak melakukan kesalahan apa pun. Justru saya memanggilnya karena saya ingin memberikan hadiah atas kelahiran anak kalian dengan sejumlah memberikan sejumlah uang yang saya yakin berguna bagi kalian." kata pak Yohannes kemudian.
Vera menahan napas ketika dirinya hendak memekik kegirangan. Vera selalu girang jika sudah urusan uang.
"Dan saya juga akan menawarkan promosi naik jabatan untuk Yudha mengingat kinerja kerjanya yang baik selama ini." pungkas pak Yohannes.
"Bbb,,, ba,, baik pak. Akan saya sampaikan pada suami saya. Terima kasih banyak ya pak untuk semuanya." ucap Vera yang sangat berbunga bunga itu.
"Bagus pak,,, terima kasih. Akting bapak lumayan hebat." puji Dave yang langsung menerima kabar dari pak Yohannes bahwa dirinya sudah menghubungi Yudha.
Yudha keluar dari kamar mandi dan heran melihat Vera yang senyum senyum sendiri sembari memegang ponsel Yudha.
"Kenapa kamu Ver??" tanya Yudha.
"Sini deh mas,," panggil Vera meminta Yudha mendatanginya.
Yudha menurut dan duduk di tepi ranjang Vera yang masih belum bisa duduk.
"Sini,,," Vera meminta Yudha untuk lebih mendekat padanya.
Meski heran Yudha tetap menurut. Vera mencium pipi Yudha begitu Yudha sudah bisa dicapainya.
"Kamu apa apain sih??" tanya Yudha yang makin heran dengan sikap aneh Vera.
"Mas,,, kamu akan dapat hadiah dari kantormu,,, uang tunai dan kenaikan jabatan mas!!!" mata Vera berbinar binar.
"Siapa yang bilang?? Ngaco kamu ah,,!!" sahut Yudha tak percaya.
__ADS_1
"Ehh orang pak Yohannes sendiri tadi yang menelpon dan bilang begitu. Kamu disuruh ke kantor hari ini,,, pagiini juga,,, langsung ketemu sama pak Yohannes untuk membicarakan promosi jabatanmu,,," kata Vera menyampaikan pesan bos Yudha tadi.
"Masak sih??" Yudha masih tak percaya.
Bagi Yudha tentu ini hal mengejutkan karena baru juga kemarin dirinya ditolak bagian akunting,, bagaimana bisa dia dapat semua kemudahan ini hari ini??.
"Kamu tuh ya mas,,, sudah dikasih kemudahan bukamnya bersyukur tapi malah gak percaya,,," sungut Vera.
Vera yang tidak mengetahui niatan Yudha meminjam uang ke akunting kemarin tentu saja menganggap semua ini berkah atas lahirnya anak mereka.
"Sudah sana cepat berangkat dan yakinkan bosmu itu bahwa kamu memang layak untuk naik jabatan. Jangan lupa sampaikan ucapan terima kasihku lagi pada bosmu itu" titah Vera.
Yudha hanya mengangguk dan menuju kantornya meski dirinya masih belum percaya dengan semua ini. Langsung ditemuinya pak Yohannes yang sudah menunggunya.
"Selamat pagi pak,,," sapa Yudha begitu mendapat ijin masuk ke ruangan bosnya.
"Hei,, pagi Yudha. Sini sini,,, selamat ya atas kelahiran anak pertamamu." ucap pak Yohannes.
"Terima kasih pak" Yudha hanya mengangguk dan merasa getir karena nyatanya ini bukan anak pertamanya.
"Apa istrimu sudah menyampaikan pesan pesanku??" tanya pak Yohannes.
"Sudah pak,,, tapi saya heran bagaimana bisa semua itu saya dapatkan pak??" tanya Yudha polos.
Pak Yohannes hanya tertawa.
"Yudha,,, Yudha,,, tentu saja semua itu berkat usaha fan kinerja kerjamu selama ini pada perusahaanku. Rasanya tidak berlebihan kan jika aku ingin berterima kasih padamu untuk itu??" tanya pak Yohannes lagi.
Yudha hanya diam tak berani menjawab karena dirinya merasa sangat tidak layak.
"Perusahaan akan memberimu uang tunai sejumlah la puluh juta dan promosi jabatan berupa pemindahanmundi bagian departemen yang mengurus kerjasama kita dengan pihak Kawai Enterprise. Kau akan langsung berhubungan dengan pemiliknya tiap kali kita ada hubungan kerjasama." jelas pak Yohannes.
Yudha bengong dan tertegun sejenak mendengar semua itu. Rasanya seperti mimpi mendapat begitu berlimpah kemudahan.
Tanpa pikir panjang dan ingin tau siapa pemilik Kawai Enterprise,,, Yudha langsung menerima posisi itu dan berjanji akan menjalankan tugasnya sebaik baiknya.
"Terima kasih banyak pak atas semuanya" ucapnya mengakhiri pertemuannya pagi ini.
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih πΊ
__ADS_1