
Selamat membaca 💐
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
💐💐
"Assalamualaikum Yudha,,,Apa kamu bisa mengenaliku??" ucap Mira begitu mendekati Yudha.
"Mira,,, Mira,, Akhirnya kamu datang sayang. Aku sudah cukup gila menunggumu. Ayo sayang kemarilah. Peluk aku dan kita akan bahagia lagi bersama sama,,,,"Yudha tak kuasa menahan tangisnya.
"Setidaknya jawab dulu salamku tadi. Bukankah kamu pernah mengajarkan padaku bahwa wajib hukumnya untuk menjawab salam dari sesama muslim??" tanya Mira.
Yudha masih terisak. Mira memang membiarkannya memegang tangannya karena Mira juga mengenakan lengan panjang serta kaos tangan sehingga kulitnya tak bersentuhan langsung dengan kulit Yudha yang sudah bukan lagi mahramnya.
Ijin dari Dave juga yang membuatnya berani melakukannya demi menenangkan Yudha.
"Mira ulang ya,, Assalamualaikum Yudha." Mira mengulangi.
"Waalaikumsalam Mira,,, Berhentilah memanggilku Yudha. Aku lebih suka kamu panggil Abi." ucap Yudha di sela isakannya.
"Tidak bisa Yudha." jawab Mira.
"Sebelumnya juga bisa bukan?? Abi rindu sekali pada Mira. Abi tak ingin kita terpisah seperti ini Mira. Kembalilah padaku,,, Tinggalkan suamimu." titah Yudha.
"Tidak bisa begitu Yudha. Aku sudah menikah dan aku wajib menjaga perasaan suamiku. Bukankah dulu juga kamu yang sering mengajariku seperti itu?? Aku ingin kamu kembali seperti dulu. Bisa jadi seorang muslim yang mampu mengajarkan segala kebaikan bukan malah mengajarkan keburukan seperti ini." ucap Mira.
"Abi tidak bisa terima Mira,,, Abi akan terus menyesal jika Mira tidak kembali pada Abi." tegas Yudha.
"Kenapa harus begitu??" tanya Mira sabar.
"Abi menyesal dan terus merasa bersalah jika Mira tidak kembali pada abi." jawab Yudha.
"Bukankah kalau seseorang itu merasa bersalah,,, Dirinya harus memohon ampunan baik itu pada yang telah jadi korban akan kesalahannya dan juga pada Rabbnya?? Bukan malah berambisi memaksakan kehendak sendiri seperti ini." jawab Mira.
"Jodoh itu salah satu rahasia besar Rabb kita,,, Hanya Rabb kitalah yang tau dan berhak menentukan. Bukan kita Yudha. Dulu mungkin Rabb kita telah begitu baik mempertemukan kita hingga akhirnya kita menikah. Tapi jodoh kita tidak panjang dan harus berakhir. Dan itu adalah Hal yang harus kita terima sekarang." lanjut Mira.
__ADS_1
"Aku sudah bisa menerimanya dengan ikhlas tanpa ada rasa dendam maupun ambisi yang mungkin bisa membuatku hidup dalam ketidaktenangan. Dan aku sudah menemukan bahagiaku. Bagaimana denganmu?? Kapan kamu mau berdamai dengan dirimu sendiri?? Memaafkan dirimu sendiri,,,Kemudian turut berbahagia sepertiku. Tidak inginkah kamu membuatku bahagia melihatmu bahagia juga??" tanya Mira.
"Kebahagiaanku hanya bersamamu Mira." lirih Yudha yang mulai tak menyebut dirinya dengan sebutan abi.
"Jangan mendahului kehendak yang Maha Kuasa. Kamu bahkan tidak akan pernah menyangka siapa tau lima menit lagi setelah aku pergi kamu akan dipertemukan dengan bidadari surgamu yang baru. Semua itu rahasia Yudha,,," jawab Mira.
"Aku tidak yakin ada bidadari lain sepertimu." lirih Yudha lagi.
"Pasti ada asal kamu kembali seperti dulu. Berjalan di jalan yang benar,,, Menjadi pribadi yang baik. Siap menjadi pria yang nantinya pasti akan jadi imam bidadarinya. Kamu masih ingat kan bagaimana tuhan menghadiahkan aku padamu?? Semua itu terjadi saat kamu menjadi salah satu mahklukNYA yang beriman. Lalu jika dulu kamu bisa,,,Kenapa sekarang tidak??" ucap Mira mengingatkan.
"Tapi setelah itu aku lalai,,,"Kenang Yudha kembali teringat akan segala kelakuannya pada Mira.
"Maka bertobatlah,,,Mohon ampunan padaNYA,, Berserah diri dan yakin bahwa DIA tak akan pernah memberimu cobaan yang tidak sanggup kamu hadapi. Kamu hanya perlu untuk bangkit dan merelakanku Yudha. Lalu sisanya serahkan padaNYA. DIA tentu tau yang terbaik untukmu." Mira mengucapkannya dengan sangat lembut.
Yudha lagi lagi terisak dan menggenggam erat tangan Mira.
"Maafkan aku Mira,,, Maaf karena aku tak berhenti mengganggumu bahkan hingga saat kamu seharusnya sudah bahagia bersama suamimu tapi kamu malah harus datang kesini demi membuatku lebih tenang. Maafkan aku yang selalu membuatmu susah." tangis Yudha menjadi jadi.
"Aku sudah memaafkanmu bahkan sebelum kamu meminta maaf. Lupakan semuanya. Aku ingin kita mulai hari baru dan tanpa bayangan masa lalu yang aku sendiri tak ingin mengingatnya lagi." ucap Mira.
"Bukan,,, Tapi Aku anggap semua itu adalah bagian dari perjalanan takdir hidupku. Semua adalah pelajaran berharga bagiku dan sudah tugasku untuk menerima serta mengambil hikmah atas semua yang sudah terjadi. Menjadikan semua itu sebagai pacuan agar aku bisa menjadi insan yang lebih baik lagi." Mira tetap lembut menjelaskan.
"Mira,,, apa suamimu tau kamu menemuiku??." tanya Yudha.
"Tau. Dia ada di luar,,." ucap Mira.
"Apa dia datang bersamamu??" tanya Yudha.
Mira mengangguk lalu mengatakan sesuatu.
"Dia yang membawamu kesini karena dia tak ingin melihatmu menderita di jalanan. Baik aku dan dia,,, Kami menganggapmu saudara kami. Kita sesama muslim wajib saling tolong menolong bukan??" tanya Mira balik.
Yudha terhenyak dan tak menyangka bahwa Dave lah yang sudah mengatur semua untuknya.
"Ada apa Yudha??" tanya Mira.
"Bolehkah aku menemuinya??" tanya Yudha.
__ADS_1
"Tentu saja. Bahkan dia juga sangat ingin menemuimu namun masih menunggu saat yang tepat. Aku panggil dulu ya,,," ucap Mira langsung bangkit dan memanggil Dave.
Dave pun masuk dengan wajah tersenyum.
"Halo Yudha,, Apa kabarmu??" tanya Dave menjabat tangan Yudha.
"Terima kasih sudah sangat berbaik hati padaku."ucap Yudha.
"Aku akan melakukannya walau mungkin itu bukan dirimu. Jadi jangan sungkan sungkan. Aku tulus ingin membantu sesama selama aku bisa." jawab Dave.
Yudha tersenyum dan mengangguk.
"Apa semua biaya juga kamu yang menanggungnya??" tanya Yudha lagi.
"Iya Yudha,,, Jangan kamu pikirkan. Yang penting kondisimu bisa segera stabil dan kamu bisa kembali menjalani kehidupan normal lagi. Dan kalau bisa jangan lama lama disini biar aku tidak banyak bayarnya hahahaha,,, "Dave bercanda.
Membuat Yudha tertawa juga. Mira yang sudah paham dengan tabiat Dave pun hanya ikut tertawa saja menyaksikan betapa suaminya itu mampu bersikap dalam situasi apa pun dan dengan siapa pun.
"Akhirnya aku paham kenapa tuhan tak mengembalikan Mira padaku. Rupanya karena tuhan sudah mempersiapkan dirimu yang jauh lebih baik dariku untuk bidadari sebaik Mira. Akhirnya aku bisa lega dan menerima bahwa Mira mendapatkan yang terbaik." ucap Yudha serius kembali.
"Kamu juga akan segera mendapatkan pengganti Mira yang juga tak kalah baik darinya begitu kamu kembali menjadi insan yang baik Yudha." jawab Dave.
"Iya. Aamiin. Aku pasti bisa. Dave,,, Aku minta maaf karena aku pernah meremehkanmu. Pernah mencelamu dan bersikap tidak baik padamu. Aku minta maaf atas segala kelakuan burukku padamu, pada Mira dan pada semua keluarga kalian yang juga harus melihat sikap burukku tempo hari."Yudha tulus meminta maaf.
"Lupakan. Aku bahkan tak mengingatnya."Dave menepuk bahu Yudha.
"Terima kasih. Apa rencana kalian selanjutnya??" tanya Yudha.
"Kami akan ke Jepang minggu depan. Menjalani kehidupan baru kami dan kami sangat berharap kamu bisa mendoakan yang terbaik untuk kami." pinta Dave.
"Pasti. Semoga kalian bahagia di mana pun kalian berada." ucap Yudha tulus.
"Aamiin." Mira dan Dave menjawab serempak.
\=\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 💐
__ADS_1