BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 51


__ADS_3

Selamat membaca ❤️


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹🌹


Vera menghentikan perbuatannya saat suara lantang itu terdengar. Vera juga membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa pemilik suara yang mengatakan kalimat calon istriku tadi. Vera yakin itu bukan suara Yudha.


Tidak hanya Vera,,, Semua mata kecuali Mira yang masih dibiarkan terdongak kepalanya juga menoleh ke pemilik suara. Semua terkejut melihat siapa yang datang.


Termasuk Yudha yang masih belum bisa berdiri tegak lantaran ngilu di pangkal pahanya belum hilang. Melihat siapa yang datang mendadak membuat ngilu itu tak lagi terasa dan Yudha bisa berdiri tegak. Baginya dia hatus kuat di depan pria yang baru muncul itu.


"Dave,,, lu datang?? Eh ada apa sih ini kok pada,,,,"


Reno yang penasaran karena banyak yang berkerumun baru datang dan langsung menyapa Dave meski belum tau apa penyebab kerumunan itu. Reno menghentikan bicaranya saat melihat posisi Mira yang sudah terdongak dan memegang kerudungnya serta Vera yang mencengkeram kerudung Mira.


"Mampus gue,,," batin Reno.


"Gue minta lu jaga Mira kan selama gue gak ada. Terus ini kenapa sampai ada yang bisa berbuat begini padanya??? Siapa wanita kurang ajar ini???!!!! Berani sekali dia mengusik Mira ku,,,!!!" Dave emosi sekali pada Reno yang dianggapnya telah mengecewakan dirinya.


Dave yang selalu menganggap semua hal tentang Mira adalah penting tentu sangat murka melihat bidadari kesayangannya itu sampai diperlakukan seperti itu.Dave tentu menganggap ini adalah serangan pribadi terhadap dirinya.


"Singkirkan dia!!!" titah Dave.


"Dave,,, Sabar bro,,," jawab Reno.


"Now!!!" bentak Dave.


Reno hanya menoleh pada Vera yang sudah melepaskan tangannya dari kerudung Mira begitu mendengar Reno menyebut nama Dave. Vera tau itulah pemilik Kawai Enterprise ini yang artinya itulah sang big boss.


Vera bahkan pucat pasi berdiri di samping Mira yang masih menutup wajahnya dan tersedu. Yudha masih berdiri mematung menyaksikan istrinya pucat pasi.


"Apa yang kamu tunggu???!!! Kembalikan cadarnya!!!" titah Dave yang sudah berdiri di depan Vera.


Reno tepuk jidat mendengarnya karena dia tau pasti Vera tak akan bisa melakukannya melihat sehelai kain hitam tak layak pakai sudah terbentang di lantai.

__ADS_1


"Rrrroo,,,rrrob,,robbbeekk ca,,ca,,cadarnya." Vera gemetar menunjukkan cadar yang sempat ditarik paksa dan dirobeknya tadi.


"Kalau begitu robek gaunmu untuk menggantikannya!!!" titah Dave.


"Mampusss!!! Mampuslah gue sekarang.Dave benar benar murka. Lagian juga kok bisa sih gue kecolongan begini sampai kejadian begini terjadi.Vera juga,,, Gak bisa jaga emosi. Kalau sudah begini bahkan aku pun gak akan bisa menolongnya." Lagi lagi Reno membatin dalam hati.


"Robek!!!!" ketus Dave lagi.


"Gaun saya pak??" tanya Vera tak percaya si bos akan menyuruhnya begitu.


"Kamu sudah berani membuka dan membuat wajah calon istriku dilihat oleh semua orang. Jadi aku mau sekadang tubuhmu juga yang dilihat semuanya biar kamu tay rasa malunya ketika auratmu dipertontonkan bebas. Sekarang robek sendiri atau aku yang merobeknya paksa??!!!" ancam Dave.


"Bbbii,,,Bbbiar saya sen,, dirii pak." Vera makin gemetar.


Yudha sebagai suaminya merasa tidak terima jika istrinya diperlakukan begitu melangkah maju hendak mendampingi Vera yang mulai merobek gaunnya.


Namun Yudha menghentikan langkahnya saat Mira menghentikan Vera dengan sebelah tangannya.


"Jangan Vera,,, Bagian tubuhmu jauh lebih penting untuk ditutupi daripada wajahku." lirih Mira halus.


Dave menggelengkan kepalanya menyaksikan betapa bidadarinya itu layak diperjuangkan. Dengan gerakan gentlenya,,, dibukanya jasnya dan diberikannya pada Mira untuk menutupi wajahnya yang sudah terbuka itu.


"Ini, pakai ini sementara." ucap Dave dengan membuang wajahnya agar Mira tak merasa lebih malu dan sedih lagi karena dirinya menatap wajahnya.


"Terima kasih Dave,,," sahut Mira.


Dave mengangguk dan baru menoleh saat Mira sudah mengambil jasnya dan menaruhnya di wajahnya sebagai pengganti cadarnya sementara.


"Kamu tidak apa apa??" tanya Dave lembut.


Mira hanya menggeleng lemah dan membuat emosi Dave membuncah lagi mengingat kejadian barusan. Mata Dave yang semula lembut menatap Mira seketika berkilat saat menatap Vera.


"Siapa pun kamu,,, Kamu beruntung karena Mira yang menyelamatkanmu!!!" ketusnya.


"Mmm,,,Maaf pak Dave." ucap Vera tertunduk gemetar.


Melihat istrinya gemetar begitu tentu saja meski tak sepenuhnya mencintai istrinya,,,Namun Yudha masih ingin bersikap seperti suami suami layaknya. Yudha masih tetap ingin melindungi Vera. Yudha pun maju dan berdiri memegangi kedua bahu Vera.

__ADS_1


"Sebaiknya kita pulang. Kita selesaiakan masalah ini di rumah. Maaf pak Dave,,, Saya penyebab kekacauan disini. Bukan istri saya. Jadi saya mohon biarkan saya bawa istri saya pulang." ucap Yudha tegas.


"Pulang?? Setelah dengan seenaknya kamu mengacaukan acara tahunan perusahaanku??Yudha,,, Aku ingin kamu tau satu hal. Akulah yang menggajimu selama ini.Akulah yang memberikan semua fasilitas terbaik untukmu dan istrimu dengan harapan kalian akan pergi jauh dari kehidupan Mira. Berharap kalian tidak akan pernah mengganggunya lagi apalagi jika dia juga tidak menginginkanmu lagi dalam hidupnya ke depan." tukas Dave lantang.


Yudha dan Vera terkejut mendengarnya.


"Aku yang membayar semua biaya rumah sakit saat istrimu ini melahirkan anak kalian karena aku tidak mau kamu meminjam uang pada Mira tapi dengan kebohongan. Kamu tidak mengakui bahwa uang itu untuk biaya operasi istrimu melainkan untuk biaya istrimu yang sakit keras." ucap Dave lagi.


Mira terperanjat mengetahui kejadian sebenarnya dan mengetahui bahwa selama ini Dave menjaganya dalam diam.


"Kamu tidak mau Mira merasa bersalah menerima ajakan rujukmu jika tau kamu sudah punya anak. Aku tau semua akal busukmu,,, Makanya aku minta pak Yohannes bosmu itu untuk menjalankan semua yang kuperintahkan.Tapi rupanya bukannya kamu sadar tapi malah makin bertingkah dengan segala yang kau punya dariku.!!!" kecam Dave.


Bagai ditampar ratusan kali Yudha merasa wajahnya mulai memerah saking malunya. Perasaan kesal hinggap di hati Vera mengetahui Yudha tega mengatakan bahwa dirinya sakit keras pada Mira demi niat rujuknya.


"Hey Vera,,, Dengar yaa,,, Yang murahan itu bukan Mira melainkan suamimu sendiri. Yang menggoda juga bukan Mira melainkan suamimu. Bahkan yang tidak tau malu pun masih tetap suamimu sendiri. Bukan Mira. Dia pikir siapa dirinya dengan kekayaan dan kejayaan yang didapatnya dariku hah???" hina Dave.


"Sudah kaya dariku masih mau sok sok an merebut calon istriku. Mulai sekarang kamu ku pecat Yudha dan ku pastikan baik pak Yohannes atau pun perusahaan perusahaan lain dibawah naungan Kawai Enterprise tidak akan pernah membuka pintunya untukmu!!! Kamu juga Vera!!!" Dave sangat emosi.


Yudha dan Vera lemas.


"Alamat miskin lagi,,," batin Vera.


"Dan untuk semuanya,,,Aku Dave Hananta,,, Pemilik Kawai Enterprise dengan ini menyatakan di depan kalian swmua bahwa Zamira,,,Mulai sekarang bukan hanya sekretarisku tapi juga calon istriku. Bukan dia yang menggodaku tapi memang aku yang mencintainya lebih dari aku mencintai diri dan tuhanku sendiri." tegas Dave.


Mira meneteskan airmata mendengarnya.


"Siapa pun yang berani mengusiknya atau bahkan berani menyebut namanya di belakangku,,, Akan berurusan denganku!!! Sudah cukup selama ini aku sabar menghadapi kalian yang suka menggunjingnya. Mengerti semua???" tanya Dave dengan suara tegas.


"Mengerti pak,,," suara suara penuh ketakutan menggema di ruangan itu.


"Lanjutkan pesta kalian,,," titah Dave tegas.


"Kita pergi Mira,,, Banyak yang ingin ku sampaikan padamu." suara Dave langsung melembut di hadapan Mira.


Mira mengangguk dan menurut meninggalkan Yudha dan Vera yang menatap mereka lemas.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa ❤️🌹


__ADS_2