BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Kamu Berbeda


__ADS_3

Selamat membaca 🌺


Bab ini mengulas tentang pertemuan pertama antara Mira dan Dave,,,


🌺🌺🌺🌺🌺


DAVE HANANTA.


Pria keturunan Jepang yang menduduki posisi sebagai atasan Mira di kantor tempatnya bekerja. Pria yang tinggal sendirian di kota ini memutuskan untuk tidak mengikuti orang tuanya yang bermigrasi ke Jepang.


Ayah Dave,,, PRASETYA adalah pria pribumi yang menikahi AZUMI,,,seorang wanita Jepang yang memiliki kepercayaan kuat tentang agama dan tradisi dari tanah kelahirannya yang akhirnya membawa ayah Dave mengikutinya.


Dave pun lahir ke dunia ini sebagai putra tunggal karena setelah melahirkannya,,, ibunya mengambil keputusan melakukan steril di rahimnya setelah beliau mengalami keguguran akibat kecelakaan yang mengakibatkan benturan keras di rahimnya.


Meski Dave adalah anak tunggal dari sepasang suami istri yang cukup kaya namun tidak lantas membuatnya menjadi anak manja. Tuan Prasetya ayahnya selalu mendidiknya agar menjadi pria kuat dan bertanggung jawab.


Dave dipertemukan dengan Mira yang saat itu mencari pekerjaan di kantor miliknya ini. Melihat wanita bercadqr masuk ke kantornya,,, Dave merasa tertarik dan menerimanya menjadi sekretarisnya meski banyak pandangan miring akan wanita bercadar di kantornya.


Dave tidak peduli,,,


Justru karena cadar dan gaun lebarnya itu membuat Dave yang sudah bosan dan paham dengan gaya sekretaris sekretaris sebelumnya. Mereka cenderung memakai pakaian mini dan tak jarang menggoda bos tampannya itu.


Keputusannya menerima Mira sebagai sekretarisnya juga bukan semata mata karena itu saja. Latar belakang pendidikan Mira yang mumpuni pun jadi alasan kuat diterimanya didinya bekerja di sana.


Dan tak hanya itu,,,


"Jadi anda seorang,,,, maaf,,, janda??" tanya Dave waktu interview dengan Mira dulu.


"Benar pak,,, Saya sudah bercerai tiga tahun lalu." ucap Mira sejujurnya.


"Anda tidak ingin menikah lagi??" tanya Dave.


Mira memicingkan matanya saat mendengar pertanyaan Dave itu. Menurutnya tidak etis hal seperti itu dipertanyakan saat interview.


"Oh maaf,,, anda jangan salah sangka. Saya bertanya demikian bukan berniat mengulik kehidupan pribadi anda,,, tapi saya hanya ingin memastikan bahwa anda tidak ada rencana menikah di waktu dekat ini karena jika anda saya terima bekerja di sini,,, anda akan lebih sering ikut dengan saya ke Jepang untuk memantau situasi kantor saya di sana." tukas Dave menjelaskan.


Mira lega mendengarnya.

__ADS_1


"Maaf pak jika saya sempat berpikir buruk tentang anda,,, Sekarang saya mengerti dan saya akan dengan mantap menjawab bahwa saya memang tidak ada rencana menikah lagi." sahut Mira mantap.


Dave masih punya segelintir pertanyaan dalam hatinya namun tak dilontarkannya.


"Tidak ada rencana menikah lagi,,,??? Wanita ini tidak menambahkan kalimat apa pun setelahnya. Apa benar dirinya memang tidak ingin menikah lagi selamanya atau hanya lupa menambahkan keterangan waktunya??" batin Dave.


Dave yang selalu detail itu berusaha mencerna kalimat Mira dengan berbagai dugaan. Untuk beberapa saat Dave hanya diam dan menatap nanar CV Mira yang masih dipegangnya itu.


"Jadi bagaimana pak??" tanya Mira menyadarkannya.


"Oh maaf,,, ya,,, anda saya terima bekerja di sini dengan posisi sebagai sekretaris saya. Apa ada menerimanya??" tanya Dave.


"Sekretaris pak??" tanya Mira memastikan hijabnya tak terlalu tebal hingga membuat pendengarannya terganggu.


"Ya benar sekali,, aku sedang butuh sekretaris karena sekretarisku sudah resign kemarin." jawab Dave.


"Tapi pak,, penampilan saya ini,,," Mira merasa tidak yakin dengan penampilan dan posisi yang ditawarkan Dave.


Setau Mira,,, kebanyakan sekretaris selalu berpenampilan yang jelas tidak seperti dirinya. Mira melamar pekerjaan di sana bukan untuk posisi itu melainkan posisi biasa saja yang tidak perlu bertemu klien.


"kenapa dengan penampilanmu?? Aku tidak merasa ada yang salah,,, lagipula apa arti penampilan jika pengalaman kerja dan kemampuannya tidak mumpuni. Anda tenang saja,,, saya tidak akan pernah meminta anda merubah penampilan anda meski saya membawa anda ke Jepang atau kemana pun untuk urusan kerja." jawab Dave lagi.


Bos yang baru disadarinya sangat tampan itu membuat dirinya merasa diterima dan dihargai. Setelah kesana kemari mencari pekerjaan,,, baru kantor ini yang tidak memintanya mengubah penampilannya.


"Zamira,,, anda bisa mulai kerja hari ini??" tanya Dave.


"Hari ini pak??" tanya Mira lagi.


"Ya,, saya sudah bilang kan bahwa saya sudah tidak punya sekretaris. Jadi apa saya harus menunggu apa lagi?? Anda juga sudah bersedia bekerja di sini kan Zamira??" tanya Dave balik.


"Mira,,, bapak bisa panggil saya dengan Mira saja. Dan baik pak,,, saya bisa bekerja sekarang juga." sahut Mira mantap.


"Bagus,, mari saya antar ke mejamu Mira." ucap Dave sembari berdiri lebih dulu.


Mira mengangguk dan mengikuti langkah kaki bosnya ity hingga ke depan pintu ruangannya. Dave menuju ke sebuah meja kerja tempat sekretarisnya kemarin bekerja.


"Ini mejamu Mira. Pelajari dulu beberapa file ini sebagai permulaan. Aku yakin ini semua tidak susah bagimu." ucap Dave sembari menyerahkan file file yang berisi data perusahaan dan segala sesuatu yang akan dibutuhkan Mira ke depannya.

__ADS_1


"Baik pak,,, maaf,,, pak,,,,???" Mira tidak tau siapa nama atasannya.


"Dave Hananta,,, orang orang di kantor ini biasa memanggilku dengan pak Dave saja." sahut Dave.


"Baik pak Dave,,, saya mohon bimbingan dari bapak." kata Mira.


"Selamat bekerja Mira,,," ucap Dave sembari mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Mira.


Mira hanya menangkupkan sepuluh jarinya di depan wajahnya dan menunduk hormat. Dave awalnya tidak paham,,, namun akhirnya dia ingat bahwa wanita itu berbeda keyakinan dengannya.


Keyakinan wanita itu mengajarkan bahwa dilarang bersentuhan dengan pria yang bukan mahramnya.


"Maaf,,, selamat bekerja Mira." ucap Dave sekali lagi.


"Terima kasih pak Dave." sahut Mira.


Dave meninggalkan Mira dan masuk kembali ke ruangannya. Dirinya berusaha mengerjakan apa yang harus dikerjakannya pagu itu namun anehnya hari itu dia tak bisa berkonsentrasi.


Bayangan wanita bercadar bernama Mira itu mengganggu benaknya. Dave heran kenapa wanita yang sama sekali tak bisa dilihat wajahnya itu justru membuat Dave penasaran dan terbayang bayang terus.


Suara lembutnya,,, sepuluh jarinya yang tercakup di depan wajahnya,,, caranya menunduk hormat,,, kesopanannya,,,


Dan ucapannya tentang tak ingin menikah lagi,,,


Semua itu mengusik hatinya. Dave ingin tau lebih banyak lagi tentang sekretaris barunya yang sangat berbeda itu. Deretan sekretaris yang biasanya selalu bisa membantunya menyelesaikan pekerjaannya,,, kali ini malah membuatnya tak ingin mengerjakan apa pun.


Dave membuka layar cctv nya,,,


Sengaja dipilihnya layar yang menunjukkan meja Mira. Dave tersenyum sendiri saat melihat Mira tengah duduk dan dengan serius mempelajari semua file yang diberikannya.


Berkali kali dibolak balikkannya lembaran lembaran itu. Tampak dirinya sangat antusias mempelajarinya. Tampak dirinya juga sesekali menulis di buku tebal miliknya.


"Kamu berbeda Mira,,," gumam Dave yang masih belum ingin memindah matanya dari layar itu.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih πŸ’ž


__ADS_2