BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Cantik Lahir Batin


__ADS_3

Happy reading ya ๐Ÿค“


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


๐ŸŒบAlur Masa Lalu๐ŸŒบ


รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท


Pagi itu Yudha bangun lebih pagi dari biasanya. Rasa rindu pada Zamira yang telah beberapa hari ini tak ditemuinya,,,, membuat Yudha tak sabar ingin menjemputnya.


Hari ini adalah hari yang dijanjikan Yudha pada bu Ambar dan Mira. Yudha akan mempertemukan keduanya di rumah bu Ambar. Untuk itulah Yudha segera bergegas mandi dan mempersiapkan dirinya.


"Mira,,,, abi berangkat jemput Mira sekarang ya,, Mira sudah siap kan?" Tanya Yudha di telepon sesaat sebelum menghidupkan sepeda motornya yang sudah lama tak dikendarainya.


"Iya abi,,, Hati hati ya. Mira tunggu abi di sini." Jawabnya lembut.


Jangan heran,,,,


Walau bekerja sekian lama dan mendapatkan puluhan juta tiap bulannya,,, nyatanya Yudha tak pernah ingat untuk menyisihkan uangnya. Dirinya bahkan lupa pernah berjanji pada Sofia mantan istrinya bahwa dia akan menjadi kaya melebihi mereka.


Yudha beruntung sejak mengenal Mira,,, Dirinya pun punya lumayan banyak tabungan. Uang yang selama ini dikirimkannya pada Mira memang sama sekali tak pernah digunakan dan hanya ditabungnya.


"Kan untuk biaya pernikahan kita nantinya abi,,,, Mira tidak mau menyusahkan orang tua kita."


Itulah yang diucapkannya pada Yudha saat Yudha protes kenapa Mira sama sekali tak menggunakan uang itu. Yudha sangat terkejut melihat buku tabungan yang didalamnya bertuliskan nominal angka yang lumayan banyak.


Yudha sempat terpana membaca angka angka itu. setahun mengenal Mira tiba tiba Yudha punya uang sebanyak itu. Sebelumnya Yudha hanya menghabiskan uangnya untuk bersenang senang.


Oleh karena itu Yudha sangat beruntung sekali dengan hadirnya Mira yang bisa dengan sangat baik mengelola keuangannya. Yudha pun semakin yakin bahwa Mira adalah calon istri yang baik.


Yudha memang tidak salah pilih,,,


Yudha membelokkan sepeda motornya di halaman rumah Mira. Tampak wajah ayu Mira telah menantinya di depan pintu. Senyumnya terlihat sangat manis.


Mira mengenakan gaun putih berpotongan lebar lengkap dengan kerudungnya yang berhiaskan manik manik berkilauan. Mira membuatku terpesona bahkan lupa bahwa dirinya pernah punya keyakinan yang berbeda.


"Abi mau masuk dulu apa kita langsung berangkat?" Tanya Mira.


"Kita berangkat saja langsung Mira,,, Rumah abi lumayan jauh soalnya. Tapi kita pamit sama ibu dulu ya." Ucap Yudha.

__ADS_1


"Bersikaplah yang baik disana Mira,,,." Pesan bu Gina sesaat sebelum Yudha membawa Mira pergi.


"Iya bu. Mira mengerti." Sahut Mira lembut.


Di sepanjang perjalanan Zamira berpegangan erat di pinggang Yudha karena dirinya takut sekali jatuh.


"Apa Mira belum pernah naik motor???" Tanya Yudha yang memahami ketakutannya.


"Belum pernah abi,,,, Ini pertama kalinya bagi Mira." Jawabnya jujur.


"Mantan suami Mira punya mobil?" Tanya Yudha lagi.


Yudha lihat dari spion motor,,, Mira hanya mengangguk tak mengeluarkan sepatah kata pun. Mungkin wanita itu hanya berusaha menjaga perasaan Yudha agar tak merasa berkecil hati karena mantan suaminya lebih bisa membuatnya nyaman di perjalanan.


"Mira sabar ya,,, Abi janji akan kerja lebih keras lagi biar bisa beli mobil untuk Mira." Janji Yudha padanya.


"Mira tidak menuntut lebih abi,,,, Tapi Mira senang karena begitu besar niat abi membahagiakan Mira. Terima kasih abi,,,." Ucapnya.


Yudha membawanya masuk ke halaman sebuah rumah besar yang mewah. Mira melepaskan tangannya dengan cepat hingga membuat Yudha terkejut dan hampir menabrak karena gerakan tiba tibanya. Yudha pun menghentikan sepeda motornya dan menoleh kepada Mira.


"Ada apa Mira?" Tanya Yudha mencemaskan dirinya yang langsung turun begitu Yudha berhenti.


"Apa itu rumah abi???" Tanya Mira sambil menunjuk rumah besar itu.


Yudha tidak langsung menjawab dan malah tertawa membuat Mira heran.


"Bukan Mira,,,, Sayangnya rumah abi tak sebagus ini. Rumah abi yang kecil tepat di sebelah rumah ini." Kata Yudha menunjuk ke rumah bu Ambar yang memang tepat berada di sebelah rumah mewah milik tetangganya ini.


Jika tadi Yudha membelok kesana,,,, Itu karena kebetulan disanalah jalan keluar masuk ke rumahnya dan beberapa rumah tetangga lainnya.


Mira tampak lega mendengarnya. Napasnya kembali teratur. Wajahnya pun berangsur kembali normal tak lagi pucat. Senyumnya mengulas kembali.


"Kenapa memangnya jika ini rumah abi?" Tanya Yudha ingin tau kenapa dirinya sepertinya tertekan melihat rumah itu.


"Mira hanya malu dan merasa tidak pantas saja abi,,," Lirihnya pelan sembari tertunduk.


Jawaban itu memberikan Yudha satu lagi alasan kenapa dirinya selalu merasa tidak salah memilih Mira. Zamira memang berbeda dengan wanita wanita yang lebih mementingkan harta calon suaminya. Mira malah hendak kabur jika benar rumah mewah itu milik Yudha.


"Ayo naik lagi,,, Abi tidak ingin Mira capek jika harus berjalan kaki walau kita sudah dekat." Ajak Yudha.

__ADS_1


Mira mengangguk dan kembali naik. Yudah pun segera membawa permata hatinya itu menemui Bu Ambar dan mas Yudhi beserta istrinya yang sudah menanti.


"Assalamualaikum bu,,, Lihat ini siapa yang Yudha bawa,,," Seru Yudha semangat seraya menggandeng tangan Mira.


Bu Ambar pun keluar dengan wajahnya yang tak terlalu ramah. Mira sempat melihat wajah itu namun tampak dirinya tak terganggu sama sekali.


Mira bahkan langsung dengan hangat menjabat tangan ibu dan menciumnya. Mira pun tak lupa mencium pipi beliau kanan dan kiri. Tampak bu Ambar sedikit risih namun tetap mengimbanginya.


"Saya Mira bu,,,. Ibu apa kabar?" tanya Mira ramah.


"Ibu baik,,,. Ayo silahkan duduk." ucap bu Ambar dingin.


"Ya seperti ini rumah Yudha,,, Hanya rumah tua peninggalan kakeknya dulu. Panggilkan mas Yudhi biar berkenalan juga dengannya." Titah bu Ambar pada Yudha.


Yudha pun menuruti beliau.


"Sama saja bu,,,, Rumah ibu Mira juga hanya rumah tua peninggalan nenek saja." sahut Mira ramah.


"Apa kamu yakin akan bersedia mendampingi Yudha dengan keadaan kami seperti ini?" Tanya bu Ambar.


Zamira sekali lagi tersenyum.


"Mira tidak keberatan sama sekali bu,, Mira menyayangi mas Yudha bukan karena harta atau pun rupa. Mira menyayanginya karena Mira percaya bahwa mas Yudha bisa menjadi pemimpin yang baik untuk Mira." jawab Mira.


"Mira yakin mas Yudha bisa membimbing Mira. Tapi tentunya Mira juga tidak lupa meminta ibu juga untuk selalu membantu Mira lebih mengenal dan memahami apa yang diajarkan di agama baru Mira ini." tambahnya.


Yudha memandangi Mira yang begitu mahir merangkai kata dan mampu membuat wajah bu Ambat perlahan berangsur tidak seperti biasanya. Bu Ambar bahkan sedikit tersenyum.


"Alhamdulillah,,, Terima kasih tuhan karena akhirnya bidadari ini diterima oleh ibu." Batin Yudha.


Zamira bisa mengambil hati ibu. Dirinya pun terlihat sangat pandai membawa dirinya saat berkenalan dengan mas Yudhi dan istrinya yang tampilannya jauh dari sempurna.


"Kamu memang cantik lahir dan batin Mira,,,." Puji Yudha dalam hati.


"Abi gak tahan ingin cepat memilikimu." Yudha berbisik padanya saat mereka duduk berdampingan membuat Mira tertunduk malu.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih ๐Ÿ’ž


__ADS_2