BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 47


__ADS_3

Selamat membaca 💐


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


💐💐


Yudha memasukkan mobilnya ke garasi rumahnya saat wanita yang bekerja sebagai pengasuh baby Reno membukakan pintu pagar untuknya.


"Ibu belum pulang??" tanya Yudha begitu keluar dari mobilnya.


"Belum pak." sahut pengasuh itu singkat.


"Ada bilang sama kamu gak bakal pulang jam berapa?" tanya Yudha lagi.


"Tidak pak. Ibu sama sekali tidak bilang apa apa." jawab pengasuh.


"Telpon tanyain anaknya pun tidak???" Yudha bertanya dengan suara meninggi.


Pengasuh itu menggeleng takut.


"Baiklah kamu boleh masuk. Jagain Reno saja." titah Yudha menurunkan nadanya.


Pengasuh itu mengangguk dan cepat cepat masuk mendahului Yudha yang wajahnya tampak kesal.Yudha melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan angka delapan malam.


"Kerja apaan sih Vera ini jam segini masih belum pulang. Mana sama sekali tidak pedulikan anak." Yudha pun mendengus kesal. Terutama ketika melihat sebungkus sate yang sedianya akan dia nikmati bersama Mira.


"Mira lagi,,,, Seberapa istimewanya sih pria itu Mira sampai kamu benar benar menjaga perasaannya sekali,,,??? Menemaniku makan pun kamu tidak mau padahal pria itu juga tidak melihat. Sampai segitunya,,, Padahal Aku yakin kamu masih mencintaiku karena hingga detik ini pun kamu masih memanggilku abi. Kamu tidak bisa mengingkari hatimu sendiri untuk mengubah nama panggilanku." batin Yudha.


Yudha masuk dan menbanting dirinya ke sofa di ruang tamunya itu.


"Abi tidak akan menyerah Mira. Abi tidak takut bersaing dengan pria tak seagama itu. Abi akan tetap berusaha agar kamu hanya jadi milik abi.Abi tidak ridho Mira,,," Yudha mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


Perutnya mulai keroncongan karena terlalu lapar. Dengan kasar Yudha menyambar sate yang dibawanya tadi. Sate yang sudah tak panas lagi itu membuat Yudha tak bisa terlalu menikmati saat memakannya.


Namun karena lapar dipaksanya saja untuk menghabiskannya. Saat makan dirinya mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya namun tak lama kemudian mobil itu langsung pergi terburu buru.


Yudha melongok saat pintu pagar terdengar dibuka oleh seseorang. Vera masuk dengan wajah berseri seri.


"Dari mana sih sampai malam begini??" tanya Yudha kesal.


"Kerja!!! Dari mana lagi memangnya mas?? Kan aku sudah bilang aku lembur." ketus Vera langsung berubah ekspresi.


"Kantor macam apa yang membuat karyawan baru sehari lembur sampai malam begini. Setidaknya meski kamu sibuk tapi kamu itu juga harus ingat kalau kamu itu seorang ibu Ver. Telpon kek tanyain kabar anakmu. Bukannya malah sama sekali tidak peduli begini mentang mentang sudah ada pengasuh. Trus mobil siapa barusan??" selidik Yudha.


"Masssss,,,,!!! Justru karena aku peduli sama Reno makanya aku ini ikut bantu kamu kerja. Biar tabungan kita untuk masa depan Reno cepat terkumpul. Bukannya terima kasih istri sudah bantu kerja malah ngomel saja. Trus yang antar aku tadi Teman sekantor yang ikut lembur juga.Dia menawarkan aku untuk nebeng. Keberatan?? Kamu kan gak bisa jemput juga kan?? Satu lagi mas,,, Tolong hargai pekerjaanku. Mau jam berapa pun aku pulang asal itu sudah urusan pekerjaanku,,Aku tidak suka kamu protes protes begitu." kecam Vera balik.


Yudha diam tak bisa menjawab. Dalam hatinya dia merasa bersalah telah menipu Vera hari itu. Dia tidak lembur. Dan bukannya menjemput Vera namun malah memilih bertemu Mira. Untuk itu dia diam tak menjawab sepatah kata pun saat Vera menceramahinya.


"Semestinya kamu itu bersyukur masih ada yang baik sama istrimu ini. Kasihan sama istrimu ini." Vera terus panjang lebar menyudutkan Yudha.


"Sudah Ver Sudah,,,Aku minta maaf. Apa kamu tidak lelah?? Kamu sudah makan belum??" tanya Yudha mengalihkan pembicaraan.


Yudha menghela napas.


"Bahkan dia tak mencium tanganku dulu. Sungguh aku ini tidak ada harganya baginya. Mau tidur pun langsung main tidur tanpa bertanya apa aku masih


membutuhkanmu atau tidak. Kamu yang membuatku makin merindukan sikap manis Mira Ver. Kamu yamg makin membuat aku hilang rasa padamu." gumam Yudha.


Puas mengingat ingat semua tentang Mira,,, Yudha pun menyusul masuk ke kamarnya. Melihat Yudha masuk Vera yang tengah senyum senyum memainkan ponselnya langsung menyelipkan ponselnya di bawah bantalnya.


"Katanya tidur tapi mainan ponsel." tegur Yudha.


"Jangan bawel deh mas." sahut Vera sembari menyambar selimutnya dan langsung memiringkan badannya membelakangi Yudha.


"Aku gak bawel,, Aku hanya heran kenapa,,,,"

__ADS_1


Yudha tak melanjutkan bicaranya saat Vera malah menutup kedua telinganya dengan tangannya. Vera tak mau mendengar ceramah ceramah Yudha.


Yudha geleng kepala melihat tingkah Vera. Yudha pun merebahkan dirinya dan menyilangkan kedua tangannya di bawah kepalanya.Lagi lagi hanya bayangan Mira yang berkelebat di benaknya.


Yudha heran entah kenapa sejak mengetahui kabar keberadaan Mira dirinya makin terobsesi untuk kembali mendapatkan Mira. Dosa masa lalu yang membayangi dirinya membuat keinginannya menebus semua dosa itu jadi membutakan dirinya sendiri.


Yudha bahkan tidak peduli bahwa dirinya kini sudah beristri dan anaknya masih bayi. Yudha tetap ingin Mira menerima kembali dirinya apa pun alasan dan caranya. Yudha yakin bidadari itu akan menerima semuanya dengan sabar dan ikhlas.


"Abi akan terus membuatmu luluh Mira." lirih Yudha.


Buuuukkkkk,,,,


Bantal itu melayang menghantam wajah Yudha. Yudha terkejut karena Vera sudah menatapnya dengan pandangan marah.


"Kamu apa apaan sih Ver kok melempar bantal ke mukaku???!!!" sungut Yudha.


"Kamu yang apa apaan mas!!! Bisa bisanya di ranjang dan kamar kita ini kamu sebut nama mantan istrimu itu. Mira Mira Mira,,, Kamu benar benar mau meluluhkan hatinya lagi??? Kamu mau menikahinya lagi??? Benar kan???!!! Ngaku!!!" bentak Vera.


Yudha menelan salivanya saat menyadari ternyata Vera mendengar ucapannya tadi. Yudha pikir Vera sudah terlelap.


"Aku,,,Aku,,,"


"Apa???!!!" bentak Vera memotong perkataan Yudha yang masih tergagap.


"Iya Ver,,, Aku akui aku masih sangat menginginkan Mira. Dan aku harap kamu mau menerima kehadiran Mira di antara kita. Kamu akan tetap jadi istri pertama. Aku janji akan berlaku sangat adil pada kalian berdua. Aku hanya butuh persetujuanmu saja Ver." ucap Yudha mengakui semuanya.


"Dasar laki laki tidak tau diri. Aku tidak mau di madu. Bilang sama aku di mana rumahnya mas???!!! Biar ku temui Mira si pelacur yang menggodamu itu. Biar ku cakar cakar habis wajahnya. Biar dia tidak lagi mengganggu rumah tanggaku!!!" teriak Vera.


"Jangan berani berani kamu mengganggunya ya Ver!!! Dia itu bukan pelacur. Dia bahkan jauh lebih baik segala galanya darimu!!!" bentak Yudha yang tiba tiba emosi.


"Masss,,, Sadar kamu!!! Aku ini istrimu!!! Kamu jangan puji wanita lain di depanku!!! Tega kamu mas!!!" Vera beranjak dari kasur itu dan keluar kamar dengan membanting pintunya.Vera menuju kamar baby Reno dan tidur di sana.


"Kenapa aku ceroboh sekali sih pakai menyebut nama Mira. Seharusnya Vera tidak usah tau dulu biar semua rencanaku berjalan lancar." Yudha mengacak rambutnya menyadari kekacauan yang sudah dibuatnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa 💐💐💐


__ADS_2