
Selamat membaca 🌸
Maaf banyak typo 🙏
®®®®®®®®®®®®®®
🌸
Dave menyusuri jalanan kota yang lumayan panas dan macet siang ini. Berkali kali diliriknya jam tangannya. Dave gelisah karena jam makan siang hanya tinggal sepuluh menit saja.
"Apa aku telpon Mira saja ya,,Memintanya menungguku. Tapi bagaimana kalau aku masih lama sampainya? Aku tak tega membiarkannya menahan lapar." batin Dave
Tiiiiin,,, Tiiinnnn,,,
Bunyi klakson mobil di belakangnya membuat Dave terkejut dan auto melempar ponselnya lalu menjalankan kembali mobilnya. Rupanya jalanan mulai lancar tapi hanya sebentar.
Dave kembali melirik jam tangannya setelah di depan terkena macet lagi.
"Hhmmn,,, sudah lewat jam. Aku telpon sajalah Mira untuk tidak usah menungguku." gumamnya.
Tangan Dave berusaha menggapai gapai ponselnya yang jatuh entah di mana setelah di lemparnya tadi. Dave pun menyetir dengan satu tangan saja dan tidak terlalu fokus karena masih berusaha mencari ponselnya.
Dan Ttttiiiiiinnnnn,,,,
Dave dengan cepat membelokkan kemudinya menghindari tabrakan. Dave pun menarik dan membuang napas dalam dalam untuk menenangkan dirinya saja yang nyaris mengalami kecelakaan.
"Fokus Dave fokus,,,," gumam Dave lagi dan mencoba untuk fokus di jalan saja agar lebih cepat sampai di kantor dengan selamat.
🌸🌸
Mira gelisah melihat ponselnya yang sedari tadi hanya diam tak bergetar maupun bersuara. Mira tengah menanti kabar dari Dave. Dia tidak ingin langsung makan jika belum ada kabar dari Dave.
Pukul setengah satu,,,
Dave belum juga datang. Tak ada juga pesan darinya.
"Mungkin meetingnya belum selesai dan Dave tidak bisa menghubungiku. Sebaiknya aku makan saja duluan." gumam Mira.
Mira pun membuka bungkus makanan yang sudah dipesannya dari aplikasi online setengah jam yang lalu
Mira sengaja memesan dua porsi seperti biasanya. Untuknya dan untuk Dave.
Mira yang sudah paham apa makanan kesukaan Dave tak perlu bertanya lagi padanya ingin memesan makanan apa. Selama ini Dave juga tidak pernah komplain dengan apa pun yang di belinya.
Dave selalu menghabiskannya.
Mira hendak memulai makannya namun sejurus kemudian diurungkannya.
"Kamu di mana Dave,,,,Empat tahun belakangan ini aku terbiasa makan siang bersamamu. Hampir tidak pernah kita lewatkan makan siang kita bersama. Hari ini kamu tidak ada dan membuat aku tak ingin makan."
__ADS_1
Mira benar benar kehilangan selera makannya. Ditutupnya kembali kemasan makanan itu dengan rapat. Mira mengembalikannya di posisi semula.
"Sebaiknya aku memejamkan mataku saja sejenak. Mumpung masih ada waktu setengah jam istirahat." batin Mira.
Mira pun dengan segera menelungkupkan wajahnya di atas tangannya yang terlipat di atas meja. Mira memang sedikit mengantuk hari ini akibat tidak bisa tidur nyenyak semalam.
Kedatangan Yudha dan perkataan Dave tentang perasaannya yang terhalang oleh dinding agama membuatnya susah tidur. Dan siang ini ketidakhadiran Dave membuat kantuk itu makin menyerang.
Mira benar benar tertidur dengan posisi wajah tersembunyi di celah antara meja dan tubuhnya.
🌸🌸
Dave memarkir mobilnya sembarangan dan langsung berlari menuju ke pintu lift. Untungnya ada satpam yang biasa memindahkan mobilnya. Ditekannya dengan cepat pintu lift agar segera membawanya ke atas ke lantai ruang kerjanya.
Lift terbuka.
Mira tidak ada di mejanya.Dave tau Mira pasti di dalam ruangannya seperti biasa jika mereka istirahat siang. Dave pun segera membuka pintunya.
"Miiirr,,,,,raa" Dave mengecilkan suaranya ketika melihat Mira yang tertunduk di mejanya.
Dave melangkah dengan sangat hati hati. Diletakkannya tasnya juga dengan sangat hati hati. Dia tau Mira tengah tertidur dan dia tak ingin mengejutkannya.
Namun malah Dave yang terkejut melihat dua porsi makanan masih utuh di atas meja.
"Mira belum makan. Dia pasti menungguku sampai ketiduran. Kasihan Mira,, Aku jadi merasa bersalah. Sebaiknya aku membangunkannya mumpung masih ada waktu sedikit untuk istirahat." batin Dave.
Dave ragu ragu ketika hendak menyentuh bahu Mira.
Hal yang sangat tidak pernah dilakukannya selama ini adalah menyentuh Mira sejak pertama kali mereka bertemu. Dave ingat betul untuk berjabat tangan dengannya saja Mira menolak. Sejak itulah Dave selalu menjaga jarak dengan Mira dan berusaha sebisa mungkin tidak bersentuhan langsung.
Tapi siang ini,,, Melihat Mira yang tertidur dan melewatkan makan siangnya yang Dave yakin karena Mira menunggunya,,, Tangan Dave tak bisa diajak kompromi.
Dielusnya lembut kepala Mira.
"Mira,,, besar sekali inginku untuk menjadikanmu istriku. Menjadikanmu pendamping hidupku. Tapi sebesar itu juga aku tak ingin kamu meninggalkan tuhanmu." batin Dave.
Dave menarik tangannya dengan cepat saat merasakan ada pergerakan Mira. Mira mengerjapkan matanya dan terkejut melihat Dave yang sudah berdiri di sampingnya.
"Dave,,, Kamu sudah datang?? Astaghfirullah,,, aku tertidur. Maaf Dave aku tidak dengar kamu datang. Kamu sudah lama datang??" tanya Mira merasa bersalah.
Dave hanya memandangi wanita pujaan hatinya dengan penuh cinta.
"Mira,,, kamu benar benar membuatku jatuh cinta."batinnya.
"Dave,,," Mira kembali memanggilnya
"Oh,,,tidak,,,. tidak,,,aku baru saja datang." jawab Dave berbohong.
"Mira,,,kamu belum makan??" tanya Dave.
__ADS_1
Mira menggeleng.
"Kenapa belum makan?? Nanti kamu sakit lho,,," tanya Dave lagi.
"Aku hanya tidak selera makan tanpamu." lirih Mira.
Dave tertegun mendengarnya. Rupanya Mira tak hanya menunggunya namun merasa hilang selera tanpa kehadirannya. Dave senang mengetahuinya namun dirinya juga merasa bersalah telah membuat Mira menunggu.
"Maafkan aku Mira sudah membuatmu menunggu lama. Kalau begitu kita makan saja ya,,," kata Dave.
"Jam istirahat sudah habis pak Dave,,," kata Mira menunjuk jam dinding. Dave menoleh.
Pukul satu lebih lima menit,,,
"Mira ini kantorku,,,dan tidak ada salahnya melanggar aturan sekali saja. Ayo kita makan." kata Dave membuka pembungkus makanan itu.
"Pak Dave,,, aturan dibuat bukan untuk dilanggar" kata Mira mengingatkan.
Dave menghentikan kegiatannya.
"Akan ku langgar semua aturan yang ada asalkan itu demi kebaikanmu Mira. Aku tidak ingin kamu sakit karena kamu belum makan." kata Dave.
"Tapi pak,,," Mira hendak menyela.
"Ini perintah bos!! Lagipula aku juga belum makan Mira,,. Aku lapar sekali Miraaaa,,," rengek Dave manja.
"Pak Dave,,,!!" Mira kesal tapi gemas mengetahui aturan dilanggar karena Dave juga merasa lapar.
"Dave saja,,,masih jam istirahat ini,,," kata Dave.
Mira hanya tersenyum dibuatnya. Mau tak mau Mira pun jadi ikut melanggar aturan karena tak ingin Dave kelaparan juga.
Dengan semangat Dave membuka makanannya.
"Kwetiau,,,???" ucap Dave dengan mata terbelalak.
"Iya Dave,,, kenapa??" tanya Mira yang terkejut.
"Tidak apa apa,,, enak,, aku memang sedang menginginkannya." kata Dave kemudian.
Mira lega mendengarnya. Mira kira dirinya salah memilihkan makanan untuk Dave. Karena biasanya juga sering memesannya.
Dave pun mulai melahap kwetiau miliknya dengan wajah penuh senyuman. Mira hanya tersenyum melihat Dave yang lahap dan makan dengan cepat.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote,like dan komen yaa
Terima kasih 🌸
__ADS_1