
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
"Terima kasih sudah mengantarku pulang Dave,,," ucap Mira begitu mobil Dave sampai di depan rumahnya.
"Sama sama Mira. Justru aku malah ingin meminta maaf atas kejadian buruk yang menimpamu tadi. Aku akan buat perhitungan dengan Reno. Berani sekali dia mengabaikan pesanku untuk selalu menjagamu. Bukannya dijaga malah tidak tau menahu ada wanita gila itu mengganggumu. " Dave mengomel.
"Sabar Dave,,, Kita turun dulu saja yuk. Aku mau ganti cadarku dulu." ajak Mira.
Dave tersenyum dan mengangguk lalu dengan sigap membuka pintu mobilnya dan kemudian membuka untuk Mira.
"Hati hati sayang,,," ucapnya saat Mira hendak turun.
Mira menatapnya yang tanpa sengaja memanggilnya sayang. Mira tersenyum di balik jas yang masih dipegangnya untuk menutupi wajahnya.
"Boleh kan panggil sayang?? Kita kan,,,,eeemmmm,,,, hehehe,,," Dave yang baru menyadari ucapannya tadi akhirnya bertanya dengan malu malu sambil menggaruk kepalanya.
Mira tidak tahan untuk tidak tertawa kecil melihat tingkah Dave itu. Bertahun tahun bersama Dave,,, Baru kali ini Mira melihat tingkah lucu dan malu malu seorang Dave.
"Kok diketawain sih??? Sudah lama lho aku menunggu momen bisa memanggilmu sayang seperti ini Mira. Boleh tidak??" tanya Dave lagi.
Mira berhenti tertawa dan menatap kembali dua bola mata milik pria yang selama ini juga selalu dia rindukan. Pria yang selama ini tidak pernah lupa dia selipkan namanya dalam tiap doa doanya.
"Iya,,, Boleh tapi lebih baik sabar dulu tunggu saat kita sudah,,,,,." ucap Mira lembut namun tak menyelesaikannya sambil menunduk malu.
Wajah di balik jas itu merona saat mengatakan hal itu. Lalu dengan cepat pemilik wajah itu membalikkan tubuhnya lalu berjalan mendahului Dave masuk ke halaman rumahnya.
"Yesss,,,," Dave senang sekali.
Dave lantas menyusul langkah Mira dan seperti biasa dia langsung duduk di kursi yang selalu ia duduki tiap mengunjungi Mira. Kursi yang selalu menjadi saksi bisu tiap kebersamaan dan obrolannya dengan Mira. Sudah cukup lama dia tak merasakan kursi itu sejak kepergiannya ke Jepang tempo hari.
__ADS_1
"Tunggu ya Dave,,, Aku masuk dulu." ucap Mira.
"Iya Mira." sahut Dave.
"Tapi tunggu,,,," serunya lagi saat Mira sudah melangkah masuk.
"Ada apa Dave??" tanya Mira yang batal melangkahkan kakinya.
"Apa tidak bisa dipercepat panggil sayangnya,,,???" Dave tersenyum penuh harap saat memprotes Mira.
Mira kembali merasakan pipinya memanas akibat rona merahnya. Dave memandang wanita pujaan hatinya dan paham wanitanya itu sangatlah tersipu malu dengan ucapannya. Dave pun tersenyum saat suara lembut Mira kembali terdengar.
"Aku masuk dan ganti cadarku dulu." Mira mengulang kalimatnya tadi dan tak menjawab pertanyaan Dave.
"Iya Mira,,, Aku tunggu di sini ya." sahut Dave tak ingin mempermasalahkan kenapa Mira tak menjawabnya.
Mira menggangguk lantas menghilang di balik dinding kamarnya. Di dalam kamarnya dilepaskannya jas Dave yang sedari tadi menggantikan cadarnya. Mira memandang wajahnya yang masih memerah di pantulan cermin meja riasnya.
Mira tersenyum.
Mira memadang cadarnya lalu keluar membawa jas milik Dave.
"Ini jasmu Dave. Terima kasih sudah datang di saat yang tepat." ucap Mira mengulurkan jas itu.
"Sama sama Mira." Dave menerimanya lantas meletakkannya di tepian kursinya.
"Mira,,, Ada yang ingin ku bicarakan padamu." ucap Dave kemudian setelah Mira sudah duduk.
"Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu karena aku terkesan pergi begitu saja darimu karena aku bahkan tak berpamitan padamu. " kata Dave.
"Tidak apa apa Dave. Apa pun alasanmu melakukannya,,, aku menghargai tiap keputusanmu." jawab Mira.
"Terima kasih atas pengertianmu Mira. Dan sekarang aku ingin kita lebih serius membicarakan tentang kita berdua. Kamu serius dan yakin mengatakan bahwa kamu menerima pernyataanku hendak menjadikanmu istriku?? Kamu tidak marah karena aku lancang mengatakannya di depan semua orang tadi??" tanya Dave hati hati.
"Kamu sendiri bagaimana?? Apa kamu yakin dan serius menyatakan kalimat itu pada semua orang??" tanya Mira balik.
__ADS_1
"Aku serius dan yakin dengan semua yang ku katakan Mira. Aku bahkan mantap meninggalkan apa yang menjadi kepercayaanku selama ini dan mengikuti kepercayaanmu. Bukan karena aku takut kehilangan dirimu semata. Tapi karena Rabbmu juga telah menyentuh hatiku." jawab Dave.
Dave yang selama ini selalu mempelajari ajaran agama yang dianut Mira rupanya sudah tersentuh hatinya untuk menjadi Mualaf setelah menemukan berbagai fakta tentang islam. Bukan semata mata dirinya hanya ingin menjadi imam Mira saja.
Ditambah dengan dukungan dari orang tuanya juga yang tak mempermasalahkan jika Dave ingin pindah keyakinan apalagi jika dengan berpindahnya keyakinan putranya ini akan membawa kebaikan bagi putranya juga.
"Tuhan itu Esa Mira,,,Hanya saja cara hambaNYA mendekatkan dirinya yang berbeda beda. Dan sekarang aku memilih cara yang sama denganmu Mira. Aku ingin kita bersama sama melangkah di jalan yang sama menuju pada kebahagiaan yang hakiki,,, Menuju pada Rabb kita Mira." ucap Dave lagi.
Mira yang sedari tadi diam mendengarkan mulai menitikkan airmata bahagianya.
"Aku mau jadi mualaf Mira. Ajari aku islam Mira." ucap Dave mantap.
"Kita belajar bersama sama ya Dave,,," sahut Mira masih dengan tangisan bahagianya.
"Mira,,, Aku mencintaimu. Sejak pertama kali aku melihat dan mengenalmu aku sudah mencintaimu. Maafkan aku yang membuatmu terlalu lama menunggu. Maafkan aku jika aku terlalu lama butuh waktu meyakinkan hatiku sendiri akan seberapa besar cintaku padamu Mira." ucap Dave.
"Tapi sekarang aku sudah mantap Mira. Kamu mau kan jadi istri dan bidadari surgaku. Meski aku sadar aku masih awam dalam islam tapi Aku akan berusaha keras menjadi imam terbaik untukmu." ucap Dave kembali dengan kemantapan hatinya.
"Aku mau Dave karena Aku juga mencintaimu,, Aku tak pernah menyalahkanmu karena aku paham,,,Agama itu urusan hati. Tidak mudah bagi siapa pun meninggalkan kepercayaan dan kata hatinya begitu saja. Karena itu aku bersabar menunggumu. Dan aku bersyukur karena akhirnya Rabbku menjawab semua doaku." Mira menjawab sambil menghapus airmatanya.
"Mira,,, Terima kasih telah menungguku. Terima kasih atas cintamu yang membuatmu kuat menanti hidayah Allah menyentuh hatiku." ucap Dave.
Mira mengangguk dan tersenyum dibalik cadarnya yang masih basah oleh tetesan airmata bahagia yang tak kunjung berhenti
Mira tak sanggup membendung airmata kebahagiaannya begitu mendengar langsung Dave menyatakan perasaan cintanya dan kesadarannya ingin memeluk islam. Telah begitu lama kedua insan itu saling jatuh cinta dalam kukungan perbedaan agama.
Dan malam itu,,,
Tuhan telah menyentuh hati Dave dan membuka jalan selebar lebarnya agar keduanya bisa berjalan bersama.
"Terima kasih ya Rabb telah menunjukkan jalan bagi calon imamku,,," bisik hati Mira.
\=\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote,like dan komennya ya 🌹🌸
__ADS_1