BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 64


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Ayo Dave,,, Masak takut gitu sih??" tanya Mira saat Dave merajuk.


"Mira aku takut,,, Sakit gak??" tanya Dave.


"Aku sih tidak pernah merasakannya tapi setauku sih sakit." jawab Mira tak ingin berbohong.


"Tuh kan sakit kamu bilang. Apa tidak boleh untuk tidak melakukannya??" Dave mencoba menawar.


"Tidak bisa Dave. Itu hukumnya wajib. Khitan merupakan kewajiban karena termasuk kedalam fitrah yang harus dijaga. Dalam tradisi islam, khitan hukumnya wajib untuk laki-laki, sedangkan perempuan makruh. Kewajiban khitan ini tertuang dalam sabda Rasulullah SAW yang kurang lebih artinya seperti ini,,, Fitrah itu ada lima perkara,,,yaitu khitan, mencukur bulu ********, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis dan itu tertuang dalam H.R Muslim 257."Mira menjelaskan.


"Jadi wajib yaaa,,,Tapi kan sakit Miraaaa,,,," rengek Dave.


"Ya sudah kalau takut sama rasa sakit pas di khitan,,,Gak jadi menikah kalau begitu ya." sahut Mira.


"Ehhh tidak bisa gitu dong,,, Ayo berangkat. Kita cari dokter yang bisa pakai laser saja ya biar tidak terlalu sakit. Setidaknya begitu yang pernah ku dengar dari temanku yang pernah mengkhitankan putranya." ucap Dave memberanikan diri.


"Yakin berani???" tanya Mira menggodanya.


"Beraniiiii,,,Tapi Mira,,," Dave berhenti.


"Apalagi Dave??" tanya Mira.


"Kalau dikhitan sekarang dan hari jumat masih sakit nanti gak bisa dipakai dong pas malam pertama hehehe,,," Dave nyengir.


"Daveeeee,,,,," Beruntung cadar Mira bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.


"Sudah boleh kan membahas hal itu??" tanya Dave tak berhenti menggoda Mira.


"Boleh dan keputusanku kalau nanti masih sakit juga ya sudah." jawab Mira.


"Ya sudah gimana nih maksudnya Mira??" tanya Dave tidak mengerti.


"Ya sudah kita puasa dulu,,," ucap Mira sambil berlalu karena dirinya tak tahan lagi menahan wajahnya yang sudah sangat memerah.


Dave berlari mengejarnya.


"Yakin bisa puasaaa???" godanya lagi.

__ADS_1


"Daaaveeeee,,,," Suara Mira terdengar manja.


"Heheheh,,,Aku usahakan sembuh secepatnya ya.Ya ya ya,,," goda Dave lagi.


"Sudah ah,,Ayo berangkat ke tempat khitannya. Aku sudah buat janji tadi." ucap Mira membuat Dave kembali merasa ngeri ngeri sedap membayangkan benda kesayangannya akan berubah bentuk.


Dalam perjalanan menuju klinik pun dirinya tetap berdebar debar. Kali ini sengaja dia meminta sopirnya yang mengantarkan mereka karena dia takut tak bisa mengontrol diri dan rasa takutnya dan malah membahayakan Mira di jalan.


Setelah selesai khitan,,,


"Sakit Dave??" tanya Mira.


"Sakit dikit saja heheheh,,,Jangan khawatir Mira,,, Jumat sudah pasti siap tempur kok,,," suara Dave memelan.


"Daveee,,, Kamu mulai lagiiii,,,," Mira kembali dibuat malu oleh Dave.


"Menggoda istri sendiri itu katanya sunnah kan,,, jadi aku belajar dulu menggodamu,,," kata Dave.


Mira gemas dibuatnya dan menyipitkan matanya membuat Dave tertawa puas melihat ekspresi itu.


"Ayo jalan pak. Antar kami pulang." titah Dave pada sopirnya.


🌸🌸🌸


Hari yang dinantikan pun tiba.


Pria tampan mengenakan peci putih dan setelan pakaian serba putih itu dengan sangat fasih melafalkan kalimat itu. Wajah tampannya tampak makin mempesona dengan tampilannya hari itu.


Dibantu oleh seorang pembimbing yang sudah ditunjuk dan dua saksi yang dipersiapkan,,, proses Dave menjadi mualaf pun berjalan lancar dan diperkuat dengan diberikannya sertifikat mualaf yang nantinya berguna untuk proses perubahan data dan status Dave di mata negara.


Beberapa kerabat yang hadir atas undangan mereka pun semua menyaksikan Dave mengikrarkan kalimat tersebut dan resmi menjadi seorang mualaf.


Mira menitikkan airmata kala Dave menyelesaikan kalimat itu dengan lancar. Pria tampan yang selama ini jadi bosnya itu benar benar sudah menjadi mualaf dan akan segera menjadi suaminya setelah akad nikah yang sebentar lagi dilaksanakan.


"Terima kasih ya Rabb atas nikmatMU ini. Begitu terasa nikmat sampai hamba tak tau bagaimana mengungkapkannya. Bisa menyaksikan pria yang hamba cintai kini berada di jalanMU sungguh adalah nikmat yang tak terkira bagi hamba. Terima kasih Ya Rabb,,,,Terima kasih." Ucap Mira dalam hati.


"Baiklah saudara Dave,,, Apa anda sudah siap untuk melaksanakan akad nikah??" tanya penghulu yang sudah hadir juga.


"Sudah pak penghulu." jawab Dave mantap.


"Calon mempelai keduanya bisa duduk di hadapan saya??" tanya penghulu.


Bu Gina pun membimbing Mira yang hari itu juga memakai gaun lebar dan hijab serta cadar serba putih. Gaun itu dibelinya bersama Dave saat membeli pakaian Dave juga.


Putih memang warna yang mereka pilih untuk hari bahagia mereka. Dave merasa berdebar kala Mira duduk disandingkan dengannya. Seumur umur inilah saat Dave merasa sangat gugup.

__ADS_1


Menerima wanita ini duduk di sebelahnya di hadapan penghulu saja sudah membuat Dave merasa sebuah tanggung jawab besar akan menyertai dirinya. Tanggung jawab akan membahagiakan wanita yang sudah dihadiahkan oleh Rabbnya sebagai istrinya.


Penghulu pun mulai mengajarkan pada Dave tata cara akad nikah secara islam. Meski dirinya sudah banyak belajar dari internet tetap saja penjelasan dari penghulu sangat banyak membantunya.


"Bisa kita mulai saudara Dave??" tanya penghulu.


Dave menarik napas panjang agar napasnya bisa lebih teratur. Dirinya benar benar grogi dan gugup saat itu.


"Silahkan pak."jawabnya setelah merasa lebih tenang.


Penghulu pun mulai ucapan akadnya dan memberikan kode pada Dave agar segera menjawab dengan lantang dan lancar.


"Saya terima nikahnya Zamira binti almarhum Johan Mahardika dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Dave berhasil mengalahkan kegugupannya dengan sangat lancar mengucapkan kalimat itu.


"Bagaimana saksi??" tanya penghulu.


"Saaahhhh,,,!!!" sahut saksi serempak.


"Alhamdulillah,,," semua mengucapkan kalimat itu tak terkecuali tuan Prasetya dan nyonya Azumi maupun bu Gina yang mengucapkan syukur dalam bahasa yang diajarkan agamanya masing masing.


"Saudara Dave dan saudari Zamira,,, Selamat ya. Kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri. Semoga pernikahan kalian ini bahagia dan menjadi keluarga yang sakinah,mawaddah dan warohmah. Aamiin,,," ucap penghulu.


"Aamiin,,, Terima kasih pak." ucap keduany serempak.


Dave kemudian memandang Mira yang sudah mengulurkan tangannya meminta tangan suaminya untuk dicium olehnya. Detak jantung Dave pun kembali berdetak kencang menyadari inilah saat dirinya sudah dihalalkan untuk menyentuh Mira.


Mira mencium punggung tangan Dave dengan takzim dan kemudian mencium telapaknya juga. Dave tersenyum lalu mencium kening wanita yang kini disebut istrinya.


"Assalamualaikum bidadariku,,," ucapnya begitu mencium kening Mira penuh dengan debaran yang tak menentu.


"Waalaikumsalam imamku,,," jawab Mira lembut.


Jawaban lembut itu pun membuat Dave tak bisa menahan diri lagi. Direngkuhnya tubuh Mira dan langsung didekapnya erat seperti orang yang sudah sangat lama berpisah dan kini bertemu lagi.


"Eeehhh Daveee,,,Sabar duluuu. Ini masih banyak tamuuu,,," ucap nyonya Azumi menyadarkan Dave dan sontak mengundang gelak tawa para kerabat yang hadir menyaksikan tingkah Dave itu.


Dave pun hanya meringis dibuatnya.


"Abi masih tidak rela Mira,,, Tapi abi bisa apa??" Yudha yang berdiri sedari tadi menyaksikan kebahagiaan itu hanya bisa menahan nyeri dalam hatinya.


Dirinya yang tak di undang hanya hadir secara kebetulan karena hendak mengunjungi Mira namun diberitahu tetangganya bahwa hari ini Mira menikah di masjid dekat sana.


Yudha pun memutuskan meninggalkan tempat itu dengan ribuan luka menyayat hati melihat bidadari yang disakitinya dulu kini menjadi bidadari orang lain.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌸🌸


__ADS_2