BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Jangan Diam Saja


__ADS_3

Happy reading ya πŸ€“


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌺🌺 ALUR MASA LALU 🌺🌺


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seperti sebelumnya,,,


Bu Ambar kembali berulah dengan meminta Yudha tidur di luar kamar. Namun kali ini alasannya bukan karena ada Yudhi kakak Yudha,,, bu Ambar sepertinya sengaja mengundang banyak sepupu Yudha untuk menginap di rumahnya.


"Tidur disini saja sama mereka,,, asal kamu tau bahwa yang kangen sama kamu itu bukan istrimu saja,, tapi kami juga semua kangen." kata bu Ambar.


"Tapi bu,,," Yudha hendak menolak namun dihentikan oleh Mira.


"Iya bu,,, biar nanti kami tidur di sini" jawab Mira.


"Kamu tidur di kamar saja,,, kan kamu tidak biasa tidur di luar dan di lantai begini." jawab bu Ambar seakan berusaha menolak Mira.


"Iya bu,, Mira di kamar saja kalau begitu." jawab Mira dengan seulas senyum di bibirnya.


Meski dalam hatinya ada perasaan menolak namun dia sungguh tidak ingin mengacaukan suasana seperti kata Yudha kemarin.


Mira tidak ingin membuat liburan Yudha jadi dipenuhi banyak masalah jika dia mengungkapkan perasaannya.


Bukankah rasa kangen yang dimiliki mereka semua pada Yudha berbeda dengan kangen yang dirasakan seorang istri,,,


Jika kangen mereka bisa diobati dengan sekedar berbincang bersama Yudha,, maka kangennya istri tak cukup hanya dengan saling memandang atau bicara,,,


Mira juga perlu diberi nafkah batin,,,


Tapi Mira memilih mengalah malam itu. Dia meringkuk sendiri dalam kamarnya sementara Yudha bercanda tawa dengan sepupunya dan bu Ambar.

__ADS_1


Keesokan paginya Mira membantu bu Ambar di dapur. Setelah semua selesai dirinya pun hendak mengambilkan Yudha nasi.


"Biar ibu saja,,," bu Ambar mengambil paksa piring yang sudah ada di tangan Mira.


Mira tak melawan. Dalam hatinya dia berusaha memahami bahwa bu Ambar hanya ingin membuat Yudha senang saja.


"Ayo buka mulutmu,,, biar ibu suapi." tukas bu Ambar pada Yudha.


Yudha memandang Mira yang menunduk dan memainkan sendok di piringnya. Bu Ambar yang sudah menyodorkan sendok berisi nasi itu pun tak suka melihat Yudha malah memperhatikan Mira.


"Kenapa?? Apa untuk menerima suapan dari ibu saja kamu juga harus meminta ijin pada istrimu?? Apa sudah benar benar hilang hak ibu atas dirimu??!!!" sungut bu Ambar.


Mira yang tidak tau menahu mengangkat wajahnya. Dirinya tak mengerti kenapa mertuanya bicara seperti itu. Padahal Mira sama sekali tak melarang beliau menyuapi Yudha.


"Ya bukan begitu bu,,, cuma kan Yudha biasanya disuapi Mira. Ya sudah jangan diperpanjang lagi,,, ayo suapi Yudha bu." ujar Yudha membuka mulutnya.


Bu Ambar pun tersenyum menang. Namun tidak cukup sampai disana saja,,, bu Ambar kembali berulah saat Mira duduk bersama Yudha di ruang keluarga.


"Abi,,, apa abi tidak ingin menjenguk Andara putri abi?? Bukankah sudah sangat lama abi tidak menjenguknya??" tanya Mira.


"Andara kan tetap putri abi,,, tetap tanggung jawab abi juga. Mira juga ingin mengenalnya mereka,,, Mira juga ingin agar Mira dianggap sebagai ibunya juga. Ayo kita kesana,,, Minta maaf pada mereka karena telah mengabaikan Andara selama ini." kata Mira menasehati.


Yudha belum menjawab karena ingatannya kembali ke masa masa sulit dalam hidupnya itu. Teringat juga olehnya bahwa dia sudah berjanji tak akan pernah datang ke rumah itu sebelum dirinya kaya raya.


Dalam kondisinya yang saat itu belumlah kaya,,, Yudha merasa enggan.


"Tidak perlu kesana!! Tidak perlu mengenal mereka juga,,, Mereka bukan siapa siapa Yudha. Anak itu juga belum tentu anaknya Yudha. Kalau kamu memang ingin punya anak,,, lebih baik buat dirimu sendiri hamil." sahut bu Ambar sengit.


"Jangan bicara begitu bu,,," jawab Yudha.


"Kan benar apa kata ibu,,, kenapa harus menemui atau minta maaf pada mereka?? Kalau pun itu anakmu,,, kan juga semestinya mereka membawanya kesini menemuiku. Buktinya mana,,, selama ini mereka juga tidak menganggapku besan!!" bu Ambar kesal.


"Kamu juga Mira,,, jangan coba coba meracuni pikiran Yudha ya,, hidup dan jalani saja rumah tanggamu sebaik mungkin. Kalau kamu ingin Yudha tanggung jawab pada anaknya ya segera saja lahirkan anak untuknya. Itu pun kalau kamu mampu!!" ketus bu Ambar.

__ADS_1


"Astagfirullah bu,, Mira sama sekali tidak berniat meracuni mas Yudha. Mira justru hanya ingin mengingatkan bahwa seorang pria itu memiliki empat jenis wanita yang akan bisa menyeretnya ke neraka jika dirinya sebagai laki laki tidak bisa bertanggung jawab urusan dunia dan akhirat mereka." jawab Mira.


"Jangan sok pandai kamu Mira,,, ilmu agamamu belum seberapa dibanding aku yang sudah dari lahir berdarah muslim." ketus bu Ambar.


Yudha diam saja. Dirinya bahkan hanya menurut saat bu Ambar menariknya dan mengajaknya duduk menjauh dari Mira.


"Jangan hanya diam abi,,, Apa yang dikatakan oleh ibu itu adalah kesalahan dan bila seorang anak tidak menasihati ibunya dan keluarganya tentang agama,,, maka anak itu akan dimintai pertangungjawaban di akhirat kelak." batin Mira.


Dan juga,,,


Bukankah jika seseorang ayah tidak memerdulikan anak-anak perempuannya di dunia,,, maka ia akan ditarik ke neraka oleh anaknya,,???


Sebagai seorang ayah,,,, selain mencukupi kebutuhan dunia putrinya,,, Yudha juga wajib memberikan pendidikan agama seperti sholat, mengaji dan sebagainya. Yudha tidak boleh membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup auratnya.


"Apa maksudmu dengan empat wanita yang akan bisa menarikku ke neraka Mira??" tanya Yudha malam itu saat mereka sudah kembali ke rumah mereka.


"Mira sungguh tidak ingin abi menjadi salah satu pria yang ditarik ke neraka karena kelalaian abi,,, Mira hanya ingin mengingatkan bahwa tanggung jawab abi bukan hanya pada ibu dan Mira saja. Andara itu juga tanggung jawab abi,,, terlepas dengan berbagai hal buruk pada masa lalu abi,,, Andara tetap tidak bisa abi jadikan pelampiasan kemarahan abi." tukas Mira lembut.


Mira pun lalu menjelaskan semua pada Yudha. Yudha yang hanya diam tertunduk itu berusaha menyerap dan memahami semua perkataan istrinya itu.


Dalam hatinya dia merasa malu pada istrinya yang rupanya ilmu agamanya sudah semakin banyak. Yudha pun meneteskan airmatanya saat Mira menggenggam tangannya dan berkata,,,


"Jangan biarkan kemarahan dan keegoisan,, serta dendam abi membuat kita tidak bisa bersatu di jannahNYA kelak abi,,, bagaimana pun juga abi telah bersalah dengan sama sekali tidak bertanggung jawab pada Andara." kata Mira lembut.


"Dan jangan biarkan kesalahan itu makin besar dengan abi tetap memelihara kebencian terhadap keluarga Sofia." lanjutnya.


"Mira akan temani abi kesana,,, Mira tidak akan cemburu atau pun sakit hati meski abi bertemu dengan Sofia,, karena bagaimana pun juga,,, Mira mencintai abi tulus karena Allah,,, Sofia adalah bagian masa lalu abi yang harus Mira terima juga keberadaannya." pungkas Mira.


"Abi malu Mira,,, abi malu karena abi ternyata sudah segagal ini menjadi ayah dan suami." lirih Yudha di sela tangisnya.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih πŸ’ž


__ADS_2