BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Operasi


__ADS_3

Selamat membaca ya πŸ€“


Mohon maaf kalau ada banyak typo 😁


Semoga suka ya πŸŒΊπŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Kenapa kamu diam mas??" Vera menyadarkan Yudha yang masih tenggelam dalam ingatannya akan pertemuannya dengan pak Dedi.


"Jangan jangan kamu itu memang masih menginginkannya ya???!!!" tuduh Vera.


"Jangan sembarangan bicara Ver,,, gak enak kalau sampai di dengar tetangga juga." kata Yudha mengelak.


"Halaaaahh ngaku saja kamu mas!!!" Vera makin menyudutkan Yudha.


"Vera!!! Cukup ya,,, aku ini berusaha sebisa mungkin untuk sabar padamu!! Tapi kalau kamu terus seperti ini,,, aku tidak akan segan membuktikan omonganmu itu!!!" bentak Yudha.


"Ooohhh,,, aku semakin yakin kamu itu memang masih kegatelan sama itu wanita peselingkuh!! Atau jangan jangan kamu juga sudah diajaknya selingkuh ya mas???!!!!" Vera makin sengit.


Dan,,,


Pllaaakkk!!!


Tamparan keras Yudha mendarat di pipi Vera. Yudha tidak bisa lagi mengontrol emosinya. Namun begitu melihat Vera yang terhuyung huyung lalu ambruk saking kerasnya tamparan itu,,, Yudha menyesal.


Dilihatnya Vera meringis kesakitan dan memegangi perutnya. Tampak cairan bening meleleh di sela sela kakinya.


"Bawa aku ke dokter mas!!!!" teriak Vera di sela rasa sakitnya.


Yudha tersentak dan sadar istrinya akan segera melahirkan. Segera dibantunya Vera bangun dan dibawanya ke dalam mobilnya.


Dikuncinya rumah dengan cepat,,, Yudha masuk ke mobil dan langsung menuju ke klinik bersalin terdekat tempat Vera biasa periksa kandungannya.


Perawat yang dengan sigap membawa Vera masuk ke ruang tindakan itu melarang Yudha yang hendak ikut masuk.


"Tapi sus,,, itu istri saya,,, anak saya,,," Yudha belepotan bicara.


"Bapak tunggu di luar saja ya. Biar kami bisa melakukan tindakan dulu." cegah suster itu.


Yudha menurut saja namun panik melihat dokter yang melangkah masuk dengan cepat ke ruang tindakan. Beberapa saat kemudian dokter keluar dan menemui Yudha.


"Maaf pak,,, istri anda mengalami pecah ketuban dan sepertinya bapak terlalu lama membawanya kemari. Ketuban istri anda tinggal sedikit,, kondisinya itu tidak memungkinkan istri anda melahirkan normal. Kami harus segera mengambil tindakan operasi cesar." kata dokter.


Yudha terhenyak.

__ADS_1


Dirinya sadar bahwa dia tidak punya uang yang cukup untuk itu.


"Maaf pak,,, kami harus segera mendapat persetujuan anda." ulang dokter menyadarkannya.


"Ii,, ii,,, iya dok,,, lakukan yang terbaik untuk istri saya." Yudha gagap.


"Baik pak,, silahkan bapak tanda tangani surat persetujuan ini dan menyelesaikan administrasinya." kata dokter menyerahkan lembaran kertas berisi banyak tulisan.


Yudha tak ingin membacanya lagi. Dengan cepat ditandatanganinya saja surat itu. Dokter segera kembalu masuk ke dalam untuk memulai tindakan operasi.


Yudha terduduk lemas.


"Bagaimana ini?? Uangku tak cukup,,, apa ibu mau membantu kami?? Aku tidak mungkin meminjam pada mertuaku,,, Mereka juga banyak pengeluaran untuk biaya pengobatan ayah mertuaku,,," Yudha berpikir.


Ayah Vera yang mengalami stroke selama ini juga membuat ibunya kalang kabut mencari nafkah. Untuk itulah Yudha tidak tega jika harus membebaninya lagi.


Disamping itu dia juga malu jika sebagai suami tidak bisa membiayai persalinan istrinya. Apalagi bisa dibilang ini adalah pertama kalinya dirinya tau bagaimana paniknya suami jika istrinya hendak melahirkan.


Akan sangat memalukan untuk dirinya jika dirinya tidak becus dalam hal ini. Dulu kelahiran Andara,,, dirinya sudah tidak tau menahu. Terima beres saja.


"Sebaiknya aku coba minta bantuan ibu saja" batin Yudha sambil mulai menelpon bu Ambar.


Beberapa saat menunggu akhirnya bu Ambar pun menjawab telponnya.


"Sekarang??? Kenapa maju banyak hari?? Bukannya masih dijadwalkan dua minggu lagi??" tanya bu Ambar.


"Iya bu,,, kan namanya juga cuma perkiraan,, bisa saja meleset" ucap Yudha tak mengatakan kejadian sebenarnya.


"Benar juga,,, trus laki laki apa perempuan anakmu??" tanya bu Ambar lagi.


"Belum lahir bu,,, dokter masih mengambil tindakan operasi." kata Yudha.


"Ya begitu itu kalau menantu tidak mau hormat sama mertua,,, melahirkannya susah!! Biar saja dia tau rasa,, Bisanya bikin susah saja,,, Dipikirnya tidak mahal apa biaya operasi,,,?? Biar dia pikir sendiri itu,,," Bu Ambar mengomel dan mendoakan banyak hal buruk untuk Vera.


Yudha menelan ludahnya sendiri.


Mendengar semua omelan bu Ambar itu,,, dirinya tak mampu meneruskan niatnya untuk meminjam uang pada beliau. Akhirnya Yudha hanya meminta agar bu Ambar mau menjenguk anak istrinya itu.


"Ya nanti lihat kondisi,,, kalau ibu tidak sibuk ya ibu kesana. Hanya untuk lihat cucu ibu saja. Ibu tidak peduli dengan ibunya,,, menantu apaan seperti itu!!!" ketus bu Ambar.


"Bu,,, jangan begitu. Bagaimana pun juga Vera itu istri Yudha yang ibu pilihkan sendiri dulu." sela Yudha.


"Justru karena itu ibu kesal sekali padanya!!!" sengit bu Ambar.


Sejak tau Vera pelit terhadapnya dan mengatur keuangan Yudha,,, bu Ambar langsung tidak menyukainya. Belum lagi Vera yang tidak selalu mengiyakan apa pun yang dikatakannya seperti Mira dulu,,

__ADS_1


Membuat bu Ambar sensi terus padanya.


Dan akhirnya Yudha tidak mendapat hasil apa apa dari bu Ambar. Dia mencoba menelpon beberapa temannya yang dulu sering dibantunya,,, namun semua tidak ada yang bisa membantunya.


"Semoga kantor bisa membantuku meminjamkan uang padaku,,," batinnya dan langsung bergegas menuju ke kantornya.


🌺🌺🌺🌺


"Pak Dave,,, semua berkas sudah saya siapkan. Kita bisa ke PT Anugerah sekarang." ucap Mira di telpon.


"Baik Mira,,, aku akan segera keluar." jawab Dave.


Dave pun merapikan jas dan dasinya lalu bergegas keluar ruangannya. Mira sudah berdiri dengan beberapa map di tangannya.


"Ayo kita pergi Mira,,," ajak Dave yang langsung berjalan lebih dulu dan menekan tombol lift.


Dipersilahkannya Mira masuk terlebih dulu.


"Terima kasih pak Dave" ucap Mira.


Dave pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Keduanya pun saling membahas hal apa saja nanti yang kira kira akan dibahas dalam pertemuan itu. Hingga tak terasa mereka telah sampai di lantai bawah.


Keduanya bersiap keluar lift. Dan seperti biasa,,, Dave selalu mempersilahkan Mira untuk melangkah dulu. Keduanya lalu menuju ke mobil Dave. Dan sekali lagi Dave lah yang membukakan pintu untuk Mira dan menutupnya juga.


"Lihat deh tuh si Mira,,, makin besar saja kepalanya,,,"


"Punya pelet apa sih tuh perempuan???"


"Cadarnya hanya pakai kedok saja,,,!!!"


"Pasti kalau keluar berdua begini mereka singgah ke hotel dulu,, mana mungkin kan seorang pak Dave yang tampan lagi kaya mau mau saja dengan perempuan cupu begitu,,,!!!


Berbagai desas desus di kantor yang sering terdengat tiap kali Dave dan Mira berjalan bersama. Para karyawan perempuan yang merasa sudah dandan maksimal dan rela mengumbar auratnya merasa terabaikan sejak kehadiran Mira.


Dave yang dulu mungkin masih bisa saja tertarik atau sedikit tergoda,,, namun untungnya pria tampan tak terlalu bodoh untuk mengiyakan atau menerima begitu saja ajakan mesum yang sering didapatnya dari mereka.


Dave tau,,,


Para wanita itu hanya mengincar uang dan status sosialnya saja.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen ya


Terima kasih πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2