
Selamat membaca 💐
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
💐💐
Sejak tau rencana Yudha akan mempoligami dirinya sikap Vera makin menjadi jadi. Dirinya makin protektif pada Yudha meski sebenarnya dia juga berselingkuh di belakang Yudha.
Vera hanya belum mau berpisah dengan Yudha karena Reno kekasih gelapnya juga masih berstatus suami orang. Reno juga belum pernah secara langsung atau gamblang menyatakan ingin menikahinya.
Untuk itu Vera mengambil inisiatif menyelam sambil minum air. Tetap menjadi istri tunggal Yudha sambil menjalin hubungan gelap dengan Reno. Vera tak mau mengambil resiko kehilangan kedua duanya. Untuk itu sebisa mungkin Vera membatasi ruang gerak Yudha terutama setelah tau gaji yang di dapat Yudha sangat fantastis angkanya.
Vera tambah tamak dan tak ingin membagi semua itu apalagi dengan wanita mantan istri Yudha yang bernama Zamira itu. Vera pernah melihat wajah Zamira di galeri ponsel Yudha. Wajah cantiknya itulah yang membuat Vera selalu merasa takut tersaingi atau bahkan tersingkirkan.
Siang itu Vera menutup berkas kerjanya karena jam makan siang telah tiba. Dia pun menelpon sahabat barunya yang merupakan satu satunya wanita yang tak punya teman di kantor ini karena semua wanita di sana iri padanya.
Vera sengaja mengajaknya berteman karena sahabatnya itu tau ada hubungan khusus antara dirinya dan Reno. Vera hanya ingin Membuat sahabatnya itu tak enak hati jika suatu saat ingin mengungkap rahasia busuknya itu.
"Makan siang denganku ya Mir,,," ucap Vera begitu Mira menjawab telponnya.
"Boleh. Mau makan di mana?? Di kantor saja atau kita keluar??" tanya Mira lembut.
"Di luar sajalah ya. Aku sekalian mau curhat nih sama kamu." ucap Vera
"Iya Ver. Aku mau." jawab Mira mengiyakan.
Vera senang dan menutup telponnya.
"Untung wanita yang namanya Mira itu gak selalu menyebalkan seperti pelacur garing itu. Untung Mira sahabatku ini selalu mengerti aku."batin Vera yang masih belum tau juga bahwa yang dihadapinya dan dijadikannya sahabat itu adalah wanita yang sama.
Reno sendiri selama ini juga bungkam meski dia tau semuanya. Reno tak hanya bungkam pada Vera tentang siapa Mira namun juga bungkam pada Dave tentang siapa sebenarnya Vera.
__ADS_1
Reno pusing sendiri tiap kali memikirkan lingkaran asmaranya ini.
🌹🌹🌹
"Mau curhat apa sih Ver?? Tentang Reno lagi?? Kenapa sih kamu gak lepaskan saja dia. Dia sudah beristri lho Ver. Kamu sendiri juga sudah bersuami. Kamu itu jangan banyak banyak buat masalah kenapa sih,,," tegur Mira di sela sela waktu menunggu makanan pesanan mereka datang.
"Kamu tau sendiri kan aku sama suamiku itu gak rukun. Kalau masalah hati itu sudah gak bisa dipungkiri Mira." sahut Vera membela diri.
"Tapi perselingkuhan bukan jalan keluarnya Ver. Kamu harus segera membuat keputusan. Melanjutkan dan mempertahankan rumah tanggamu atau terus menjadi simpanan Reno. Setauku Reno tidak akan menceraikan istrinya apa pun alasannya mengingat perjuangan mereka bersama dulunya."Mira mengingatkan.
Mira tau memang cukup banyak tau tentang Reno sewaktu masih ada Dave di sini. Dave selalu banyak cerita padanya.
"Entahlah aku belum mikir sampai sana. Sudah jangan itu dulu di bahas. Kita bahas masalah acara perusahaan besok saja. Aku bingung harus bagaimana. Diharuskan datang dengan pasangan kan?? Kalau aku datang dengan suamiku,,, Apa menurutmu Reno tidak marah??" tanya Vera.
"Ya kenapa harus marah?? Dia juga pasti akan datang dengan istrinya kan?? Dan apa kamu akan marah?? Kalian berdua tidak pantas untuk marah mengingat semua ini adalah konsekuensi dari hubungan gelap kalian." Mira panjang lebar menjelaskan.
Bagaimana pun juga dia ingin membuat Vera yang sudah dianggapnya sahabat baiknya itu tidak semakin jauh terjerumus. Meski Vera masih tertutup tentang siapa sebenarnya suaminya namun Mira menghargai privacy sahabatnya itu.
"Eh Mira,,, Kamu sendiri bagaimana?? Mau datang sama siapa nih besok??" goda Vera.
"Sendiri lah,,,Memang mau sama siapa?? Aku kan gak punya pasangan."sahut Mira cuek.
"Hmm kamu itu maunya apa sih Mir,,, Kamu sudah lama sekali loh sendiri. Gak baik lama lama menjanda. Takut jadi bahan fitnahan orang."kata Vera menasehati.
"Makanya aku berusaha sebaik mungkin menjaga auratku tetap tertutup begini biar orang lain tidak punya celah untuk memfitnahku. Memangnya ada laki laki di luar sana yang mau melirik wanita bercadar dan tak berbody begini?? Dilirik dari mana mana juga gak ada istimewanya kan??" gurau Mira.
"Hhmm benar juga ya. Gak ada yang mau sama kamu kalau kamu begini terus." Vera menggodanya.
"Tapi bukan itu saja tujuanku bercadar begini. Semua ini kulakukan karena Rabbku menyukainya." ujar Mira tiba tiba serius.
Vera diam mendengarkan. Meski dirinya tak sedekat itu dengan tuhan namun Vera masih selalu menghargai Mira tiap kali Mira membahas keimanan dan kecintaannya pada Rabbnya.
"Lalu si bos?? Bagaimana kabarnya??" celetuk Vera kemudian.
__ADS_1
"Sudah bahagia di tempatnya sana." jawab Mira dengan sedikit terkekeh.
Jawaban bercanda itu membuat Vera bersungut sungut kemudian keduanya pun tertawa. Meski Vera tak pernah sekali pun tau atau melihat Mira membuka cadarnya,, Namun dirinya merasa sangat senang bersahabat dengan Mira.
💐💐💐
"Ikut aku di acara jamuan makan kantorku besok malam mas." ketus Vera malam itu sepulang Yudha dari kantornya.
"Besok malam??" tanya Yudha.
"Iya besok malam jam tujuh. Kenapa?? Kamu ada acra??Acara atau acara??? Benar benar acara atau hanya menemui Zamira lagi???" tuduh Vera.
"Jangan fitnah begitu Ver. Aku belum bilang apa apa." potong Yudha.
"Terus apa dong yang mau kamu bilang sekarang mas,,," tantang Vera.
"Iya besok aku temani. Aku tadinya hanya mengingat ingat jam berapa besok aku pulang karena kantor memintaku kerja lembur menyelesaikan berkas untuk proyek baruku. Tapi ku rasa aku bisa selesai sebelum jam tujuh kok." jelas Yudha.
"Benar begitu??" selidik Vera.
"Benar Vera,,," sahut Yudha memastikan.
"Bagus,,, Satu hal lagi. Besok gak usah banyak bicara di sana. Sama aku aja terus kemana mana. Aku gak mau kamu ngobrol sama teman teman wanitaku di sana. Nanti kamu kumat lagi mau poligami aku." ketus Vera.
"Terserah kamu sajalah." sahut Yudha sekenanya lalu masuk ke kamar meninggalkan Vera yang masih duduk memangku baby Reno yang makin hari makin tidak mirip dengan dirinya. Entah bayi itu mirip siapa namun Yudha tak pernah curiga.
Walau Vera sudah mengekangnya begitu namun niatan dalam hatinya untuk tetap menikahi Mira lagi tidak pernah padam. Yudha yakin suatu saat Vera juga pasti lelah dan lengah hingga dirinya bisa kembali menemui Mira.
"Mira sabar ya tunggu abi. Abi pasti akan kembali." batin Yudha tiap kali mengingat Mira.
\=\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 💐💐
__ADS_1