BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Kubangan Dosa


__ADS_3

Happy reading ya ๐Ÿค“


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


๐ŸŒบ ALUR MASA LALU ๐ŸŒบ


รทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรทรท


Mira tidak bisa tidur dan terus gelisah meski sudah berusaha menghabiskan waktunya untuk membaca Quran. Ramadhan pertamanya ini cukup membuatnya merasa hidupnya jauh lebih indah terutama dengan hadirnya Yudha.


Pria yang dipanggilnya dengan kata Abi itu melengkapi seluruh berkah yang diberikan Rabb nya untuk dirinya.


Membayangkan akan merayakan lebaran pertamanya bersama Yudha juga membuatnya sangat bersemangat menunaikan ibadah puasa agar benar benar merasakan kemenangan.


Hari ini adalah hari dimana Yudha meninggalkan Dubai dan kembali ke negara ini. Saat ini Yudha sudah berada di pesawat yang membawanya ke Hongkong.


"Lancarkan perjalanan abi ya Rabb,,, jauhkan abi dari segala mara bahaya,,,,"


Zamira tak putus putus mendoakan buaya darat itu.


"Mira abi sudah sampai di Hongkong." tulis Yudha di pesannya.


"Alhamdulillah abi,, apa perjalanan abi menyenangkan??" tanya Mira.


"Sangat menyenangkan Mira,,, tentunya itu juga berkat doa darimu ya,,, Tapi maaf Mira,, abi lelah sekali dan abi tidak bisa menghubungimu lagi karena abi hanya numpang wifi saja ini. Wifinya juga sangat tidak bagus sinyalnya,," kata Yudha.


"Lalu bagaimana abi??" tanya Mira.


"Mira sebaiknya tidur saja lagi ya,,, Nanti kalau tidur kan Mira tidak merasakan lamanya jam. Gak terasa juga nanti tau tau abi sudah sampai deh di rumah. Sambil menunggu jam buka puasa juga sayang" tukas Yudha.


Mira melirik jam dindingnya. Jam buka puasa masih sekitar enam jam lagi. Karena tak ingin membantah suaminya,,, Mira pun mengiyakan Yudha meski hatinya sedari tadi berdebar debar aneh.


Mira pikir mungkin itu adalah debaran karena akan bertemu dengan suami yang sudah dinantinya selama setahun ini.


"Baik abi,,, tapi apa abi puasa??" tanya Mira sebelum mengakhiri chatnya.


"Tidak Mira,,, abi kan musafir. Mira tau kan apa itu musafir??" tanya Yudha.


"Sudah ya Mira,,, abi matikan saja wifinya. Sampai jumpa segera ya Mira. Assalamu'alaikum." tulis Yudha tanpa menunggu lagi jawaban Mira.


Mira yang berusaha mengetik balasan dengan cepat pun kecewa mendapati chatnya sudah tidak masuk. Dirinya pun menghela napasnya berusaha meredakan debaran hatinya yang semakin tidak bisa diartikannya.


"Apa sih yang kalian bicarakan sampai sampai mas mengabaikanku disini???" protes Rania yang sudah sedari tadi ada di samping Yudha.


"Maaf sayang,,, Sudah jangan ngambek lagi. Sini peluk mas,,," ucap Yudha merayu.

__ADS_1


Rania yang masih merajuk itu hanya memalingkan wajahnya yang sedari tadi ditekuk. Yudha yang gemas pun langsung saja memeluk tubuh molek Rania.


Bahkan tanpa mempedulikan kesibukan di bandara itu,,, Yudha pun menciumi bibir Rania dengan rakus. Rania yang hanya pura pura merajuk itu pun membalas ciumannya.


"Mas sudah mas,, jangan disini. Gak enak dilihat orang." kata Rania melepaskan dirinya.


"Memangnya ada tempat lain??" tanya Yudha.


Rania mengerling dengan mata nakalnya. Yudha mengerti dan mengikuti langkah Rania keluar dari lobby bandara menuju ke parkiran tempat Rania memarkir mobilnya.


Keduanya masuk ke mobil.


"Disini kan lebih bebas mas,,," kata Rania makin menggoda Yudha yang memang sedari tadi sudah menelan ludahnya melihat penampilan Rania dengan busana serba mininya.


Tanpa pikir panjang lagi,,, Yudha melanjutkan ciumannya yang sempat tertunda tadi. Suasana basement parkir yang gelap dan sepi pun mendukung dua manusia itu berbuat lebih jauh lagi.


Mobil itu pun bergerak gerak perlahan mengikuti gerakan dua manusia yang sudah dibutakan oleh nafsu. Mereka berlomba memacu diri dalam kubangan dosa.


Yudha lupa diri,,,


Lupa istri,,,


Lupa dengan Rabb nya,,,


Piring yang selesai dicuci oleh Mira tiba tiba terlepas dari tangannya dan meluncur bebas ke lantai. Piring kesayangannya itu pun hancur berkeping keping.


"Astagfirullah,,,, kenapa bisa jatuh ya,,, padahal aku memegangnya dengan hati hati. Bagaimana bisa aku seceroboh ini?? Ini kan piring kesayanganku,,, hmmm,,, " Mira bergumam sendiri.


Mira pun memunguti pecahan piring itu dengan hati hati.


"Aaawww,,," pekik Mira tertahan.


Dilihatnya ujung jarinya tertusuk oleh pecahan piring itu. Pecahannya pun menusuk lumayan dalam. Mira mengambil peralatan P3K yang dia siapkan di rumah barunya ini untuk persiapan saja.


Hati hati sekali dicabutnya pecahan kaca itu,,,,


Darah segar pun mengucur dari bekas tusukan itu. Anehnya meski sudah dipencet pencet lumayan lama,, darah Mira masih saja banyak yang keluar.


"Hhmm,,, sudah harus kehilangan piring kesayangan meski sudah hati hati dan masih harus terluka begini." gumam Mira sembari meringis menahan sakit.


Deeggg,,,,


Perasaan Mira pun tiba tiba sangat tidak enak. Dirinya makin gelisah. Mira melirik jam di dinding rumahnya.


"Lama sekali jamnya,,, Abi sedang apa ya,,, Jauhkan abi dari segala keburukan ya Rabb,,," doanya yang merasakan perasaannya makin tidak nyaman.

__ADS_1


"Rania kamu hebat sekali,,," puji Yudha.


"Kamu juga mas,,, masih saja sama seperti dulu." kata Rania sembari mengecup pipi Yudha yang tengah membenahi pakaiannya.


"Iya dong,,, mas sudah persiapkan ini dengan baik lho,,, hanya buat kamu sayang." kata Yudha.


"Sudah puas kan?? Kalau sudah kita makan dulu yuk mas,,, Rania lapar nih,,!!" kata Rania.


"Iya sayang,, ayo kita makan." kata Yudha.


"Kamu bawa uang kan mas???" tanya Rania memastikan.


"Bawa tapi masih berupa dolar saja,,, bisa gak dipakai disini??" tanya Yudha.


"Ya tukarkan dulu lah mas di money changer. Rania ogah ya kalau harus bayarin makan kita!!" sungut Rania yang sedari dulu memang begitu pada Yudha.


"Iya sayang,,, kita cari tempat penukaran uang dulu kalau begitu ya." ucap Yudha membuka pintu mobil untuk Rania.


Mereka pun makan di sebuah restoran yang terletak di bandara. Usai lahap menyantap makanannya Rania pun menanyakan pesanannya.


"Kamu gak lupa kan mas sama pesananku??" tanyanya.


"Gak dong sayang,,," jawab Yudha.


"Mas kita shopping dulu yuk,, tuh ada beberapa butik disini yang jual baju baju bagus. Rania kangen nih mas belanjain,,," rayu Rania.


"Tapi Ran,,, mas gak bawa banyak uang nih. Cuma segini aja" kata Yudha menunjukkan uang kembalian dari kasir setelah dia membayar makanan mereka.


"Sejak kapan kamu kere begini mas??" sungut Rania yang langsung merampas semua uang itu dan memasukkannya ke dalam tasnya.


Yudha agak terkejut dengan perlakuannya namun mata hati Yudha yang sudah buta itu pun tak mampu melihat betapa berbedanya Rania dengan Mira yang sama sekali tak pernah berlaku seperti itu padanya.


Jangankan cuma uang kembalian yang tak seberapa,,, uang puluhan juta yang dikirimnya tiap bulan pun sejak mereka belum menikah hingga kini,,, Mira tak sembarangan pakai dan main rampas saja.


Mira masih tetap meminta ijin Yudha jika akan menggunakan uang itu meski Yudha sudah menyerahkan sepenuhnya hak pada Mira untuk mengelola dan menggunakannya.


'Kejujuran itu pondasi utama rumah tangga abi,,, jujur dengan perasaan,, jujur dalam perbuatan,,, jujur dalam keuangan juga."


Perkataan Mira itu mungkin tidak diingat Yudha lagi saat itu.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih ๐Ÿ’ž

__ADS_1


__ADS_2