BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 46


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


🌻


"Pasti buaya itu tengah berusaha menemui Mira. Sialan,,, Licin juga tuh buaya. Sebaiknya aku telpon Mira memastikan dirinya sedang ada tamu atau tidak." gumam Reno kesal.


Di carinya kontak Mira lalu langsung menelponnya.


"Iya pak Reno,,, Ada apa ya??" tanya Mira.


"Kamu di mana Mira??" tanya Reno tanpa basa basi.


"Baru saja mau sampai rumah. Ada apa ya pak??" tanya Mira balik.


Reno diam dan berpikir sejenak. Rasanya tidak pantas dia langsung bertanya apa ada tamu sekarang di rumah Mira. Rasanya tidak pantas juga jika mencari tau apa yang dilakukan Mira di luar jam kerjanya.


Dia bukan Dave yang memang ada akses untuk mengetahui kehidupan Mira.


"Halo pak Reno???" suara Mira kembali terdengar.


"Eh iya Mira,,, Maaf. Tidak apa apa aku hanya baru ingat kalau charger ponselku ketinggalan di meja kerjaku. Ku kira kamu masih di kantor. Ya sudah biarkan saja. Aku bisa pakai charger satunya di rumah. Selamat malam Mira maaf sudah mengganggu." ucap Reno langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Mira.


Mira heran dibuatnya. Diselipkannya kembali ponselnya ke saku tas nya. Taksi yang membawanya pulang sudah memasuki komplek perumahannya. Mira heran melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumahnya.


"Siapa ya,,,??" batin Mira sambil membayar ongkos taksinya.


Mira pun turun dari taksi dan terus memandangi mobil itu. Pengemudinya yang baru sadar bahwa Mira sudah datang langsung membuka pintu mobilnya dan tersenyum manis.


"Assalamualaikum Mira,,," sapa Yudha.


"Waalaikumsalam abi. Sudah lama??" tanya Mira yang sedikit heran kenapa Yudha tiba tiba datang dengan mobil barunya padahal baru waktu ini dia merengek meminta bantuan pinjaman uang.


"Baru saja kok." sahut Yudha.


"Ada perlu apa abi datang? Kalau abi datang untuk menagih jawaban atas permintaan rujuk abi tempo hari,,,Maka Mira,,,"


"Bukan Mira,,,Bukan untuk itu." potong Yudha sebelum Mira selesai bicara.


"Lalu apa abi??" tanya Mira heran.

__ADS_1


"Hanya untuk ini,,,"


Yudha menunjukkan bungkusan yang di bawanya. Dari bau dan tusuknya yang kelihatan Mira pun sudah bisa menebak apa isinya.


"Abi hanya ingin memintamu menemani abi makan sate ini saja. Abi tau kamu akan menolak dan tanya kenapa abi tak makan saja dengan istri abi. Tapi asal Mira tau,,,Istri abi tidak suka sate kambing. Jadi tolong Mira temani abi ya,,," pinta Yudha.


Mira mulai merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Mira tau betul akibatnya jika sampai istri Yudha tau bahwa suaminya malah menghabiskan waktu makan malam dengannya.


"Sebaiknya abi pulang. Makan di rumah saja. Meski istri tidak suka tapi kan abi tidak perlu mengajaknya makan satenya. Yang penting kalian makan bersama saja meski makanannya berbeda." tukas Mira kemudian.


Yudha menunduk.


"Istri abi kerja Mira dan sekarang lembur. Itu sebabnya abi mencari teman menghabiskan makanan ini. Abi mohon Mira,,,Sekali ini saja." lirih Yudha.


Mira benar benar merasa tidak enak.


"Kan abi hanya minta ditemani makan saja. Abi janji tidak akan menekan Mira dengan urusan rujuk. Malam ini abi hanya ingin kita jadi sahabat saja. Kita bicara dan bercerita tanpa perlu menyinggung masalah kita. Bisa kan Mira??" tanya Yudha lagi.


"Maaf abi,,, Sebaiknya abi pulang saja ya. Mira sungguh merasa tidak enak." tolak Mira halus.


"Apa Mira takut pria yang bersamamu itu marah?? Apa Mira takut hubungan kalian akan terganggu??" tanya Yudha.


"Lalu apa Mira??" desak Yudha.


"Mira tidak mau menyakiti perasaan siapa pun abi. Baik itu pria yang bersamaku maupun istri abi. Mereka tidak seharusnya dikorbankan hanya demi mengejar kesenangan abi makan sate bersamaku." ucap Mira.


"Apa salahnya sih makan sate Mira??" tanya Yudha lagi.


"Tidak ada yang salah dengan makan sate selama itu bukan kita berdua yang makan di sini. Mira dan abi saja,,, berdua. Ini tidak benar abi. Istri abi bisa saja salah paham pada Mira. Dan Mira tidak mau itu terjadi. Mira tidak mau dianggap mengganggu kebahagiaan kalian." suara Mira terdengar lirih.


"Lalu bagaimana jika kami memang sudah tidak bahagia?? Kamu tidak mengganggu pun kami memang sudah tidak bahagia Mira. Abi hanya butuh teman bicara Mira agar beban di hati abi ini berkurang." rayu Yudha.


Mira tertegun mendengarnya.


"Tidak bahagia??" lirihnya.


"Iya Mira,,,Abi tidak bahagia bersamanya." Yudha tertunduk.


"Kalau begitu jangan datang pada Mira untuk mengurangi beban hati abi. Mira bukan jawaban dari kegundahan hati abi. Datanglah pada Rabb mu abi. Keluarkan semua beban yang ada dalam hati abi padaNYA lewat sujud malam abi. Mira yakin abi akan mendapatkan petunjuk setelahnya." Mira menasehati.

__ADS_1


"Aduuuh Mira,,, Kok malah kamu menasehatiku sih,,, Aku bilang begitu kan biar kamu bersimpati padaku,,," batin Yudha.


Yudha diam dan hanya membisu karena tengah kecewa niatnya mengajak Mira makan malam bersama tak berjalan mulus.


"Pulanglah abi,,,Temui istrimu dan pandang wajahnya baik baik. Tegakah abi menyakitinya hanya demi kebahagiaan abi sendiri?? Jangan berbuat hal yang sama lagi abi. Cukup Mira saja wanita yang harus merasakannya." ucap Mira lembut.


"Baik Mira,,,Abi pulang. Assalamualaikum Mira." ucapnya lirih dan kecewa.


"Waalaikumsalam abi." sahut Mira lega karena akhirnya Yudha mau pulang.


Yudha berjalan gontai menuju mobilnya. Mira pun membuka pintu pagarnya dan hendak menutupnya kembali saat Yudha mencegahnya.


"Setidaknya terimalah bunga ini Mira. Anggap saja ini sebagai permohonan maaf abi atas semua kesalahan abi selama ini pada Mira. Abi tau bunga bunga ini tidak akan cukup untuk menghapus luka hati Mira karena abi. Tapi abi mohon,,, Terimalah." pinta Yudha.


Mira menerima rangkaian buket mawar merah itu.


"Terima kasih abi." ucapnya kemudian.


"Abi yang terima kasih karena Mira mau menerimanya." ucap Yudha.


Mira mengangguk dan membalikkan badannya hendak masuk ke rumah.


"Mira,,,!!!" panggil Yudha.


Mira menoleh.


"Abi harap Mira bisa ambil keputusan terbaik. Abi masih ingin berjalan bersama menuju jannahNYA bersama Mira. Abi juga tetap tidak ridho jika bidadari abi ini memilih pria yang tidak seagama. Demi apa pun abi tidak ridho Mira." ucap Yudha.


Yudha menyelesaikan kalimatnya itu dan langsung masuk ke mobilnya membiarkan Mira tertegun dengan sebuket bunga mawar merah ditangannya itu.


Mobil Yudha pun meninggalkan rumah Mira. Mira memandang buket bunga itu lalu bergumam sendiri.


"Mira memang tidak akan meninggalkan Rabbku abi. Tapi itu tidak berarti juga Mira memilih kembali padamu. Karena Mira tidak ingin membagi bagi lagi perasaan Mira ini. Sudah cukup hati ini mencintai Rabbku dan Dave seorang." gumam Mira.


Diletakkannya sebuket bunga mawar merah itu di atas meja yang ada di terasnya. Mira lantas masuk ke dalam rumahnya.


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2