
Happy reading ya π€
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΊ ALUR MASA LALU πΊ
πΊπΊπΊπΊ
Sreeetttt,,,,
Yudha merampas ponselnya dengan kasar membuat Mira terkejut. Baru kali ini Mira melihat sisi kasar Yudha.
"Siapa yang memberimu ijin membuka dan melihat lihat isi ponselku??!!!" bentak Yudha kasar.
"Abi,,,???" Mira tambah heran dengan perkataan Yudha.
"Apa???!!! Kamu mau apa lagi??? Setelah tau semuanya,,, mau marah??? Kecewa??? Minta cerai???" berondong Yudha.
Mira hanya diam memandang suaminya yang begitu galak itu.
"Jangan diam saja!!! Bilang saja apa maumu!!!" bentak Yudha lagi.
"Mira cuma mau abi bercermin dan bertobat,,, pintu maaf dari tuhan masih terbuka lebar untuk abi jika abi berjanji tidak mengulanginya lagi,,," ucap Mira lembut.
"Mira tidak mengharapkan abi meminta maaf pada Mira setelah Mira tau semuanya,,, Mira hanya ingin meluruskan dan menyadarkan bahwa apa yang abi lakukan ini adalah sebuah kesalahan dan dosa besar." lanjut Mira masih dengan lembut.
Diraihnya tangan suaminya lalu di genggamnya.
"Mira minta maaf jika apa yang Mira lakukan membuat abi marah,,, Mira tidak sengaja mengambil ponsel abi, Mira kira itu milik Mira. Mira tidak dengan sengaja mencari tau apa saja yang ada dalam ponsel abi,,," ucapnya lagi.
"Mira itu percaya pada abi,,, Tapi setelah melihat chat itu,, Sebagai istri Mira hanya ingin berusaha membuka kembali mata hati abi,,,, Mira tau walau seberapa keras dan ketatnya Mira mengawasi dan melarang abi,,, semua akan percuma jika tidak ada niat dari dalam hati abi sendiri." lanjut Mira.
Wajah Yudha yang semula menegang perlahan berubah. Perkataan lembut Mira itu bagai air hujan yang membasahi hatinya yang kekeringan. Perkataan itu memang lembut namun merasuk ke dalam jiwanya.
Yudha tertunduk di depan Mira.
"Mira ke dapur dulu ya,,, abi sebaiknya mandi dulu. Mira sudah menyiapkan air hangat untuk abi." ucap Mira sebelum Yudha sempat bicara apa apa.
Yudha hanya mengangguk pelan tanpa memandang wajah istrinya. Dirinya merasa malu. Malu karena aibnya terbongkar,, Malu karena kemarahannya,, Malu karena sikap kasarnya,,,
Dan lebih malu dengan kelembutan Mira menasehatinya,,,
Yudha beranjak dan turun dari ranjang. Langkahnya terseret menuju ke kamar mandi. Yudha seperti linglung.
"Apa yang sudah kulakukan?? Kenapa aku bisa sejauh itu termakan bujuk rayu Rania yang jelas jelas hanya suka dengan uangku,,, Kenapa aku mengabaikan bidadariku ini??" batin Yudha mulai dipenuhi penyesalan.
__ADS_1
Yudha cepat cepat melakukan ritual mandinya,,, dia ingin segera menemui Zamira dan meminta maaf padanya. Daat keluar dari kamar mandi dilihatnya istrinya itu tengah sibuk di dapur.
Usai berpakaian,,, Yudha menyusul Mira ke dapur.
"Kopi abi sudah tersedia di meja makan ya,," ucap Mira yang menyadari kehadiran Yudha di dapur sebelum Yudha bersuara.
Yudha tak mengiyakan namun berjalan mendekati Mira yang masih berdiri membelakanginya dan sibuk dengan piring piring kotornya. Dipeluknya pinggang Mira dari belakang.
"Maafkan abi Mira,,, abi khilaf" bisik Yudha.
Mira menghentikan pekerjaannya. Dirinya tetap berdiri dan membiarkan Yudha masih memeluknya. Airmatanya kembali menetes walau dirinya sudah berusaha setegar mungkin.
Bayangan Yudha memeluk Rania tiba tiba menari nari di pelupuk matanya. Bayangan Yudha mencumbu Rania melintas di benaknya.
Mira tak mampu lagi menahan tangisnya. Kali ini dia pun menangis tersedu sedu dan membiarkan suaranya keluar. Tak peduli dengan Yudha yang telah membalikkan badannya dan bingung bagaimana menenangkannya.
Mira tetap tersedu.
"Maafkan abi Mira,,, maaf,,, abi tau mungkin kata maaf abi ini tidak bisa menyembuhkan luka di hatimu,, tapi abi tulus Mira. Abi sadar abi salah. Abi sadar abi mengecewakan Mira." kata Yudha tetap berusaha menenangkan Mira yang tetap tersedu sedu di pelukannya.
"Mira sudah dong Mira,,, abi kan sudah mengaku salah. Gak enak didengar tetangga sayang. Sudah ya nangisnya. Mira abi mohon,,, sudah!!!!" Yudha setengah membentak karena kesal usahanya tak juga berhasil.
Mira pun melepaskan dirinya dari pelukan Yudha begitu sadar Yudha kembali membentaknya. Mira mundur selangkah dan menatap Yudha.
Yudha tersadar bahwa dirinya kembali melakukan kesalahn dengan membentak Mira saat dirinya tengah begitu terluka oleh perbuatannya. Tak seharusnya dia menambah luka itu dengan sikap kasarnya.
Namun sekuat apa pun istri,,,, Ucapan kasar dan bentakan suaminya akan membuat kekuatan itu menghilang seiring dengan remuknya hatinya.
Yudha menatap istrinya yang masih berlinang airmata. Dihampirinya kembali Mira dan diraihnya kepalanya. Dibawanya kepala itu dalam dekapan dadanya.
"Maafkan abi Mira,, sungguh abi sudah terlalu banyak melukaimu. Maafkan abi setulus hatimu." ucap Yudha.
Mira hanya mengangguk pelan dan menyeka airmatanya. Dirinya akan berusaha sebisa mungkin memaafkan Yudha walau hatinya sudah remuk dan hancur.
"Mira lanjut masak dulu abi,,, abi tunggu sambil menonton tv saja ya." kata Mira yang sudah mulai bisa menguasai ketenangannya lagi.
"Abi mau sholat sunah saja Mira sambil baca Quran. Abi merasa sangat bersalah setelah semua ini. Abi mau mohon pengampunan dari tuhan. Abi ingin mendekatkan diri lagi pada tuhan." kata Yudha.
"Terima kasih karena Mira telah begitu sabar mengingatkan abi." lanjutnya.
"Sudah tugas Mira abi." jawab Mira lembut.
Yudha pun meninggalkan Mira dan mengambil air wudhu. Ditegakkannya dirinya dan memulai sholat sunahnya. Suara lantunan ayat suci dari bibir Yudha di mushola pribadi rumah mereka terdengar di telinga Mira yang masih memasak.
Airmata Mira kembali menetes.
__ADS_1
Ya Rabb,,,
Bantu hamba untuk bisa memaafkan suami hamba dengan tulus ikhlas,,,
Bantu hamba menghapus luka dalam hati hamba,,,
Bantu imam hamba agar tetap istoqomah di jalan Mu,,,
Bantu suami hamba agar dirinya bisa menjadi imam terbaik untuk hamba,,,
Izinkan kami menjadi pasangan dunia akhirat,,,
Aamiin,,,
Mira melanjutkan masaknya dengan hati yang lebih terasa ringan dan lega. Dan saat masakan penuh cintanya itu telah siap,,, dia pun memanggil Yudha dan mengajaknya makan.
"Mira suapin abi dong,,," pinta Yudha manja.
"Iya abi,,," sahut Mira tanpa rasa keberatan sama sekali.
Disendoknya nasi dan lauknya,,, lalu disuapkannya pada Yudha. Yudha mulai mengunyah dan merasakan betapa masakan istrinya itu sungguh enak.
"Ternyata benar kata orang Mira,,," kata Yudha sambil mengunyah makanannya.
"Apa abi??" tanya Mira.
"Bahwa masakan istri itu memang paling enak,,," kata Yudha.
Mira tersenyum sembari kembali menyuapkan sesendok nasi untuk Yudha.
"Seenak apa pun masakan istri,,, abi tidak boleh lupa bahwa ada satu masakan lagi yang lebih enak." kata Mira.
"Masakan siapa lagi memangnya Mira??" tanya Yudha.
"Masakan ibu,,,"
Jawaban singkat Mira itu membuat Yudha terhenyak. Istrinya itu membuat dirinya sekali lagi malu dan menyesal telah begitu menyakiti hati bidadari itu.
Istrinya membuat dirinya ingat bahwa dia juga punya ibu yang harus dimuliakan juga.
Yudha tersenyum dan mencium kepala Mira.
"Terima kasih telah menjadi bidadari tercantik lahir batin bagi abi" ucapnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih π