BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 68


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Berarti tinggal menunggu anak anak kita saja ini ya. Semua keperluan resepsi sudah kita persiapkan tinggal tanya ke mereka saja kapan bisanya." ucap tuan Prasetya di rumah bu Gina.


Kedua belah pihak keluarga sudah sedari tadi membicarakan semua yang mungkin akan diperlukan saat resepsi nanti.


"Iya ayah, tapi bu Gina belum jawab loh tawaran kita untuk mengajak kalian ke Jepang juga." nyonya Azumi mengingatkan.


"Oh iya,, jadi bagaimana bu?? Ibu bersedia kan??" tanya tuan Prasetya.


"Saya bersedia saja pak Prasetya tapi saya harus tanyakan pada adik Mira dulu itu pas ada jadwal kuliah atau tidak." jawab bu Gina.


"Baiklah kalau begitu ibu kabari saja kami kalau sudah ada keputusan yang pasti ya biar kami urus tiket pesawat dan semua keperluan ibu selama di Jepang." ucap tuan Prasetya.


"Terima kasih pak,, Tapi masak semuanya anda yang mempersiapkan?? Nanti biar Mira saja yang urus keperluan saya kalau memang saya bisa ke sana." bu Gina merasa tidak enak.


"Eh jangan ganggu Mira bu,,, Biar dia fokus sama Dave saja. Sebisa mungkin kita ini jangan ganggu mereka ya biar mereka bisa menikmati masa masa indah pernikahan mereka. Biar kita semua ini cepat gendong cucu,,," ucap nyonya Azumi.


"Saking pinginnya cepat gendong cucu saya sampai sudah persiapkan segala vitamin dan susu persiapan kehamilan untuk Mira bu. Maklum kan Dave putra satu satunya yang kami punya dan ini pertama kali kami menikahkan putra kami itu,,, Kami sangat berharap bisa segera dapat cucu agar kerajaan bisnis kami ini akan ada pewarisnya." jelas nyonya Azumi.


"Iya bu,,," bu Gina tersenyum getir.


Beliau ingat saat menikah dengan suami pertamanya Mira tak punya anak karena suaminya memiliki riwayat ketidaksuburan reproduksi,, Lalu dengan Yudha pun Mira belum punya anak karena mungkin jatah waktu kebersamaan dengan Yudha yang tidak banyak.


Mereka dipisahkan jarak dan waktu dan saat Yudha kembali pun ibunya makin ingin memotong waktu bersama keduanya.


"Semoga saja pernikahanmu kali ini adalah pernikahan yang terakhir,, langgeng dan dikarunia momongan Mira,,," batin bu Gina mendoakan Mira.

__ADS_1


Wajah bu Gina pun berubah sendu kala mengingat semua itu. Nyonya Azumi dan tuan Prasetya melihat perubahan mimik wajah itu dan saling berpandangan.


"Bu Gina,,," nyonya Azumi mendekat dan duduk di samping bu Gina seraya memegang jemarinya.


Bu Gina menoleh dan sebisa mungkin menyimpan aiata yang tiba tiba membendung di matanya namun tidak bisa. Airmata bening itu tetap lolos dan nyonya Azumi melihatnya.


"Ada apa?? Apa ada perkataan kami yang menyinggung perasaan ibu??" tanya nyonya Azumi pelan.


"Tidak ada bu,, Sama sekali tidak. Maafkan saya,, Saya terbawa perasaan mengingat perjalanan hidup Mira." ucap bu Gina sembari menggeleng pelan.


"Kami sudah tau semuanya bu,, Dave sudah menceritakan semuanya pada kami. Ibu tidak perlu merasa bagaimana bagaimana dengan kami. Kami berdua sama sekali tak mempermasalahkan masa lalu Mira karena bagi kami yang penting adalah masa depan Mira dan Dave." ucap tuan Prasetya.


"Benar bu,,,Masa lalu Mira itu miliknya,, dan kami tak berhak mengusiknya." nyonya Azumi menambahkan.


"Terima kasih bu, tapi saya masih cemas apakah Mira,,," bu Gina tak bisa meneruskan.


"Mira kenapa bu,,,?? Apa ada hal yang tidak kami ketahui??" tanya nyonya Azumi.


"Oh masalah anak,,, Bu Gina,, Walau saya sudah bilang bahwa kami sangat menginginkan agar cepat punya cucu bahkan saya memberikan Mira vitamin maupun susu,, Itu bukan berarti saya memaksa atau pun mengharuskan Mira segera bisa beri kami cucu. Anak itu kan salah satu rahasia tuhan bu,, Kita tidak pernah tau kapan akan dipercayakan. Tapi saya kan hanya ingin berusaha saja." nyonya Azumi menjelaskan.


"Benar bu,,, Setidaknya yang namanya doa itu kan harus tetap diimbangi dengan usaha. Bukan begitu??" tuan Prasetya ikut bicara.


"Benar,,, Saya hanya trauma dan cemas. Saya berharap kali ini tuhan sudah percaya pada Mira untuk menjadi ibu." bu Gina kembali meneteskan airmatanya saat menyampaikan doanya itu.


"Semoga ya,,, Jangan hal ini dijadikan beban ya bu,,," nyonya Azumi kembali berpesan dan bu Gina pun mengiyakan.


Obrolan hangat di antara mereka pun kembali berlanjut hingga tak terasa waktu pun semakin sore. Nyonya Azumi dan tuan Prasetya pun pamit undur diri.


🌹🌹


"Kok melamun?? Ada apa sayang??" tanya Dave sembari memeluk pinggang ramping Mira dari belakang.


Mira tak menjawab namun matanya nanar menatap segelas susu dan sebutir pil vitamin yang kembali dibawakan oleh asisten rumah mereka saat tiba waktunya makan malam.

__ADS_1


"Kenapa kok mandangin itu terus. Ayo diminum dulu sayang." kata Dave yang belum bisa melihat bahwa mata Mira sudah dipenuhi genangan airmata.


Karena Mira masih tak bergeming dan hanya ada geraka gerakan lembut di punggungnya yang menandakan dirinya tengah menangis,,, Dave pun melepas pelukannya dan pelan pelan membalikkan tubuh istrinya.


"Kok nangis sayang?? Ada apa?? Cerita padaku,,," tanya Dave cemas melihat Mira menangis.


"Aku ambilkan air putih dulu ya."Dave pun dengan cepat mengambil segelas air untuk diminum Mira agar Mira bisa lebih tenang.


Mira menerima air itu dan meminumnya. Dave tersenyum dan menyibakkan rambut istrinya yang sedikit menutupi wajah cantik itu. Dikecupnya kening dan kedua kelopak mata Mira setelah menghapus airmatanya.


"Katakan padaku,,, Kenapa kamu menangis sayang??" tanya Dave lembut dan membawa Mira dalam dekapannya.


"Mommy begitu baik padaku sayang,,," ucap Mira.


"Kan bagus kalau begitu." sahut Dave.


"Iya dan aku sangat bersyukur untuk itu,,, Tapi seiring dengan syukur yang besar itu aku juga punya ketakutan besar. Aku takut tak bisa mewujudkan keinginan mommy,, Aku tau mommy memberiku vitamin dan susu karena mommy peduli pada kesehatanku. Mommy ingin segala nutrisi yang kubutuhkan dalam persiapan kehamilan tercukupi. Tapi aku jadi semakin takut mengingat aku belum punya anak walau sudah menikah dua kali." Mira menjelaskan ketakutannya.


"Buang semua ketakutan itu sayang,,, Kamu menghadapi keluarga yang berbeda." Dave makin mempererat dekapannya.


"Seandainya ketakutanku terjadi,,, Kamu mau menikah lagi biar mommy bisa punya cucu??" tanya Mira.


Dave melepaskan dekapannya lalu menatap Mira. Dipegangnya kedua bahu Mira. Lalu Dicarinya dua bola mata indah Mira agar lurus dengan dua bola mata miliknya.


"Begini saja,,, Bagaimana kalau keadaannya terbalik??" tanya Dave.


"Terbalik bagaimana maksudmu sayang??" tanya Mira.


"Bagaimana kalau ternyata aku yang tidak sehat?? Lalu aku memintamu menikah lagi demi menyenangkan mommy yang ingin punya cucu,, Apa kamu akan melakukannya sayang?? Jawablah jujur,,, Apa kira kira yang akan kamu lakukan??" tanya Dave.


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹

__ADS_1


__ADS_2