BIDADARI YANG KU SAKITI 2

BIDADARI YANG KU SAKITI 2
Part 71


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Vera sudah meninggal Dave,,, Anaknya dirawat oleh keluarganya. Lalu ibunya Yudha juga sudah meninggal. Sayangnya aku tak bisa banyak mendapat keterangan lain tentang keluarga Yudha selain ini saja. Yudha tinggal sendirian di rumah ibunya sepeninggal ibunya." Reno menyampaikan berita yang diterimanya pada Dave melalui panggilan video.


"Terima kasih bro atas bantuan lo. Gue akan lakukan sisanya sendiri." jawab Dave.


"Gue masih bisa bantu kok kalau lo masih perlu bantuan." sahut Reno.


"Mungkin kalau lo emang sedang tidak sibuk,,, Lo bisa cari tau saja siapa ayah biologis bayi itu. Gue rasa lo gak akan bisa berhenti menyalahkan diri lo sendiri jika bayi itu ternyata adalah bayi lo. Lo akan menyesal suatu saat karena lo menelantarkan anak itu." ucap Dave membuat Reno terhenyak dan diam.


"Jangan banyak pikir lagi bro,,, Lo tidak punya siapa siapa lagi selain anak itu kan?? Naina sudah lepas,,, Jangan sampai lo kehilangan anak lo juga. Intinya jangan sampai penyesalan lo bertubi tubi. Itu aja saran gue." kata Dave.


Melihat Reno yang masih tak berkutik itu Dave pun menutup percakapan mereka dan membiarkan Reno memikirkan kata katanya itu. Dave lebih memilih untuk melakukan sesuatu untuk Yudha.


"Aku harus melakukannya. Bagaimana pun juga,,, Mira juga tidak akan menyalahkanku jika aku melakukannya." gumam Dave.


Dirapikannya semua tas dan barang barangnya lalu meninggalkan kantornya menuju ke suatu tempat yang menjadi langkah awalnya.


🌸🌸🌸


Reno memikirkan semua perkataan Dave tadi.


"Benar juga,,, Gue gak sepantasnya membenci anak itu meski gara gara dia aku jadi kehilangan Naina dan semuanya. Yang patut disalahkan itu ya diriku sendiri yang begitu tak memikirkan perasaan Naina jika saja dia harus tau lagi bahwa aku lagi lagi main perempuan. Aku yang salah,,, Bukan Vera,,bukan bayi itu. Dave benar,,, Aku harus tanggung jawab." batin Reno.


Reno pun lantas dengan cepat kembali meminta orangnya untuk mencari tau di mana alamat keluarga Vera yang merawat bayi itu. Reno ingin minta ijin pada keluarga Vera untuk mengambil alih hak asuh bayi itu setelah hasil Test DNA benar benar membuktikan bahwa bayi itu adalah anaknya.


"Entah apa mereka bisa dan mau melepas anak itu,,, Yang jelas aku berusaha melakukan hal yang benar dan seharusnya. Dave benar,,, Aku tidak akan bisa berhenti menyesali semuanya jika sudah terlambat."gumamnya.


Reno pun berusaha sabar menunggu kabar dari orangnya yang mencari tau tentang keluarga Vera dan keberadaan anak itu.

__ADS_1


🌸🌸🌸


"Sayang,,, bersiap siaplah. Aku ingin membawamu ke suatu tempat." ucap Dave begitu sampai di rumah.


"Baiklah sayang." Mira mengiyakan tanpa banyak tanya.


Mira pun mengganti bajunya dan memakai cadarnya seperti biasa jika dirinya keluar kamar. Lantas menemui Dave yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"Mom,,, Ayah,,, kami pergi dulu." pamit Mira dan Dave.


"Hati hati di jalan ya. Dave jangan ngebut." jawab nuonya Azumi.


"Siap mom,,," sahut Dave.


Keduanya pun melaju membelah jalanan menuju ke suatu tempat. Melihat tulisan di depan gedung tujuan Dave ini Mira pun bingung.


"Sayang,,, Kenapa kita kesini??" tanya Mira begitu Dave memarkir mobil.


"Aku ingin kita menemui seseorang yang mungkin sangat membutuhkanmu sayang." jawab Dave.


"Siapa itu??" tanya Mira.


Dave pun membawa Mira langsung menuju ke sebuah kamar. Dari luar kamar terdengar suara ribut ribut antara suster dan pasiennya.


"Miraaaa,,, Jangan tinggalkan abi Miraaa,,, Mira hanya milik abi. Kembali pada abi Miraaa,,, Miraaaaa,,," suara pasien yang tak asing di telinga Mira pun terdengar.


"Pak Yudha,,, Sadar pak. Tidak ada yang namanya Mira di sini. Saya suster yang merawat bapak." ucap Suster lembut.


Mira menoleh pada Dave yang sudah mengangguk padanya menjawab sorot mata Mira yang menanyakan apa yang didengarnya itu.


"Sayang,,, Ini,, Yudha?? Kenapa bisa di sini?? Dan bagaimana kamu tau semua ini??" tanya Mira bingung.


"Aku yang meminta pihak rumah sakit membawanya dan merawatnya di sini sayang. Aku kasihan melihat kondisinya di jalanan seperti ini dan tak bisa menghubungi pihak keluarganya. Makanya aku putuskan menempatkan dia di sini dengan semua biaya aku yang menanggungnya." jawab Dave.


Mira masih terlihat bingung.

__ADS_1


"Aku membawamu kesini karena aku tau Yudha membutuhkan kehadiranmu sayang. Tidak maukah kamu untuk sekali lagi berbaik hati padanya?? Hanya kamu yang bisa Menenangkannya dan menjelaskan semuanya padanya agar dia lebih bisa menerima semua ini dengan perasaan lapang dada." Dave menambahkan.


Mira mengangguk mengerti. Dalam hatinya dia kembali mengucap beribu syukur kepada Rabbnya yang telah menghadiahkan sosok terbaik seperti Dave dalam hidupnya.


Tidak hanya kaya harta namun kaya hati. Tidak peduli siapa dan bagaimana,,, Dave tetap membantu siapa pun itu tidak terkecuali Yudha yang sudah sering mengacaukannya.


"Miraaa,,, Mana Miraaa sus,,??" tanya Yudha lagi pada suster yang sudah mulai bisa membuatnya sadar bahwa yang di depannya itu bukan Mira.


"Kita masih coba telpon Mira,,, Berdoa saja semoga Mira bisa segera datang ya pak Yudha,,," sahut suster lembut dan berusaha menenangkan Yudha meski dirinya tak tau apakah yang bernama Mira itu akan datang.


Mira menoleh pada Dave yang sekali lagi menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan apa pun yang akan dilakukan oleh Mira.


"Aku percaya padamu sayang. Dalam hati kecilmu tidak lagi ada sisa sisa cinta untuk Yudha. Kamu hanya mencintaiku dan Rabbmu saja. Jadi aku tak perlu takut Yudha akan merebutmu." ucap Dave.


"Terima kasih sayang. Atas semua kebaikan hatimu yang mau menolong Yudha. Aku salut padamu sayang. Baiklah aku akan melakukan apa yang jadi tugasku sekarang. Demi kebahagiaan kita ke depannya agar tak ada lagi yang mengganjal." kata Mira.


"Itu yang aku mau sayang. Jangan sampai kita meninggalkan kota ini dengan membawa serta kepingan kepingan masa lalu yang belum terselesaikan. Aku ingin kita tinggal di Jepang dengan benar benar memulai kehidupan baru." jawab Dave.


"Iya sayang,,,, Aku ijin masuk dan menemui Yudha dulu ya. Apa kamu ingin ikut serta denganku sekalian??" tanya Mira.


"Tidak sayang. Aku akan menunggumu di sini saja samlai kamu bisa memberinya pengertian dan semangat agar dirinya bisa kembali bangkit dan bisa menerima keberadaanku." jawab Dave lembut.


"Baiklah sayang. Aku akan mencobanya. Semoga saja dia bisa mengerti dan mencerna perkataanku." ucap Mira.


Dave mengangguk mengiyakan dan membiarkan istri bercadarnya itu masuk ke ruangan Yudha.


"Assalamualaikum,,," ucap Mira begitu berdiri di ambang pintu.


Yudha dan suster menoleh.


"Maaf anda siapa??" tanya suster.


"Saya Mira suster. Ijinkan saya menemui Yudha."jawab Mira.


Dokter yang mendampingi Yudha dan sudah mengiyakan Dave untuk mempertemukan Mira dan Yudha baru saja datang dan memberi tanda pada suster untuk keluar ruangan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya ❀️


__ADS_2