Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Tidak terima


__ADS_3

Di kantin seperti biasa, ketiga anak rusuh itu duduk di salah satu bangku di kantin. Veve terlihat tengah pergi memesan makanan, sedangkan kedua sahabatnya sedang asik mengobrol. "Gimana pertama masuk lagi?" Tanya Gina menatap ke arah Mikey dengan dagu yang ia tumpu di tangan nya.


"Nggak tau, eh tapi kok gue nggak inget apa-apa ya kejadian selama beberapa bulan yang lalu. Kayak nya gue seperti baru di sekolah ini," bingung Mikey.


"Serius lo nggak inget apa-apa?" Tanya Gina tak percaya, apa kejadian sekarang sama seperti kejadian tujuh tahun yang lalu ketika trauma Mikey kambuh? Saat itu juga Mikey tidak ingat apa-apa setelah sembuh dari trauma nya, sama seperti sekarang ini.


Mikey hanya mengangguk, ia hanya lupa dengan hari-hari yang di lalui nya beberapa bulan yang lalu. Namun ia masih mengingat siapa dirinya, sahabat nya, teman-teman nya , Paman, Bibi dan sepupunya, apa lagi sang pujaan hati nya si Zero. Mikey tidak mungkin lupa dengan pria itu, hanya saja Mikey tidak mengingat perlakuan Zero terhadap dirinya dulu. Yang ia tau Zero itu pria berhati lembut dan penyayang, yaaaa begitulah seseorang jika sudah buta dengan cinta.


"Makanan datang." Veve membawa sebuah nampan yang berisi tiga mangkuk somay favorit mereka. Lalu di susul oleh ibu kantin yang membawakan tiga gelas minuman. "Terimakasih Bu." Manis Veve mengambil minuman di nampan yang di bawa oleh ibu kantin.


"Sama-sama." balas Bu kantin dengan senyuman juga.

__ADS_1


Ketika baru saja Mikey ingin melahap makanan nya, ia melihat Zero dan Yuven yang berjalan dengan gagah memasuki area kantin. Seperti biasa mereka selalu menjadi bahan perhatian anak seisi kantin saat ini. "Bubu!" Teriak Mikey tak tau malu.


Sontak Gina melongo dengan Mikey yang langsung berlarian ke arah Zero. Katanya lupa sama kejadian beberapa bulan yang lalu? Tapi kok sikap Mikey yang selalu berteriak seperti ini masih saja sama.


"Mingkem." Veve menepuk dagu Gina saat mulut gadis itu mangap terus.


"Ckkkk," decak Gina lalu mengunyah makanan nya, masih dengan tatapan menatap ke arah Mikey yang sudah mulai bergabung dengan Zero di bangku pria itu.


"Aku mau ke rumah Bubu sepulang sekolah, apa boleh?" Tanya Mikey.


"Ngapain?" Tanya balik Zero langsung menatap dengan sedikit terkejut, kenapa tiba-tiba minta ke rumah?

__ADS_1


"Ya mau tau rumah Bubu." Kata Mikey menatap Zero dengan imut.


Sekilas Zero hanya melirik Mikey, setelah nya menatap ke arah Yuven yang baru saja datang dengan dua mangkuk bakso di tangan nya dan satu orang suruhan Yuven membawakan minuman nya.


"Lain kali aja." Kata Zero menarik mangkuk bakso milik nya, tak lagi menatap Mikey yang ada di samping nya.


Yuven pergi ke meja Veve dan Gina, mengambilkan mangkuk somay dan minuman milik Mikey. Setelahnya langsung kembali ke meja nya semula.


"Makan lah, jangan terlalu banyak bicara." Ujar Yuven.


Baru saja ia mendapatkan penolakan dari Zero, kini sepupunya membuat dia tambah tidak mood. Dengan terpaksa Mikey melahap somay nya kasar, padahal dia masih ingin bicara. Tapi kedua pria itu terlihat dingin kepada nya, sangat menyebalkan.

__ADS_1


__ADS_2