Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Ngambek part 2


__ADS_3

Begitu sampai rumah, Zero langsung mengejar Mikey ketika gadis itu malah nyelonong begitu saja ingin masuk ke dalam rumah.


"Sayang... Sayang tunggu," kata pria itu memegang lengan tangan Mikey.


"Kamu kenapa? Ayolah katakan apa yang membuatmu jadi seperti ini, aku nggak bakal pulang kalau kamu seperti ini." Zero dengan lembut nya meminta penjelasan, terus menatap Mikey dengan penuh harap agar gadis itu mau mengatakan sesuatu.


"Aku nggak suka ya liat kamu sok akrab sama cewek lain selain aku," tutur Mikey seketika.


"Maksud kamu sok akrab gimana? Aku nggak ada tu pernah ngobrol sama cewek lain selain kamu, kan dari tadi aku sama kamu." Bingung Zero.


"Terus tadi apa?" dengus Mikey dengan wajah yang sudah memerah kesal, sangat terlihat jelas, "pesan saja nanti gue yang bayar." Oceh mikey, membuat Zero sedikit berfikir.


Mikey kembali melangkah, sedangkan Zero masih terdiam di tempat nya mencoba mencerna perkata kekasih nya tadi.


...*****...

__ADS_1


Esok hari nya, terlihat Mikey sudah rapih dengan pakaian seragam sekolah nya. Terus memandangi pantulan wajah nya di cermin besar itu, sesekali memutar-mutar posisi tubuh nya. Masih mencoba menilai penampilan nya sendiri, yang baru pertama kali ini menguncir rambut nya saat pergi ke sekolah. Sebelum-sebelum nya Mikey tidak pernah menguncir rambut nya seperti itu jika ingin ke sekolah.


Karena merasa rambut nya yang bertambah panjang, membuat Mikey memilih menguncirnya agar terlihat rapih. Hingga suara deruman motor milik Zero memenuhi area halaman rumah nya, secepat kilat Mikey langsung turun ke bawah menghampiri sang pangeran tercinta.


"Bubu lihat bagaimana menurutmu?" Tanya Mikey, memutar tubuh nya di hadapan Zero. Perubahan gadis itu begitu draktis. Mikey yang kemarin masih terlihat kesal kini sudah kembali ceria.


"Cantik, tapi aku tak suka." Sontak saja perkataan terakhir Zero membuat Mikey langsung cemberut.


"Aaaa.. Maksud aku, aku tak suka leher jenjang cantikmu itu terlihat oleh pria lain selain aku." Zero langsung menarik lengan tangan Mikey, lalu melepas kunciran yang sudah Mikey tata dengan cantik itu hingga kembali terlepas. "Jadi kau hanya boleh menguncirnya jika sedang berada di luar sekolah, itu pun di saat ada aku." Posesif Zero.


"Sayang maaf ya yang kemarin, aku nggak ada niatan buat kamu bete. Aku tau kamu cemburu kan saat aku bilang ingin membayarkan Veve di kafe siang itu? Aku janji deh nggak bakal gitu lagi," Zero yang sudah tau akan alasan Mikey berubah tadi langsung mencoba menjelaskan agar Mikey tak salah faham.


"Iya kamu genit banget jadi cowok, aku nggak suka kamu begitu." Mikey manyun membuat Zero seketika terkekeh geli. Tak tahan melihat wajah menggemaskan pacar nya itu.


"Cinta kamu kok gemesin banget sih," Zero mencubit pipi Mikey gemas.

__ADS_1


"Aaaa.. sakit Bubu," Mikey menampol lengan tangan Zero.


"Maaf-maaf, yaudah yuk nanti telat." Ajak Zero langsung memakaikan Mikey helm nya. Lalu setelah nya langsung meluncurkan motor nya membelah angin pagi ini.


...*****...


Kehebohan terdengar di aula utama sekolah, tepat nya di sebelah nya perpustakaan. Terlihat sudah ramai anak-anak berkerumun di sana, mereka begitu terkejut melihat apa yang jatuh dari rooftop sekolah nya itu.


Beberapa orang berdesakan untuk menonton dan memvideo tragedi itu. Veve yang saat itu tengah berdebat dengan Zaka karena pria itu terus mengikuti nya terkejut, ketika melewati area aula itu. Karena saat itu tangga menuju lantai dua memang berada di sisi aula tersebut.


"Ada apa itu?" Tanya Veve berhenti mendadak, membuat Zaka menumbuk gadis itu karena tak tau jika Veve akan menghentikan langkahnya.


Terlihat Veve begitu penasaran, ia langsung menghampiri kerumunan itu. Beberapa orang menatap ke arah nya, seperti nya hal itu ada sangkut paut nya dengan apa yang tengah di kerumuni anak-anak itu.


Veve menyelip beberapa kerumunan yang ada, heran apa yang membuat mereka heboh. Beberapa orang ditanya oleh nya namun tak ada yang menjawab, hingga kini tubuh nya berhasil berada di barisan paling depan kerumunan itu. Seketika tubuh Veve langsung jatuh melihat apa yang mengejutkan di depan mata nya.

__ADS_1


"Aaaaaaaa!" Teriak Veve membuat Zaka yang berada di belakang kerumunan itu langsung menyelip paksa.


__ADS_2