
Keesokan hari nya, Mikey terlihat berjalan Dengan angkuh memasuki kelas nya. Dingin dan sangat terlihat garang wajah nya, membuat Danu yang saat itu berada di kelas dapat melihat dengan jelas mimik muka gadis itu yang sangat berbeda. Tak lama setelah nya kedua sahabat Mikey pun muncul, Danu mencegat pergerakan Gina.
"Gin sahabat lo kenapa?" Bisik Danu yang tengah berdiri di abang pintu kelas.
"Sahabat gue yang mana?" Tanya Gina
"Tu si Mikey, aura-aura nya tu anak lagi nggak baik hati nya." Tutur Danu
Gina hanya berlalu begitu saja tak menanggapi perkataan Danu, sembari menatap intens Mikey. Gina pun menghampiri sahabat nya itu dan duduk di bangku kosong sebelah bangku nya Mikey.
Memang benar apa yang di katakan Danu, seperti nya ada hal yang membuat Mikey jadi angkuh seperti ini. Namun apa?
"Key lo dah sarapan blom?" Tanya Veve sembari membuka tas nya mengambil kotak makan dari dalam sana. Veve belum sadar jika Mikey terlihat tidak merespon sedikit pun pertanyaan nya. Hingga gadis itu sadar ketika Mikey masih terdiam di bangku nya sembari sibuk menatap ke layar handphone.
__ADS_1
Veve melirik handphone milik Mikey, terlihat Mikey hanya scrol-scrol video di Instagram. Tidak biasa nya gadis itu melakukan hal tersebut. "Key gue nanya lohh," Ujar Veve lagi.
"Ve," Gina langsung menghentikan pergerakan Veve, ketika gadis itu ingin memegangi pundak Mikey.
"Mikey lo kenapa? Kayak nya lo hari ini nggak semangat gitu." Tanya Gina dengan nada agak di manja-manjain gitu.
"Lo baik-baik aja kan, kalau ada apa-apa cerita sama kita." Lanjut Gina lagi.
"Apa gue orang yang paling pantas di kasihani? Permainan macam apa yang kalian mainkan dalam hidup gue. Sampai tega bohongi gue jika gue punya hubungan palsu dengan Kak Zero." Mendengar perkataan itu membuat kedua sahabat Mikey terkejut, bahkan Danu yang saat itu juga masih memperhatikan ketiga gadis itu ikutan terkejut. Saat ini kelas masih sepi, hanya ada empat orang itu saja di kelas, mungkin yang lain ada di kantin dan sebagian lagi masih belum sampai sekolah.
"Key I'm sorry," Gina langsung memeluk Mikey, begitu juga dengan Veve yang ikut memeluk Mikey dari belakang, sedangkan yang di peluk hanya diam membeku di tempat.
"Saat itu kita takut lo kenapa-napa, dari awal kita juga ingin ngasih tau ke elo. Tapi kita nggak tega liat lo yang selalu ceria setiap dekat sama Kak Zero." Gina pun terisak merasa bersalah.
__ADS_1
"Iyah Key maafin kita, kita ngelakuin semua itu karena sayang sama lo. Walau kita tau akhir nya pasti bakal nyakitin lo banget," Tutur Gina
...******...
Jam istirahat berlangsung, terlihat Mikey yang tengah terduduk sendiri di sebuah perpustakaan. Dia tidak ikut pergi ke kantin bersama kedua sahabat nya, karena saat ini dia masih ingin sendiri.
Terus membayangkan dirinya yang selalu cerewet di depan Zero, pantas saja pria itu jarang sekali menanggapi cerita nya. Ternyata ini sebab nya, apa dulu Mikey juga sebodoh ini saat mengejar cinta nya Zero? Tapi kenapa pria itu tidak menolak ketika dirinya meng klem sepihak bahwa dia adalah kekasihnya?
Tanpa Mikey sadari seseorang duduk di sebelah nya tanpa jarak apapun. Mikey tersentak ketika sadar ada sesuatu yang menempel di lengan tangan nya. Ia menoleh ke samping, di mana pria yang kini tengah mengelilingi otak nya berada di sana. Mikey sedikit menggeser tubuh nya, lalu kembali fokus kepada buku nya. Mungkin gadis itu hanya pura-pura saja membaca.
Terus mencoba mengabaikan pria itu, karena Mikey sudah terlanjur kecewa dan tidak ingin berbicara dengan siapapun untuk saat ini. "Lo udah tau semuanya?" Tanya Zero
Namun Mikey masih terlihat enggan menjawab, "maaf mungkin gue salah selama ini, tapi gue cuma mau mastiin lo baik-baik aja."
__ADS_1
Cih! Mikey benci mendengar perkataan itu, dia tidak suka dengan pria munafik yang hanya manis dalam perkataan nya saja. Untuk apa dia memastikan dirinya baik-baik saja? Tho Mikey kan bukan siapa-siapa nya.
Karena tak juga kunjung di respon, Zero pun memilih pergi meninggalkan Mikey sendiri. Mungkin gadis itu masih butuh waktu, Zero juga merasa ada baik nya juga Mikey tau semua ini tanpa ia beri tahu. Jadi dia tidak usah repot-repot membuang tenaga nya untuk menjelaskan semua ini.