
Beberapa hari berlalu, terlihat hubungan antara Mikey, Veve dan Gina semakin hari semakin tidak ada kontak bicara bahkan chat pun tak ada. Beberapa kali Mikey yang berusaha menjadi penengah dan berkali-kali meminta penjelasan tak kunjung mendapatkan apapun, hanya lelah yang ia rasakan.
"Gue bingung sama jalan fikiran kalian, sudah dewasa tapi masih aja kayak anak kecil." Cetus Mikey di hadapan Veve yang tengah asik menyantap makan siang nya di kantin.
"Gue memang kayak anak kecil, tapi setidaknya gue nggak sebego sahabat lo itu." Sambar Veve setelahnya langsung melenggang pergi dari kantin.
Mikey memijit pelipisnya pening, dia harus bagaimana lagi sekarang? Menemui Gina pun percuma, yang ada Mikey pasti malah di usir atau di cuekin.
Di rumah sakit Gina terlihat menitihkan air mata nya. Tidak ingin siapapun menjenguk nya untuk beberapa hari ini, dia tidak tau harus apa sekarang. Dia sudah tidak punya muka di hadapan sahabatnya, apa lagi Veve yang sudah mewanti-wanti diri nya untuk tidak berhubungan apapun lagi dengan Roy. Namun Gina terlalu bodoh, dia malah dengan santai nya mempertaruhkan nyawanya hanya demi menyelamatkan orang yang selama ini berusaha ia lupakan.
__ADS_1
"Gin gue sayang sama lo, please beri gue kesempatan. Gue janji akan memperbaiki semua nya dan tidak akan melakukan hal bodoh seperti dulu lagi, gue janji Gin." Kata Roy dengan posisi bersimpuh di hadapan Gina.
"Gue terlalu sakit Lex, lo dah berani hianati gue sejauh itu dan lo juga harus berani menanggung resiko nya. Gue nggak bisa lagi nerima lo karena hati gue dah hancur tanpa rasa." Gina berbalik ingin pergi.
"Kalau gue memang sudah nggak pantas buat lo, itu arti nya gue juga sudah nggak pantas hidup di dunia ini." Ujar Roy mengangkat pisau tajam itu.
Kini pisau itu pun berhasil menancap di bagian pinggang Gina. Roy melotot melihat nya, ia langsung menarik pisau itu dalam sekali cabutan. Kenapa gadis itu menghalangi nya? Kenapa jadi dia? Apa yang sudah Roy lakukan.
Gina langsung mendorong dada Roy kuat ketika tubuh nya akan tumbang, Roy yang saat itu tidak punya persiapan apapun membuat diri nya tersungkur akibat dorongan tangan Gina. sedangkan tubuh Gina kini terhuyung kebelakang, jatuh dari atas balkon yang tak berpagar itu.
__ADS_1
Gina terus memukuli kepala nya jika mengingat kejadian itu. Bahkan kini saat mengingat ucapan Veve beberapa hari yang lalu membuat nya bertambah tidak terkendalikan.
"Apa? Jadi lo kayak gini itu karena kesalahan lo sendiri? Lo ngorbanin nyawa lo hanya demi cowok brengsek itu?" Tangan Veve terkepal kuat setelah mendengar cerita dari Gina langsung.
"Lo manusia terbago yang pernah gue temui, lo bego nya nggak ada obat. Lima bulan Gin! Lima bulan gue dan Mikey berusaha buat lo sembuh dari down yang hampir bikin lo gila. Apa lo nggak inget betapa susah payah nya kita bimbing lo sampai jadi seperti sekarang? Dan ini balasan lo untuk kita?" Veve bertambah naik darah, bahkan kini air mata nya menetes tanpa di minta.
"Gue sayang sama lo Gin, gue sayang banget. Tapi kenapa lo malah kayak gini? Gue hampir frustasi saat lo koma! Gue putus asa Gin!" Luruh Veve mendudukkan dirinya nya di tepi ranjang membelakangi Gina.
"Lo boleh masih cinta sama dia, gue nggak ngelarang. Tapi jangan jadi bodoh seperti ini Gin!"
__ADS_1