
Seusai bersih-bersih badan, kini kedua anak itu sedang terbaring di atas kasur sembari nonton drakor. Dengan beberapa cemilan yang tersaji di hadapan mereka.
"Ve lo nggak mau gitu jengukin Gina?" Tanya Mikey santai sembari asik nyemil dengan mata yang masih fokus pada layar laptop.
"Hufff, Bukannya nggak mau Key. Gue cuma masih kesel aja sama dia , pasti ujung-ujungnya kalau gue ketemu bakal berantem dan emosi ngadepin tu anak. " Tutur Veve mendudukkan tubuhnya.
"Hemm ya lo sabar-sabarin ajalah, lagian juga itu kan sudah terjadi nggak usah lo bego-begoin gitu lah sampe lo sama Gina berantem kek gini." Ucap mikey menatap ke arah Veve.
"Ya sahabat lo tu yang bego, udah tau tu cowok nggak tau diri masih aja di tolongin." Kesal Gina.
"Ahh dahlah capek ya ngomong sama tembok kek lo mending tidur." Mikey ikut emosi dan memilih membaringkan tubuhnya lalu tidur.
...***...
Keesokan hari nya, kedua gadis itu sudah berada di dalam kelas nya. Asik berbincang dan bercanda, Mikey yang hanya menyimak melihat Veve yang tengah sibuk kesal kepada sang ketua kelas terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya itu.
__ADS_1
"Lo manusia apa orang sih!" Pekik Danu agak sedikit kesal.
"Manusia sama orang sama aja dodol." Celetuk Mikey.
BUG!
Sial!
Danu kembali mendapatkan lemparan sepatu milik Veve, pasal nya gadis itu kesal karena tadi Danu yang lebih dulu jail kepada nya.
"Sekali lagi lo ngomong, gue cincang mulut lo!" Ancam Veve mengangkat sebelah sepatu nya yang ia genggam.
"Ehh iya iyaa iyaaa... Gue ambilin tas lo." Danu langsung ngacir manjat di jendela lalu mengambil tas milik Veve yang ia sembunyikan di atas atap kelas.
Setelah memberikan tas itu kepada Veve, sang guru pun datang dan melihat Danu yang masih manjat di jendela kelas. Membuat guru tersebut melempar penghapus papan tulis hingga mengenai bagian belakang kepala Danu, karena saat ini posisi pria itu berdiri di jendela membelakangi guru yang berada di depan kelas.
__ADS_1
"Aduhh apa lagi sih Ve udah di kasih juga masih lempar-lempar aja! " Geram Danu dengan lantang lalu loncat turun dari jendela dengan tangan kanan yang masih setia mengelus punggung kepala nya.
DEG!
Danu dengan susah payah berusaha menelan salivanya saat melihat ternyata ada sang guru yang sudah berdiri entah sejak kapan di depan kelas nya. Beberapa anak-anak tergelak tawa, tatapan guru itu begitu mematikan membuat Danu mematung dan tak berkutik.
"Ngapain kamu naik-naik jendela? Mau menjelma jadi siluman monyet kamu haa!" Marah sang guru.
"Mana ada gitu bu," elaak Danu.
"Sudah sana duduk di tempatmu. " Titah sang guru
Hingga kini pelajaran pun berlangsung dengan hening, hanya ada suara guru yang menerangkan. Sedangkan yang di belakang sana terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing tanpa menimbulkan suaraa sedikitpun. Mikey mengernyit ketika mendapati pesan singkat bahwa hari ini Gina akan keluar dari rumah sakit. Begitu juga dengan Veve yang kini pandangan nya lurus saling tatap dengan pandangan Mikey.
Mikey sedikit tersenyum, begitu juga sebaliknya. Namun tiba-tiba Veve mengulum kembali senyumannya ketika teringat akan dirinya yang masih ngambek dengan Gina. Lalu membuang tatapan ke arah lain membuat Mikey mendengus.
__ADS_1