
Sesampai nya di depan kamar Zero, Imas langsung menyuruh Mikey masuk. Walau gadis itu mengetuk pintu terlebih dahulu, tidak akan terdengar oleh pria di dalam sana gitu kata Imas. Akhirnya Mikey pun masuk setelah Imas kembali pergi untuk turun ke meja makan. Baru saja pintu nya sedikit terbuka, Mikey dapat melihat Zero yang tengah asik dengan layar komputernya.
Mikey langsung menutup kedua mata Zero dengan tangan nya, berniat ingin memberikan kejutan. Dan benar saja, Zero sangat terkejut bukan main melihat Mikey berada di dalam kamar nya. "Key?" Terkejut Zero langsung berdiri dari duduk nya.
Mikey hanya tersenyum-senyum, setelah nya memeluk Zero manja. Terasa hangat dan bau sabun mandi nya pun masih tercium oleh Mikey. Zero diam di tempat melihat ke bawah di mana Mikey tengah menatapnya dengan sangat imut, jujur tatapan itu membuat Zero tak bisa menolak pelukan Mikey. Dia juga seperti merasa nyaman di peluk gadis itu seperti ini.
"Bunda kamu yang menyuruhku kemari, ayok turun kamu di tunggu sama yang lain di bawah." Kata Mikey masih memeluk Zero.
"Kamu ngapain datang ke sini?" Tanya Zero
"Aku kangen sama kamu, lagian bosan aku di rumah makannya aku kesini." Ujar Mikey
Zero menggaruk kepala nya, sejujur nya ingin sekali mencubit pipi Mikey. Namun Zero masih di selimuti dengan gengsi nya yang sangat tinggi itu. Melihat penampilan Mikey tanpa mek up seperti ini, dia sangat suka. Apa lagi switer nya, oh tidak! Lihat lah itu sangat lucu.
__ADS_1
"Ee... Iya," gugup Zero seketika, "kalau gitu aku ganti baju dulu." Zero pun masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti baju, sedangkan Mikey lebih memilih duduk di atas kasur Zero. Mengamati ruangan bernuansa abu-abu itu, tidak ada foto apapun. Memang benar pria itu tidak suka berfoto, hanya ada beberapa hiasa dinding saja.
Tak membutuhkan waktu lama, kedua nya langsung turun ke bawah. Seperti biasa, Mikey selalu mengaitkan tangan nya di ujung baju milik Zero, udah kek buntut aja tu anak.
"Pagi semua," sapa Arzero.
Lalu satu per satu yang ada di meja makan pun menjawab, Mikey kini ikut bergabung. duduk bersebelahan dengan Arzero dan juga berhadapan dengan Kevin.
"Zero kenapa kamu tidak pernah bilang kalo punya pacar cantik seperti ini." Imas membuka mulut.
"Sudahlah tak perlu malu gitu, Bunda restuin kok kalau kamu sama Mikey." Sontak Zero langsung menatap ke arah gadis di sampingnya, apa saja yang sudah Mikey katakan kepada Bunda nya. Sampai Bunda nya mengira Mikey adalah pacar nya, Zero memijat pelipisnya nya yang tidak sakit.
"Kak seperti nya lo nggak cocok sama gadis itu, lebih baik dia sama gue." Ucap Kevin genit menatap ke arah Mikey dengan penuh damba.
__ADS_1
"Tutup mata lo, jangan melihat nya seperti itu." Hardik Zero tak suka dengan mata Kevin yang menatap Mikey dengan lancang.
Sedangkan Mikey yang sendari tadi hanya menyimak terlihat malu-malu. Siapa coba yang tidak senang saat mendapatkan restu langsung dari Bunda orang yang kita cintai.
"Yaelah posesif amat sih." Cibir Kevin
Kini Imas mengambilkan nasi ke piring milik suami nya, Kevin juga menyodorkan piring nya ke arah sang Bunda menandakan minta nasi, Zero menatap ke arah Mikey yang hanya terdiam di tempat.
"Kamu juga belum makan?" Tanya Zero.
Mikey hanya mengangguk, "makan di sini nggak gratis, kamu juga datang tidak minta izin dulu kepadaku." Ujar Zero agak memiringkan duduk nya agar bisa dengan mudah melihat Mikey.
"Kalau aku datang mau numpang makan gimana? Aku sekarang adalah orang yang sedang kelaparan." Kata Mikey melipat kedua tangan nya di dada.
__ADS_1
Yang lain pun ketawa melihat tingkah lucu Mikey, yang seakan-akan tengah menantang Zero untuk berdebat. "Dasar bocah tengil." Cicir Zero langsung membenahi duduk nya seperti semula, tak lagi menatap ke arah Mikey.