Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Ngambek part 1


__ADS_3

Ketika Zero ingin memakaikan helm untuk gadis itu, Mikey langsung meraih helm itu tanpa ada niatan untuk memakainya. Zero mengernyit apa Mikey tengah pms? Kenapa terlihat garang begini.


"Ayok," ajak Mikey pelan.


"Helm nya pekek dulu dong," titah Zero.


"Males, udah ayok," rengek Mikey kesal.


"Pokoknya harus pakek dulu." Kata Zero memaksa.


Pria itu tak tau jika permintaan nya kini malah membuat mood Mikey bertambah berantakan, dengan kesal Mikey meninggalkan Zero sembari menenteng helm tersebut. Zero yang melihat langsung mengendarai sepeda motor nya untuk mengejar Mikey.


Di bujuk nya gadis itu untuk mau naik, namun tak lagi bisa karena Mikey sudah terlanjut tidak mood naik motor itu. Terus menyeimbangkan gerakan motor nya dengan langkah kaki Mikey yang agak gasrak gusruk itu.

__ADS_1


Zero pun menghentikan motor nya tepat di depan Mikey, menghalangi jalan gadis itu. Saat ingin berputar, Zero langsung turun dari motor nya .


"Kamu kenapa sih? Kalau aku ada salah bilang, jangan diem gini kan aku jadi bingung." Ujar Zero sudah tidak tahan lagi.


"Kamu beneran nggak enak badan? Apa mau kerumah sakit?" Tanya Zero memegangi jidat Mikey namun gadis itu langsung menepis tangan Zero.


"Aku mau pulang," ucap nya tak mau mengatakan apapun selain itu.


"hufffff." Zero menghela nafas nya pelan, karena tak ingin Mikey bertambah tak karuan. Akhirnya Zero pun pasrah menuruti kemauan gadis itu.


Di tempat makan itu terlihat Veve yang tengah meruntuki nasib nya. Ia terus memaki-maki diri nya sendiri, kenapa malah terjebak makan berdua dengan si pria menyebalkan ini? Mikey lagi, kenapa bisa-bisa nya dia menitipkan dirinya ke Zaka.


"Baik banget ya sahabat lo, traktir kita makan. Bayarin ini semua, padahal pesanan gue banyak gini. Malah dia titipin lo ke gue lagi, satu restu dari sahabat lo lolos final." Ujar Zaka dengan mulut penuh nya terlihat sangat pede.

__ADS_1


"Idih pede amat lo, dia mau traktir gue bukan lo. Lo nya aja yang kagak tau diri," kesal Veve.


"Itung-itung balas budi lah, kan kemarin gue dah nolongin sahabat lo dari si Roy." Cengir Zaka menatap ke arah Veve.


"Yang nama nya nolongin itu, nggak bakal bikin Mikey terluka. Kemarin itu apaan, gue cuma liat lo tinju-tinju Kakel songong itu, nggak guna tau." Cibir Veve.


"Ya.. Dehh apa kata lo, ehh ngomong-ngomong emang si Zero sama Mikey dah jadian?" Zaka teringat akan ucapan Veve tadi kepada sahabatnya itu.


"Iya," jawab Veve singkat setelahnya melahap makanan milik nya.


"Sejak kapan?" Tanya pria itu lagi.


"Lo bisa nggak jangan banyak tanya, gue mau makan ni ribet amat." Veve mulai darah tinggi jika harus berlama-lamaan seperti ini.

__ADS_1


Melihat hal itu zaka mengacak-acak rambut Veve gemas, melihat gadis itu selalu kesal seperti ini. Zaka sangat menyukai nya, apa lagi jika sudah cemberut dan manyun tak karuan gini. Hemmm tambah klepek-klepek deh Zaka, wajarlah cinta emang gini ya pemirsa.


__ADS_2