
Di sudut bumi lain Zero terlihat mengepalkan jemari tangan nya, saat melihat gadis nya tengah berduaan dengan pria yang sama. Mungkin dia marah dan cemburu, namun kali ini dia tidak akan marah kepada kekasihnya. Pria itu yang terus mencoba mendekati Mikey, Zero terdiam di tempat dengan wajah yang memerah. Dia tidak akan membiarkan siapapun itu berani mendekati kekasih nya selain dia sendiri.
'Lihat saja nanti,' batin Zero membuang ponsel nya sembarang arah di atas kasur.
"Ve cobalah yang ini, rasa nya sangat enak." Zaka terlihat menyodorkan sumpit milik nya yang menyapit bongkahan daging lobster yang begitu lezat ke hadapan mulut Veve.
Dengan cepat Veve melahap nya dan mengangguk-angguk keenakan, "gue ingin tukar, lo yang ini." Veve menarik piring lobster milik Zaka dan mendorong piring milik nya ke hadapan Zaka.
Walau Veve memang masih belum memiliki perasaan apapun terhadap Zaka, namun waktu tidak bisa membohongi kenyataanya. Jika lambat laun Veve mulai nyaman berlama-lama dekat dengan pria itu. Zaka sudah berhasil meluluhkan keras nya hati Veve yang begitu anti dengan sosok pria.
__ADS_1
Kedua pihak keluarga itu tertawa melihat tingkah Veve yang lucu itu dan mau seenaknya sendiri. Mereka merasa kedua anak nya itu sangat cocok menjadi pasangan, memang pilihan orang tua tidak pernah salah.
Di tempat nenek nya Veve ini, kedua belah pihak keluarga tengah mendiskusikan pasal pertunangan Veve dan Zaka. itu alasan mengapa keluarga Zaka turut ikut sekalian berlibur. Karena ternyata Veve adalah cucu kesayangan nenek nya, maka nya apapun yang bersangkutan dengan Veve harus atas dasar sepengetahuan sang nenek.
Mikey melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, di tengah perjalanan tiba-tiba ada yang aneh dengan mobil milik nya. Mikey pun akhirnya turun dan mengecek, ia melihat setiap ban mobil nya dan benar saja ban belakang nya kempes entah juga bocor.
Mikey menggulung rambut nya dan mengikat nya jadi satu, karena merasa gerah. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kenapa harus di tempat sepi seperti ini sih? Mana ada bengkel di sekitar sini fikir Mikey seperti itu.
Kini Mikey memilih mengunci mobil nya, berjalan sedikit berharap di depan sana ada pemukiman dan sesuatu yang bisa membantu nya. Terus berjalan namun tak kunjung menemukan apapun, hanya ada sesekali mobil atau motor yang lewat. Mikey berusaha meminta tolong tapi sepertinya mereka tidak mengerti dengan gerakan tangan Mikey itu. Hingga Mikey bertemu dengan segerombolan anak-anak yang sedang nongkrong, Mikey memicingkan mata nya melihat dari kejauhan. Sial! Malas sekali kenapa harus ada pria itu di sana.
__ADS_1
Saat baru saja Mikey ingin berbalik mengurungkan niat nya untuk minta bantuan, tiba-tiba suara dari belakang menghentikan langkahnya. Mikey mendengus, pasti pria itu sudah tau jika itu adalah Mikey.
"Sedang apa lo di sini?" Tanya pria itu.
"Bukan urusan lo," ucap Mikey ingin melenggang pergi, namun siapa sangka pria itu malah mengikuti nya hingga mobil. Mikey masih tak sadar jika pria itu mengikuti nya.
"Ahh sial banget sih!" Marah Mikey menendang ban mobil nya kesal.
Pria tadi terkekeh lalu mendekat ke arah Mikey, dia sedikit menggelengkan kepala nya lalu berjongkok mengecek ban mobil Mikey. Dengan terkejut Mikey memundurkan tubuh nya menjauh dari mobil, di lihat nya pria itu masih mengamati entah apa di bawah sana.
__ADS_1
"Lo bawa ban cadangan?" Tanya pria itu