
Sudah tiga hari ini Zero tak pernah melihat Mikey berada di kantin, bahkan dia juga tidak pernah melihat gadis itu di mana-mana. Awalnya Zero merasa senang karena tidak ada lagi yang membuat nya pusing, namun lama kelamaan kenapa Zero merasa ada yang hilang dari hidup nya. Ia terus terbayang-bayang akan satu nama cantik itu, sama seperti si pemilik nama nya yang tak kalah cantik nya.
'Ahhh apa yang lo pikirkan, berhenti memikirkan nya. Sekarang lo sudah bebas dari tanggung jawab lo itu.' Batin Zero berusaha menepis fikiran nya pasal Mikey.
Namun otak nya seakan-akan terus memutar bayang-bayang wajah gadis itu, membuat Zero bertambah kelimpungan. Nama nya pun sudah terekam jelas di hati nya, terus bersuara di dalam sana.
BRAK!
Zero menggubrak meja nya, membuat seisi kelas yang tengah asik menikmati waktu istirahat nya terkejut mendengar hal tersebut. Tatapan mereka semua menatap ke arah Zero yang tengah berjalan angkuh dengan wajah yang sangat menakutkan, pria itu menghilang dari balik pintu kelas tersebut. Semua yang ada di dalam sana bertanya-tanya, ada apa dengan Zero? Apa yang terjadi?
Sedangkan di kelas 10 IPA 2 terlihat tiga gadis itu tengah berbincang di bangku paling belakang kelas nya. "Aaaa kenapa ya gue kangen banget sama Bubu," rintih Mikey merosotkan tubuh nya hingga kek orang bego.
"Ya lo samperin sono," Gina menyarankan
__ADS_1
"Ogah gue, sekarang tu gue masih kesel sama dia. Tapi berusaha lupain juga hati gue nggak rela buat lepasin nya. Gue dah mentok untuk hanya cinta sama dia, sekarang gue harus gimana??? Haaaaaa." Rengek Mikey kek bayi yang kelaparan.
"Iya deh mending lo ke kelas nya aja sono, dari pada lo lama-lama begini terus yang ada nanti Kak Zero malah di embat cewek lain. Emang lo mau begitu?" Saran Veve yang sudah tidak tega melihat sahabatnya yang satu ini terus merengek dari beberapa hari yang lalu.
"Aaaaa gue nggak mau, tapi gue juga capek kalau gue terus yang harus berjuang." Mikey terlihat menundukkan wajah nya di meja.
"Sabar Key," Veve mengelus lengan Mikey lembut.
Jam istirahat
Lalu Mikey yang tidak mau ambil pusing langsung mengangkat penggilan telfon tersebut. "Halo Bu," sapa Mikey
"Halo Mikey, apa kamu ada di kelas?" Tanya dari seberang telfon.
__ADS_1
"Iya Bu," jawab nya
"Ibu minta tolong bawakan tumpukan buku berwarna coklat yang ada di meja guru, tadi ibu menyuruh Danu untuk membawa nya. Tapi dia sekarang izin pulang karena sakit, jadi ibu minta tolong ke kamu," jelas ibu wali kelas
Mikey Dengan malas nya memutar bola mata jengah, dasar si Danu. Pasti tu anak yang sudah menyuruh wali kelas nya untuk menghubungi Mikey, karena Danu tau beberapa hari ini Mikey terlihat selalu berada di kelas setiap jam istirahat. "Ah iya Bu." Kata Mikey sedikit terpaksa.
"Kalau bisa sekarang ya Mikey, terimakasih." Ujar guru tersebut sebelum panggilan pun terputus.
Langkah nya terlihat di beratkan sekali, sudah tau lagi mager begini malah di suruh bawa buku ke kantor. Sangat merepotkan! Terus meruntuki nasib nya. Seumur-umur Mikey belum pernah yang namanya nya membawakan buku ke kantor, sejak SMP dia memang belum pernah sama sekali.
Di tengah-tengah lapangan, Mikey kini menjadi bahas sorotan para kakak kelas maupun adik kelas yang tengah nongkrong di taman dekat lapangan tersebut. Mikey yang sadar akan hal itu hanya abai dan terus berjalan lurus tanpa menoleh ke kanan maupun kiri. Beberapa di antara para cowok itu, terlihat bersiul-siul menggodanya, salah satu di antaranya ada si Zaka playboy cap buaya.
Hingga langkah Mikey terhenti ketika di depan nya ada tiga orang yang terus menghalangi jalan nya. "Minggir!" Ketus Mikey sedang malas menanggapi siapapun.
__ADS_1
"Ussss jangan galak-galak gitu dong adek manis." Ucap kakak kelas bernama Roy itu, yang Mikey tau kalau pria itu adalah murid pindahan dari satu minggu yang lalu. Pria yang selalu punya minat untuk berkuasa, langganan keluar masuk BK sama seperti Zaka, sudah 11 sekolah sama yang sekarang dia berpindah.
Kini saja Roy sudah banyak sekali pengikut nya, karena anak-anak itu di paksa untuk menjadi anak buah nya. Jika tidak bogem akan melayang di wajah mereka semua. Jangan salah, Roy adalah mantan atlit taekwondo, sering kali pria itu menjuarai beberapa kejuaraan hingga membuat nya merasa paling hebat dan sombong.