Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Berdebat dengan gadis PMS


__ADS_3

Saat tiba giliran nya untuk masuk, Veve benar-benar sudah bersiap dan tak sabar menunggu lagi. Ia berlarian memasuki ruangan itu, langsung memeluk sahabatnya ketika benar saja ia bisa melihat sahabatnya kini tengah membuka mata.


"Huaaa Gin gue kangen banget sama lo," Veve dengan alai nya menangis sesenggukan di pelukan itu.


Terlihat Gina berusaha menggerakkan tangan nya, namun tak bisa. Ia tersenyum melihat wajah Veve yang basah akan air mata bahagia. Gina sangat bersyukur karena sahabatnya itu masih sama menyayangi nya, tak ada yang berubah dari Veve. Namun masih ada satu lagi yang belum Gina lihat, yaitu Mikey. Kemana sahabatnya yang satu itu? Padahal Gina kini sedang ingin berkumpul bertiga lagi seperti dulu.


"Kenapa Gin? Lo mau bicara apa?" Tanya Veve ketika mengerti dengan raut wajah Gina yang seakan ingin mengatakan sesuatu.


Veve pun mendekatkan telinganya di hadapan mulut Gina, lalu telinga nya menangkap nama Mikey yang di sebutkan oleh Gina.


"Ohh Mikey?" Tutur Veve lalu mendapatkan kedipan kecil di mata Gina.


"Biasalah, tu anak lagi datang bulan. Lo tau sendiri tu anak bakal sangat menyedihkan kalau dah berhadapan sama bulan nya. Tapi lo tenang aja, kayak nya si bucin nya lagi setia nemenin anak itu deh. Gue dah kabarin Mikey soal lo yang sadar dari koma, paling bentar lagi juga dia bakal kesini." Panjang lebar Veve berkata.

__ADS_1


Sedangkan di sudut kamar lain, kedua pasangan itu terlihat asik nonton bareng di kamar Mikey. Sembari dengan begitu banyak cemilan yang berserakan di kasur itu, sesekali kedua nya saling beradu karena kini mereka tengah menonton sinetron. Yang menayangkan sebuah film di mana sosok pria yang di tuduh tidak pernah punya waktu untuk kekasih nya, karena terlalu sibuk bekerja. Sedangkan pihak pria terus menentang hal itu, karena selama ini dia bekerja juga untuk siapa jika bukan untuk kekasih nya yang sudah berstatus sebagai istri nya.


"Pria itu tidak salah, dia bukan tidak perhatian kepada istri hanya saja dia sedang kerja keras untuk mencukupi keluarga nya." Jelas Zero.


"Jelas-jelas pria nya salah kenapa kamu malah membenarkan, si pria salah udah tau punya istri malah sibuk kerja." Pekik Mikey membantah pendapat Zero.


"Dia bekerja kan buat istri nya sayang, di mana letak kesalahan nya?" Bingung Zero masih gigih pada pendapat nya.


"Kesalahan nya karena dia sibuk bekerja Bubu!" Jawab Mikey kesal.


Mikey memukul Zero dengan bantal guling yang awal nya ia peluk. Membuat pria itu menoleh bingung, kenapa tiba-tiba dia di serang seperti ini?


"Apa suatu saat kamu ingin seperti itu ha?!! Kamu mau terus sibuk kerja dan mengabaikan aku gitu?" Cibir Mikey marah.

__ADS_1


"Lho sayang kok jadi marah? Itu kita lagi nonton lho, kok malah kamu jadi ikutan marah sih?" Zero menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"Ya kamu, udah aku bilang pemeran pria nya yang salah kenapa malah di belain?" Mikey masih terlihat marah.


"Ya emang pria itu nggak salah kan," Ucap Zero.


"Tu kan! Itu arti nya kamu juga bakal seperti itu jika kita sudah menikah, lebih baik kita putus dari sekarang kalau tau bakal seperti di film itu nantinya." Ambek Mikey membuang wajah nya dari pandangan Zero.


"Ehh sayang kok main bilang putus-putus gitu sih, jangan asal ngomong gitu dong." Zero mendekatkan duduk nya di hadapan gadis itu.


Namun Mikey terlihat enggan dan masih mencoba menghindar. Zero terus menggaruk kepala nya kebingungan. Kok bisa hanya karena nonton film, mereka malah berdebat hingga seperti ini.


Karena tak ingin melihat Mikey lama-lama ngambek begini, Zero pun menghela nafas nya pelan." Iya deh Iyah, pria itu emang salah tidak seharusnya dia sibuk kerja. Udah yah jangan ngambek gini." Bujuk nya menoel-noel lengan tangan mikey dengan jari telunjuk nya.

__ADS_1


"Aku salah menilai Sayang, jadi jangan marah lagi ya." Terusnya begitu, sampai Mikey mau menatap nya lagi.


__ADS_2