
Awal nya dokter tidak mengizinkan Zero untuk masuk, namun karena paksaan dan jaminan dari Gina. Dokter pun mengizinkan Zero masuk, hanya Zero yang boleh masuk ujar sang dokter seperti itu.
Perlahan kaki itu mulai melangkah masuk ke dalam ruangan, tadi Zero sempat melihat Mikey dari luar kaca tempat menjenguk. Melihat dari kejauhan seperti itu saja Zero tidak tega karena kaki dan tangan gadis itu yang terikat. Apa lagi kini dia harus melihat nya dari dekat, bahkan mencoba untuk mengajak Mikey berbicara.
"Hufffff," Zero terlihat menghela nafas perlahan, sejenak memejamkan mata sebelum dirinya benar-benar berada di samping Mikey.
Ketika menyadari kedatangan Zero, Mikey menoleh dengan gerakan linglung nya. Bola mata hitam itu memancarkan sinar yang berbeda, kosong, redup dan tidak seindah seperti pandangan yang dulu sering kali Zero dapatkan dari gadis itu.
Arzero tersenyum tipis, ini kali pertama nya pria itu tersenyum seindah itu kepada Mikey. "Key," panggil Zero, mendengar suara itu Mikey seperti mengenali nya. Terus menatap Zero dengan serius, sesekali mata itu berkedip. Melihat senyuman Zero kembali, tiba-tiba kedua sudut bibir Mikey membalas senyuman Zero.
Namun tak di sangka setelah nya Mikey malah mengamuk tanpa sebab, fikiran nya kembali teringat kejadian kelam itu. "AAAA!! PERGI! LEPASKAN AKU KALIAN SEMUA JAHAT!! PERGI! PERGI!!!" Teriak Mikey.
"Key... Tenang Key... Ini gue Arzero, gue zero." Arzero memegangi pundak Mikey. Mencoba untuk menenangkan gadis itu.
__ADS_1
"LEPASKAN AKU! PERGI !! PERGI!!!" Teriak Mikey lagi.
Beberapa suster mulai memasuki ruangan, namun dengan cepat Zero meminta para suster itu untuk keluar. Dia meminta sedikit waktu lagi untuk membiarkan dia mencoba menenangkan Mikey sendiri.
Setelah pintu itu terkunci, Zero mulai mendekati tempat Mikey terbaring dan masih mengamuk ingin di lepaskan. "Key tenang ya, gue akan lepasin ikatan ini tapi lo tenang. Gue... Zero.... Apa lo masih inget gue?" Ujar Zero membuat Mikey agak sedikit menarik perhatian nya mendengar kata-kata Zero.
"Zeroo." Ulang gadis itu
"Ya... Gue Zero, Arzero Grentama Agaska. Lo masih ingat?" Tanya lagi Zero.
BUBU ZERO KAU MILIKKU!
Teriak gadis berambut panjang yang sedikit agak bergelombang itu, menatap kepergian Zero yang mulai menjauh mengendarai sepeda motornya. "Dia seperti ini aja gue tambah klepek-klepek, apa lagi kalau dia jadi pacar gue." Ucap nya bukanya marah dan bete gadis itu malah tersenyum seperti orang kesambet.
__ADS_1
"Bubu?" Mikey mengingat siapa yang pernah mengatakan hal itu, dirinya lah. Ia! dia sekarang mengingat nya, apa pria di hadapan nya kini sudah jatuh cinta padanya, itulah fikiran Mikey.
"Gue mohon tenanglah, gue nggak akan ngapa-ngapain lo." Zero bertambah mendekat ke arah Mikey.
Sedangkan Mikey hanya diam di tempat, mematung dengan tatapan yang tak lepas mengamati bola mata milik Zero.
"Biar gue lepasin ikatan nya, tapi lo harus janji akan bersikap tenang." Melihat Mikey mengangguk pelan, Zero tersenyum. Perlahan pria itu melepaskan ikatan di kaki Mikey, membuat yang di luar sana melotot melihat nya.
"Shitt! Mau ngapain tu si kerdil." Terkejut Veve.
Gina hanya bisa menggigit bibir bawah nya, kenapa Zero melepaskan ikatan itu. dia hanya meminta Zero untuk berbicara dan membuat Mikey bisa mengontrol dirinya. Bukan ini yang ada dalam rencana Gina.
Seseorang yang baru saja datang langsung mendekat ke arah kaca itu, syok melihat adegan melepas ikatan di kaki Mikey. Sontak saja pria itu langsung menggedor pintu yang terkunci itu, karena dia tau Mikey bisa melakukan apapun di luar dugaan jika kondisinya masih belum bisa terkontrol dengan maksimal.
__ADS_1
"Anjrit!! Buka! Woy...Buka...." Teriak pria itu tak henti-henti menggedor pintu tersebut. Beberapa suster cemas melihat aksi yang mereka lihat dari balik kaca penghalang itu. "Siapa cowok di dalam sana? Suruh dia hentikan kekonyolan bodoh ini!" Teriak lagi pria itu menatap Veve dan Gina.