Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Sudah malam


__ADS_3

"Yaudah gue balik dulu ya Gin, besok pulang sekolah gue langsung kesini." Pamit Mikey.


"Hemmm padahal gue masih kangen sama kalian." Cemberut Gina.


"Iyah mau nya sih gitu Gin, tapi gue dah di tungguin sama nenek di rumah. Lo kayak nggak tau nenek gue aja," ucap Veve.


"Iyadeh kalian hati-hati ya, nanti kabarin gue kalau dah nyampe." Kata Gina tersenyum kecil.


"Siap," ujar Mike dan Veve serempak.


"Awas lho kalian harus janji besok kesini." Tutur Gina setelah melepaskan pelukannya dari kedua sahabat nya itu.


"Iya bawel, dah ahh nanti keburu malem." Oceh Mikey lalu setelahnya mencium pipi Gina lembut.


Kedua anak remaja itu melambaikan tangan nya sebelum keluar dari ruangan rawat milik Gina. Veve yang baru saja melewati pintu kamar tersebut, langsung di sambut oleh sang pria tampan. Sembari menenteng setangkai bunga mawar putih di tangan nya.


"Si paling bucin," ledek Mikey.


"Kayak lo nggak pernah bucin aja." Timpal Zaka tak mau kalah.

__ADS_1


"Biarin, dah lah gue duluan ya. Eh buaya bucin gue titip Veve awas jangan lo apa-apain dia." Pesan Mikey sebelum melangkah lebih dulu keluar.


Veve terkekeh mendengar Zaka di panggil oleh Mikey dengan sebutan buaya bucin. Ada saja ucapan sahabat nya itu yang bisa membuat Veve senyum-senyum sendiri seperti sekarang.


"Baby kok malah ketawa, seharusnya kamu marah dong aku di ledekin gitu sama sahabat kamu." Cemberut Zaka.


"Emang lo buaya, Mikey nggak salah kok." Kata Veve sembari mengumpat senyumannya.


"Babyyy," rengek Zaka ketika melihat Veve malah meninggalkan nya.


"Oh ya, sejak kapan lo pakek bahasa aku kamu?" Tanya Veve membalikkan badan nya menatap Zaka lagi.


"Sejak sekarang, kan nenek nyuruh kita pakek bahasa yang lebih romantis. Sekarang kita dah pacaran dan bentar lagi menikah hehe." Zaka tersenyum bangga.


Di jalan


Terlihat Mikey tengah sibuk mengendarai mobil nya, jalanan terlihat sepi mungkin karena hari sudah larut malam. Dengan headset yang menggantung di kedua telinganya, yang menyambungkan sebuah panggilan telfon.


"Apa sudah sampai?" pertanyaan dari seberang telfon.

__ADS_1


"Belum Bubu." Jawab Veve masih fokus mengemudi.


"Hemmm," terlihat suara di seberang sana lemas.


"Ada apa?" Tanya Mikey bingung mendengar Zero yang mendengus.


"Tidak, aku hanya capek." Kata Zero.


"Yasudah kamu tidur saja dulu," ucap Mikey.


"Nggak, aku akan menunggu kamu sampai rumah." Ujar Zero.


Mikey hanya tersenyum, hingga beberapa menit kemudian mobil pun sudah memasuki area rumah. Namun Mikey merinding ketika melihat rumahnya gelap, dia mengedarkan mata nya ke sekeliling sudut rumah semua nya gelap. Apa dia lupa mengisi token listrik? Hemm kenapa bisa.


Akhirnya Mikey pun memilih keluar dari halaman rumah nya, berjalan ke arah seberang rumah nya. Ia pencet tombol bel rumah tersebut dan beberapa saat kemudian seseorang keluar untuk membukakan gerbang.


"Lho non Mikey." Kejut Bi Mun pembantu utama keluar Serlin Tante nya Mikey.


"Lampu di rumah padam Bi, aku lupa ngisi token. Mau numpang tidur," ujar Mikey tersenyum, tangan nya menggandeng lengan tangan Bi Mun manja sembari berjalan memasuki rumah saat gerbang sudah kembali di kunci.

__ADS_1


...----------------------------------------------...


Hey heyy aku kembali, Alhamdulillah tugas nya dah selesai dan bisa kembali fokus melanjutkan bikin cerita nya. Maaf ya kemarin-kemarin dah ngegantung kalian kek jemuran hehe


__ADS_2