Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Marah nya Mikey


__ADS_3

"Ree anter gue pulang," rengek Veve


Mikey yang terlihat kebingungan hanya bisa mengelus punggung Veve yang masih setia memeluk diri nya, sesekali ia menatap ke arah Zaka. Pasti pria itu yang membuat Veve terlihat sedih seperti ini.


Sontak Mikey langsung melotot ke arah Zaka, seakan meminta penjelasan dari pria itu. Zaka terlihat gelagapan bingung harus mulai menjelaskan nya dari mana.


"Keee gue nebeng ya sama lo," rengek Veve lagi.


"Eee gue naik motor sama Bubu, lah lo sendiri kenapa bisa ada di sini? Sama playboy kelas kakap lagi." Bingung Mikey


"Aaaa ceritanya panjang, tapi pokok nya sekarang gue nggak mau pulang sama playboy itu." Veve menegakkan tubuh nya, lalu mendorong Zaka yang terlihat ingin duduk di samping nya tanpa dosa.


"Baby gue kan janji bakal nganter lo balik, dah ya ngambek nya. Atau lo mau jajan dulu?" Zaka mulai sok manis .


"Ihhh baby! baby! Lo kira gue bayi lo apa," Sorot Veve jengah


"Emang iya, imut deh marah-marah gitu." perkataan itu sontak membuat Mikey mengangkat alis nya, lalu menatap Zero begitu juga dengan Zero yang menatap Mikey balik.


"Zakatingkir!!!!! PERGI lo sana jauh jauh!!" Teriak Veve membuat pengunjung yang lain menatap heran ke arah nya."Lo-" Mikey langsung membungkam mulut Veve, ketika gadis itu kembali ingin berteriak. Karena sadar kini mereka sudah menjadi pusat perhatian para pengunjung yang lain.


"Tutup mulut lo kampret! Bikin acara makan gue kacau saja," Mikey melirik kesal.

__ADS_1


Sedangkan yang di lirik malah cengengesan tak jelas, apa lagi ia kini tersadar melihat banyak orang yang menatap nya seperti merasa terganggu. Sekali lagi Veve mendorong Zaka yang ingin duduk di sebelahnya, terlihat pria itu terlihat pegal karena harus terus berdiri seperti itu.


"Sorry," Veve menatap ke arah Mikey dengan memelas.


"Keyyyy gue laper, traktir gue ya hehe.." Ucap Veve.


Mendengar hal itu Veve sontak mendelik, bisa-bisa nya ni anak minta di traktir setelah mengacaukan acara makan siang nya dengan Zero.


"Nggak," Mikey abai tak lagi menatap ke arah Veve.


"Please lahh Key gue nggak bawa dompet soal nya," rengek lagi Veve.


"Pesan saja nanti gue yang bayar," kata Zero membuat Mikey langsung melotot.


Demi apapun Mikey nggak suka mendengar ucapan kekasih nya itu, walau itu kepada sahabatnya sekali pun. Dengan semringah Veve langsung memesan nya, "pacar lo aja baik, masa lo yang sahabat gue jahat gini liat sahabatnya kelaparan." Ujar Veve sembari masih sibuk melihat-lihat menu makanan.


Mikey tak berkata sepatah kata pun, ia malah berdiri dari duduknya nya. Membuat Zero yang melihat Mikey berjalan berlalu begitu saja di depan nya menghentikan langkah Mikey.


"Mau kemana?" Tanya Zero dengan tangan memegangi pergelangan tangan Mikey.


"Traktir kalian semua," ucap Mikey dengan menekan setiap kata nya. Lalu setelah nya pergi ke tempat kasir memberikan kartu debit milik nya. Hati nya sedikit tidak suka jika kekasih nya bersikap sok akrab dengan siapapun selain diri nya.

__ADS_1


Zero yang tadi membuntuti Mikey langsung mengambil kartu debit milik Mikey yang hampir saja di ambil oleh sang kasir. "Pakai yang ini saja," ujar Zero kepada kasir tersebut.


Mikey yang melihat nya langsung menyerobot kembali kartu debit milik nya yang berada di tangan Zero, lalu menyuruh kasir untuk memakai kartu milik nya tanpa ingin di bantah. Zero sontak bingung melihat sikap Mikey yang terlihat berubah, apa yang terjadi dengan kekasihnya nya? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Bahkan menatap nya saja tidak.


"Sayang kenapa tidak memakai punya ku saja?" Tanya Zero melihat kartu milik nya yang masih di genggam erat oleh Mikey.


Setelah transaksi nya selesai dan pesanan milik Veve dan Zaka sedang di buat. Mikey langsung menaruh kartu milik Zero di saku jaket pria itu. Lalu berjalan mengarah meja kembali tanpa menjawab perkataan Zero tadi.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Zero merasa di abaikan.


"Aku ada salah?" Tanyanya menghentikan langkah Mikey.


"Aku mau pulang," kata Mikey merasa sudah malas dan ingin bersemayam di dalam kamar.


"Lho tapi kan tadi kamu belum makan? Baru dua suapan lho." Zero terus menatap lurus mata Mikey yang kini sama sekali tak menatap nya balik.


Namun Mikey malah kembali berjalan ke arah meja nya tadi, "Ka gue titip Veve, jangan lo apa-apain sahabat gue. Gue mau balik," Mikey mengambil ponsel nya yang tertinggal di sofa membuat Veve langsung berdiri.


"Kok gue di tinggal sih," tanya Veve tak rela jika harus di titipin ke si playboy.


"Gue nggak enak badan, gue balik dulu ya." Kata Mikey kemudian kembali berjalan meninggalkan tempat itu di susul oleh Zero yang masih terus mengekorinya.

__ADS_1


__ADS_2