Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Cemburu


__ADS_3

Esok hari nya, Mikey berangkat bersama dengan Yuven. Karena dia tengah malas nyetir mobil sendiri, entahlah kenapa sudah dua hari ini Zero tidak ada inisiatif untuk menjemput nya. Seperti nya pria itu masih marah kepadanya.


Begitu sampai di sekolah, Mikey tidak melihat pacar nya itu berada di parkiran. Biasa nya Zero akan setia menunggu nya pagi-pagi seperti ini jika mereka tidak berangkat bersama. Namun hari ini berbeda, tidak ada sosok Zero di sekitar sana.


Mikey pun memilih pergi ke kelas nya, saat baru saja ingin masuk ke kelas. Mikey melihat Arzero yang tengah menuruni anak tangga, sontak membuat nya girang dan langsung ngacir menghampiri pria itu.


"Bubu kamu pasti mau nemuin aku ya," pede Mikey tangan nya sudah berhasil bersemayam di lengan tangan Zero.


"Aku ingin ke kantin," ucap nya dengan wajah datar.


"Aisss kok gitu, kenapa sih? Masih marah?" Tanya Mikey namun Zero malah melangkah kembali berbelok mengarah tangga selanjutnya yang akan menembus ke lantai utama.


Dengan tangan yang memegangi ujung pakaian Zero yang di keluarkan, Mikey masih setia mengikuti kemanapun pria itu pergi. Bahkan dia juga ikut membeli air minum yang sama dengan yang Zero beli.


"Bubu nanti aku pulang bareng kamu ya," ucap Mikey setelah meneguk minuman nya.


"Mobil kamu?" Tanya Zero.

__ADS_1


"Aku tidak bawa mobil, tadi berangkat bareng Yuven." Tutur Mikey seadanya.


"Nggak bareng kakak kelas baru kamu itu? Siapa tu nama nya? Emmm Han..Han.. Siapa ya.." Zero terlihat mancing-mancing otak nya Mikey.


"Maksud Bubu, Kak Handoko?" Ujar Mikey membenarkan.


"Hmmm seperti nya kau sangat menghafal nama nya," Zero menepuk pelan kepala Mikey setelahnya melenggang pergi meninggalkan gadis itu.


"Bubu aku kok di tinggal sih!" Mikey terlihat kesal di tempat, dia menginjak-injak lantai berkali-kali di tempat dengan gerakan amsrud nya.


Dengan kasar Mikey malah membuang minuman yang di genggam nya sembarang, lalu berjalan kesal menuju kelas nya. Padahal masih pagi, tapi cowok nya malah buat dia badmood gini.


"Gue kesal banget sama Kak Zero!" Adu nya dengan wajah memerah.


"Wajah lo sampe merah gitu, emang Zero ngapain lo?" Tanya Veve.


"Gue juga nggak tau, tadi gue ke kantin bareng dia. Pas gue minta pulang bareng, dia malah ngalihin pembicaraan bahas Kak Handoko, terus setelah itu gue malah di tinggalin. Aaaa kesel! Kesel! Kesel!!!!!" Rengek Mikey.

__ADS_1


"Kak Handoko siapa sih?" Tanya Veve belum tau orang yang nama nya di sebutkan oleh Mikey barusan.


"Cowok yang kemarin ngobrol sama gue di parkiran," Tutur Mikey kesal.


Sontak Veve malah tertawa mendengar nya, pantas saja Mikey di tinggalin. Dugaan nya benar kan, Zero pasti bakal marah gara-gara kejadian kemarin.


"Iiii kok malah ketawa sih, nggak ada yang lucu ya!" Cibir Mikey semakin kesal.


"Makanya jadi cewek tu pekaan dikit napa, Kak Zero tu lagi cemburu liat lo ngobrol berdua sama Kak siapa tadi anak baru itu." Jelas Veve.


"Cemburu? Gue nggak ngapa-ngapain kok, cuma ngobrol biasa kenapa harus cemburu?" Bingung Mikey.


"Lah lo kalo liat Kak Zero ngobrol sama cewek lain, apa lo bakal biasa aja?" Tanya Veve.


"Ya nggak lah!" Marah nya.


"Nah tu lo juga begitu, ya harus nya lo peka dong kalau Zero nggak suka liat lo deket-deket sama cowok lain, walau hanya sekedar ngobrol biasa atau pun saling sapa." Veve terus berusaha membuat Mikey mengerti,

__ADS_1


Mikey kini mulai faham, dia pun menyesal karena tidak tau jika Zero marah karena hal ini. Mungkin saja Zero juga marah karena kemarin dia sempat berjabat tangan dengan pria itu, kini Mikey sadar akan hal itu.


__ADS_2