
Sepulang sekolah, Mikey langsung berhamburan dengan sangat semangat menghampiri kelas nya Zero. Karena hari ini kelas nya pulang lebih awal, jadi Mikey bakal memastikan bahwa Zero pasti belum pulang. Sembari terduduk manis di depan kelas pria itu, Mikey menguncang-uncangkan kaki nya seperti anak kecil yang sedang bermain ayunan.
^^^Bubu aku ada di depan kelas mu^^^
Beberapa saat pesan itu langsung centang biru, Zero menengok ke arah jendela. Di lihat Mikey tengah menjulurkan lidah nya ke arah Zero, dengan tangan yang di gerakkan di kedua sisi kepala nya seakan-akan tengah meledek pria itu.
Tadi saat jam istirahat, Mikey meminta pulang bareng dengan Zero. Tapi pria itu menolak, namun Mikey memberi tantangan bahwa dia menjamin sepulang sekolah nanti, dia bakal bisa pulang bersama pria itu.
Zero terlihat diam di tempat, tak menanggapi Mikey yang ngereog di luar sana. Ketika bel kelas 12 berbunyi, beberapa anak itu berhamburan keluar kelas. Mikey yang tengah menunggu Zero di depan kelas nya, terhuyung-huyung akibat anak-anak yang berhamburan keluar kelas. Membuat nya kini terjatuh ke lantai, nasib nya kenapa begitu apes sih.
"Duhh," gerutu Mikey melihat rok nya yang kotor akibat terjatuh di lantai.
Sebuah uluran tangan terulur di hadapan Mikey, dengan cepat Mikey menerima uluran tangan tersebut. Dia pun berdiri, masih sibuk mengibas pakaian nya yang kotor.
"Kenapa badan mereka besar-besar sekali, aku seperti di tumbruk banteng tadi." Cibir Mikey.
"Dasar pendek," ledek Zero lalu berjalan meninggalkan Mikey.
"Aku nggak pendek ya, mereka nya saja yang terlalu tinggi dan besar." Mikey mencoba membela diri.
"Pendek," Zero terus meledek Mikey.
"Aku nggak pendek!" Cibir nya membuntuti Zero dari belakang.
__ADS_1
Terus saja berdebat seperti itu, hingga mereka kini sampai di parkiran. Zero tak membawa dua helm, jadi dia memberikan helm milik nya kepada Mikey tanpa membantu gadis itu memakai nya.
Motor pun kini melaju menerobos jalanan, Zero terlihat melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh. Mikey yang belum pernah naik motor secepat ini merasa merinding, hingga dengan erat nya dia memeluk Zero.
"Bubu jangan laju-laju!" Ucap Mikey sedikit berteriak, namun Zero tak mendengarkan ucapan Mikey.
Beberapa menit setelah nya mereka pun sampai di kediaman Zero, terlihat rambut Mikey begitu berantakan akibat terkena angin kencang tadi. Mikey masih sibuk melepas helm nya, sedangkan Zero sudah masuk lebih dulu ke dalam rumah. Mikey kesal bukan main, kenapa Zero jadi hobi sekali meninggalkan nya. Apa jangan-jangan pria itu memang punya niatan ingin meninggalkan Mikey jauh-jauh pikir gadis itu begitu.
Kini Mikey melihat Zero yang tengah sibuk di depan lemari nya, seperti sedang mencari baju.
"Bubu mau sampai kapan kamu marah gini sama aku?" Tanya Mikey mendongak menatap Zero.
"Bubu aku kan sudah minta maaf, masa kamu nggak maafin juga sih. Aku harus gimana sekarang?" Tanya Mikey.
"Ya sudahlah aku mau pulang saja," Zero tak menatap Mikey sama sekali.
"Bubu aku mau pulang lho," ujar Mikey berharap Zero akan mencegah nya.
"Yasudah tinggal pulang," Mikey melongo, what's? Dia bilang gitu ke Mikey?
"Okeh," Mikey ingin melangkah keluar masih dengan harapan yang sama.
Namun ketika ia menoleh kebelakang Zero masih tak menatapnya, membuat Mikey kembali berbalik berbicara. "Bubu kamu nggak ada niatan mau ngantar aku?" Tanya Mikey.
__ADS_1
"Nggak!" Ujar Zero singkat, tatapan nya masih sibuk mencari sesuatu di dalam lemari.
Mikey pun akhirnya keluar dari kamar itu dengan raut wajah kesal, dada nya naik turun, kekesalan nya menggebu-gebu, wajah nya sudah merah dan mata nya memanas.
Ia mengepalkan tangan nya saat baru saja menutup pintu kamar tersebut, pada akhirnya Mikey pun tak kuat dan kembali masuk ke dalam kamar. Ia berlarian mendekat ke arah Zero dan memeluk pria itu erat. Isakan tangis nya pecah di dalam dekapan Zero. Mendapatkan hal itu, Zero bingung dan panik mendengar rengekan tangis Mikey yang histeris seperti itu.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Zero panik.
"Sayang ada apa?" Tanya Zero lagi.
Sedangkan Mikey masih terus terisak meluapkan segala perasaan nya sejak kemarin, dia sudah tidak tahan terus di cuekin seperti ini. Mikey jadi merasa dirinya seperti tidak di anggap pacar oleh Zero.
"Sayang?" Panggil Zero mengelus lembut kepala Mikey dan punggung gadis itu.
"Kenapa Bubu jahat sama aku? Hikss...." Ujar nya terbata-bata.
"Aku kan sudah minta maaf sama Bubu, kenapa Bubu terus cuekin aku." Mikey bertambah merengek tangis.
"Heyy Sayang...Cinta sudah ya jangan menangis seperti ini," Zero merasa bersalah dan kasihan melihat kekasih nya menangis sampai seperti ini.
"Nggak... Nanti kamu cuekin aku lagi, aku nggak mau kamu marah," dengan masih setia menangis Mikey mengatakan hal itu.
"Aku nggak marah lagi sama kamu, aku nggak bakal cuekin kamu lagi. Udah ya jangan nangis gini, aku nggak suka kamu nangis gini." Zero masih membelai lembut rambut Mikey. Berharap gadis itu berhenti menangis, ia tak tau jika perlakuan nya itu menyakiti hati kekasih nya. Seharusnya Zero tidak seperti itu memperlakukan Mikey. Zero benar-benar menyesali perbuatannya.
__ADS_1